Inspirasi Sygma Daya Insani

Belajar dari Keyakinan dan Kegigihan Abdul Muthalib

Belajar dari Keyakinan dan Kegigihan Abdul Muthalib

Jum'at, 11 Januari 2019 10:21 WIB | 15293 Views

Tidak ada sesuatupun yang Mustahil bagi Allah yang Maha Kuasa. Setiap kita berusaha, landasi dengan keikhlasan, keyakinan pa da taqdir Allah, dan sikap pantang menyerah. Jika kita ikhlas dan yakin maka kita akan merasa optimis dan semangat dalam memperjuangkan apa yang kita cita-citakan. Niat tulus Abdul Muthalib untuk membantu sesama diiringi keyakinan yang kuat, dan kegigihan yang teguh, pantang menyerah sebelum berhasil dan fokus pada tujuan, bukan komentar orang.

Abdul Muthalib adalah pengurus air dan makanan bagi tamu-tamu yang datang ke Mekah. Setelah ratusan tahun Sumur Zamzam tertimbun, air harus didatangkan dari beberapa sumur yang terpencar-pencar di sekitar Mekah. Saat itu, Sumur Zamzam telah terkubur dan dilupakan orang selama ratusan tahun. Namun, Abdul Muthalib tidak pernah lupa pada sejarah Mekah, bahwa dulu pernah ada mata air yang menghidupi Mekah, mata air yang memancar keluar oleh kaki Ismail. "Aku harus menemukannya!" pikir Abdul Muthalib. "Aku harus menemukan kembali Sumur Zamzam yang telah dilupakan orang! Apalagi aku bertugas menyediakan air dan makanan bagi penduduk Mekah." Pikiran seperti itu tidak pernah hilang dari benaknya, "Aku harus menemukannya! Aku harus menemukannya!" Setelah itu, Abdul Muthalib mengambil tembilang (alat untuk menggali bertangkai panjang) dan memanggil putra satu-satunya, "Harits, temani ayah mencari dan menggali kembali Sumur Zamzam!" Harits mengangguk. Kemudian, mereka mulai mencari di mana dulu letak Mata Air Zamzam berada. Setelah beberapa kali mencoba menggali di beberapa tempat, Sumur Zamzam tidak juga ditemukan. "Ayah, mungkin Sumur Zamzam memang telah hilang," kata Harits. "Tidak Nak, Ayah yakin Sumur itu masih ada! Kita harus menemukannya! Orang-orang Mekah akan hidup lebih baik jika Sumur Zamzam ada di tengah kita!" Dengan gigih keduanya pun terus mencari sumur Zam-Zam. Orang-orang Quraisy, penduduk asli Mekah, melihat perbuatan mereka dengan heran. "Mengapa engkau masih terus menggali, Abdul Muthalib? Bukankah dulu nenek moyang kita, Mudzaz bin Amr pernah menggalinya, tapi tidak berhasil?" Abdul Muthalib menaruh tembilangnya dan duduk. Ya, ratusan tahun yang lalu Mudzaz bin Amr mertua Nabi Ismail عليه ااسلام pernah mencoba menggali Zamzam tapi tidak berhasil. Padahal, saat itu Mudzaz telah mempersembahkan sesaji berupa pedang dan pelana berpangkal emas agar Sumur Zamzam ditemukan. Hikmah yang dapat kita pelajari dari kisah ini diantaranya bahwa tidak ada sesuatupun yang Mustahil bagi Allah yang Maha Kuasa. Setiap kita berusaha, landasi dengan keikhlasan, keyakinan pa da taqdir Allah, dan sikap pantang menyerah. Jika kita ikhlas dan yakin maka kita akan merasa optimis dan semangat dalam memperjuangkan apa yang kita cita-citakan. Inilah taqdir Allah sebagai jawaban atas keyakinan dan kegigihan Abdul Muthalib. Niat tulus untuk membantu sesama diiringi keyakinan yang kuat, dan kegigihan yang teguh, pantang menyerah sebelum berhasil dan fokus pada tujuan, bukan komentar orang. -spl- Referensi: Muhammad Teladanku jilid 1