Inspirasi Sygma Daya Insani

Dakwah Itu Cinta

Dakwah Itu Cinta

Oleh fajar | Kamis, 22 September 2016 01:19 WIB | 19282 Views

Dakwah ini untuk semua manusia dan bertujuan menuntun mereka ke jalan Allah dan menyelamatkannya dari bahaya kesesatan. Cinta adalah seni yang harus selalu melekat dalam pribadi penyeru kebenaran.Dengannya segala cobaan dan ujian dalam dakwah menjadi mudah dan ringan. Cinta yang akan merajut persaudaran, kebersamaan, saling tolong menolong dan semangat mendahulukan.

DAKWAH ITU CINTA

Dakwah ini untuk semua manusia dan bertujuan menuntun mereka ke jalan Allah dan menyelamatkannya dari bahaya kesesatan. Cinta adalah seni yang harus selalu melekat dalam pribadi penyeru kebenaran.Dengannya segala cobaan dan ujian dalam dakwah menjadi mudah dan ringan. Cinta yang akan merajut persaudaran, kebersamaan, saling tolong menolong dan semangat mendahulukan.

Cinta yang mengedepankan prasangka baik, pemaafan, tabayyun, menghindari tajassus dan penghinaan. Cinta yang mengobarkan semangat pengorbanan dan perjuangan walau derita dan susah harus dirasakan. Cinta yang hanya bermaksud memberikan kenyamanan kepada yang diajak dan kebahagian.
 
Lihatlah kata lembut yang keluar dari mulut seorang Ibrahim ketika memanggil ayahnya, dengan ungkapan "ya abati" (wahai ayahanda) walau sang ayah memusuhi dakwahnya dan tetap dalam kesesatan. Perhatikan juga panggilan nabi Nuh kepada anaknya Kan'an yang durhaka saat akan tenggelam, dengan panggilan ya bunayya (wahai ananda), walau anaknya tak bergeming dan tetap bertahan.

Lukmanul Hakim ketika mengajar dan mendidik anaknya, "ya bunayya". Panggilan yang terselip di dalamnya cinta dan kedamaian. Dan panggilan para nabi terhadap kaumnya dengan panggilan "ya qaumi" wahai kaumku, sebagai isyarat ia di tengah kaumnya adalah bagian.

Renungkan hadits berikut ini, yang menggambarkan betapa cintanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam kepada umatnya, hingga terhadap bahaya siap menghadang.

"Sesungguhnya perumpamaanku & ajaran yang dengannya Allah mengutusku adalah bagaikan seseorang yang mendatangi kaumnya seraya berkata; 'Wahai kaumku, sungguh aku telah melihat pasukan musuh, dengan mata kepalaku sendiri, datang untuk menyerbumu & aku benar-benar pemberi peringatan yang tulus untuk keselamatan dirimu.

Maka sebagian kaumnya ada yg patuh & ta'at, hingga akhirnya mereka secara perlahan-lahan berangkat pergi dari kampung tersebut pada malam hari untuk menghindari serbuan pasukan musuh. Namun, ada pula sebagian kaumnya yang mendustakan orang yang memberi peringatan & mereka tetap bertahan serta menetap di kampung itu sampai pagi hari.

Tapi sayangnya, pasukan musuh menyerbu & merusak kampung mereka di pagi hari. Itulah perumpamaan orang yang mematuhi & mengikuti ajaran yang aku bawa, serta perumpamaan orang yang durhaka & mendustakan kebenaran yang aku sampaikan. " [HR. Muslim No.4233]

Dan.....

"Perumpamaanku dengan umatku ialah bagaikan seorang yang menyalakan api. Maka serangga-serangga berterbangan menjatuhkan diri ke dalam api itu. Padahal aku telah berusaha menghalaunya. Dan aku, telah mencegah kamu semua agar tak jatuh ke api, tetapi kamu meloloskan diri dari tanganku" [HR. Muslim No.4234].

Demikianlah dakwah, bila disampaikan dengan cinta, maka akan berbuah cinta, walau awalnya kadang tak seindah yang di bayangkan.

Natar, 20 September 2016

By Ustadz Komiruddin Imron
 

Produk Pilihan

Paket 64 Sahabat Teladan Utama (64 ST.

Detail
Rekomondasi Blog