Award & Achievement Sygma Daya Insani
Penghargaan Sygma Daya Insani membuat anda mengenal lebih tentang Sygma Daya Insani
BERKAH DARI KESUNGGUHAN

Berikut adalah beberapa penghargaan yang selama ini telah diterima oleh perusahaan.

BERKAH DARI KESUNGGUHAN
 Kejayaan sebuah peradaban selalu lahir dari kebersamaan. Kami melakukan transformasi nilai-nilai fitrah manusia ke dalam bentuk kebersamaan dan menjadikannya sebagai etos kerja utama. Mengapa? Karena kami memimpikan kejayaan peradaban masa depan.
Ideologi kebenaran universal yang menjadi dasar budaya kerja perusahaan telah membawa langkah nyata pada program-program kerjanya, baik harian, pekanan, bulanan, dan juga tahunan. Melalui hal demikian, beragam penghargaan baik berskala local, nasional, bahkan internasional menjadi genggaman yang membanggakan perusahaan.
 Berikut adalah beberapa penghargaan yang selama ini telah diterima oleh perusahaan.

  1. Tahun 2012, Miracle e-pen Syaamil Quran telah dinobatkan MURI sebagai e-pen terlengkap tahun 2011.
  2. Antara 2008-20011, Al Quran Hijjaz Per Kata telah menjadi best seller dan best innovation produk Quran yang penjualannya mencapai ratusan tibu kopi eksemplar.
  3. Tahun 2011, Sygma meraih meraih juara III Indigo Fellowship Telkom Indonesia untuk kategori Animasi dan Digital Comic melalui produk Aisyah and The Backbone.
  4. Juni 2012, salah satu konten untuk Nokia Life Tools telah memenangkan penghargaan di even international: Telecom Business Innovation Award 2012 di London, UK.
Hal lain sebagai berkah dari kesungguhannya, Sygma juga beberapa kali mampu memberangkatkan SDM-SDM terbaiknya untuk tugas luar negeri. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Frankfurt International Book Fair (2009 dan 2011)
  2. Cairo International Book Fair (2009 dan 2010)
  3. Kuala Lumpur International Book Fair (2011)
  4. HKTDC Hong Kong Electronics Fair (Spring Edition) (2012)





Produk Pilihan
Rekomendasi Blog
Di Balik Daun yang Berserakan
Senin, 23 September 2013 07:25 WIB

sygmadayainsani.co.id - Di Balik Daun yang Berserakan - Dahulu, di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke Masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan shalat Zuhur.