Inspirasi Sygma Daya Insani

RUMAH RAMAH ANAK

RUMAH RAMAH ANAK

Jum'at, 22 Maret 2019 21:18 WIB | 1909 Views

Rumah Ramah Anak, adalah dambaan semua. Tempat yang aman, nyaman, tempat tumbuh bersama dan penghuninya saling peduli satu sama lain

Rumah Ramah Anak

Setiap anak pasti mendamba rumah yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang. Dan menjadi tugas orangtua, untuk menciptakan rumah ramah anak ini. 22 tahun mendampingi anak-anak menuju masa dewasa, saya mencatat ada beberapa kriteria untuk sebuah rumah disebut ramah anak. Diantaranya adalah sbb:

1. Aman
Ini pasti ya. Pertama dan utama. Baik aman secara bendawi meliputi pemilihan perabot, perkakas, aksesoris rumah, furniture,dll maupun juga aman secara maknawi. Tidak ada kasus perundungan di rumah, apalagi sampai ada yang namanya KDRT baik verbal maupun non verbal. Seluruh penghuni rumah saling menyayangi dan menghormati.

2. Nyaman
Di rumahnya, anak harus bebas berekspresi menjadi dirinya sendiri, tanpa jaim. Sehingga orang tua dapat memantau perkembangannya secara nyata waktu demi waktu. Dapat dibayangkan bila anak bersikap  jaim/pura-pura di depan orang tua, di rumah bertingkah laku layaknya anak sholeh, tetapi saat di luar rumah,  anak keluar aslinya, bertingkah layaknya anak yang salah asuhan. Na'udzubillah.
Tanda yang mudah dilihat anak  nyaman atau tidak adalah anak betah mengobrol dan dekat-dekat dengan orang tua. Bercerita tentang kesehariannya dari hal remeh sampai hal aneh. Dari hal tidak penting sampai hal yang penting.
Sebaliknya, anak yang terlalu banyak "diomongin" alias diceramahi oleh orang tua, biasanya tidak tahan lama-lama dekat orang tuanya. 

3. Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama
Anak belajar jadi anak. Orang tua pun belajar jadi orang tua.
Maka menuntut ilmu yang terkait dengan peran pengasuhan ini menjadi sesuatu yang sifatnya wajib. Seseorang yang akan bekerja, biasanya ada semacam diklat dahulu. Ada pembekalan. Seseorang akan menyetir, harus punya dulu surat izin mengemudi agar dapat dipastikan dia dapat mengemudikan kendaraan dengan aman. Apalagi ini mau mengerjakan pekerjaan yang besar, menyiapkan generasi. Maka berbekal menjadi sesuatu yang pasti.
Bagaimana  bercita cita punya anak SALEH, kalau orang tua SALAH mendidik. Gara-gara gak mau belajar cara mengasuh dan mendidik anak.
Padahal, satu perbuatan lebih kuat dari seribu kata.

4. Peduli
Rumah  bukanlah kamar kos. Tempat penghuninya numpang tidur di malam hari setelah lelah beraktivitas belajar atau bekerja. Bertemu tiap hari tapi sibuk sendiri sendiri. Ada tapi tiada. Di sisi tapi tidak hadir. Jangan sampai.
Rumah seperti ini sangat rentan menghasilkan anak-anak yang kesepian. (blast-boring,lonely,angry,stress,tired). Anak anak yang lemah dan tidak berani menghadapi tantangan jaman.

Demikian kriteria rumah ramah anak menurut catatan saya.

#wahanabermainanakcerdas