Kisah Hikmah Sygma Daya Insani

Riwayat Adzan

Riwayat Adzan

Oleh Savitry Indrawardhany | Jum'at, 06 April 2018 15:25 WIB | 29732 Views

Menanggapi kabar tentang adzan dan cadar yang sedang viral, saya langsung mengajak anak diskusi. Diskusi berlanjut membahas kisah riwayat adzan yang ada di buku Muhammad Teladanku.

Riwayat Adzan

Menanggapi kabar tentang adzan dan cadar yang sedang viral, saya langsung mengajak anak diskusi.

'U : Kalau 'Ulya malah senang dengar adzan. Bun. Mana bisa dibandingin ama nyanyian.

B : Gimana sih perasaan kamu kalau denger adzan?

'U : Kayak adeeeem gitu di hati Bun.... 'Ulya berasa ada rasa hangat di dada, kan mau ketemuan ama Allah (mata dan senyumnya khas orang sedang jatuh cinta).

B : Alhamdulilaah. Bersyukur ya Ya, kamu diberi nikmat seperti itu. Hatimu bisa senang mendengar adzan.

'U : Gimana ga senang sih Bun? Kan adzan itu indah Bun. Ngajak kita untuk menang. Lagian juga itu kan yang ngajarin Allah.

B : Emang kamu masih ingat ceritanya?

'U : Ingatlah. Ada di #MuhammadTeladanku kan. Judulnya Riwayat Adzan deh kalau ga salah. Jadi umat Islam mau mencarj cara gimana bisa ngumpulin umat. Kalau kaum nasrani kan pake lonceng. Yahudi pake terompet. Kaum Majusi pake api. Muslim kan harus beda. Para sahabat diskusi tuh. Eeh besoknya ternyata ada siapaaa gitu sahabat nabi kalau ga salah namanya Abdullah siapaa gitu 'Ulya lupa, dikasih mimpi kalau dia didatangi seorang laki-laki terus diajarin kalimat dalam adzan itu. Begitu bangun sahabat itu langsung menghadap Rasulullah saw dan menceritakan isi mimpinya. Rasul membenarkan mimpi itu terus minta sahabat itu mengajarkan ucapannya ke Bilal. Jadi deh Bilal yang pertama kali beradzan. Nah pas mendengar adzan itu Umar juga datang ke Rasulullah bilang kalau dia mimpi dengan isi yang sama.

B : Jadi,menurut kamu, Adzan itu apa?

'U : Adzan itu panggilan cinta dari Allah Bun. Allah langsung yang ajarin kalimatnya kan. Denger aja isinya. Kan bagus. Allah mau ketemu ama kita malah manggil dulu dan kita dikasih hadiah. Kan baik banget Allah. Jadi ya emang kita harus senang dong denger adzan.Itu hadiah.Siapa yang ga senang ama hadiah? 'Ulya sih suka. Apalagi ini langsung dari Allah.

B : Bagi hati yang hidup, mendengar adzan itu memang bikin seneng. Juga jadi pengingat ya, buat waktu shalat. Kalau Bunda malah suka kaget denger adzan. Waktu berasa cepat banget ya lewatnya.

'U : Makanya Bunda kalau sudah denger adzan, hape dilepas dong. Buku dilepas. Jangan dipegang terus. Itu kan juga godaan setan. Kan Allah yang ngasih rezeki. Shalat dulu. Bunda kan suka begitu tuh, ga langsung shalat kalau denger adzan. Padahal 'Ulya udah sering ingetin Bunda.

Plak plak plakkk... Kena lagi deh saya 😔🤐

'U : Mungkin karena itu juga kali ya Bunda suka marah-marah? Karena suka lama-lamain mulai shalatnya? Ga tepat waktu?

Astaghfirullah al'azhiim 😥😫. Entah siapa yang membimbing lidah 'Ulya untuk menegur saya dengan sangat telak seperti ini. Diamanahi anak yang qurrota a'yun itu hadiab dari Allah. Masya Allah.

'U : Mulai sekarang kita perbaiki yuk Bun..Bunda shalatnya tepat waktu lagi. Biar Allah makin sayang ama kita.
.
.
.

Di lain kesempatan, ketika Silmi ada di rumah, dia pun berkomentar:

S : Silmi pengen denger Bilal adzan. Bagus banget kali ya Bun.Gada yang bisa ngalahin deh.

B : Ya udah. Kan kamu bisa ketemuan ama Bilal. Bisa jadi tetangganya di surga malah. Kamu usahain aja. Minta ama Allah. Nanti kalau ketemu, minta deh Bilal buat adzan. Pasti dikasih tuh.

S : Silmi mah mau ketemu ama sahabat -sahabat lain juga nanti.

B : Kamu berani ga menyapa mereka kalau ketemu nanti di surga? (meledek dia yang cenderung kurang berani menyapa orang)

Dia hanya nyengir lebar. Tak menjawab😀 .

'U : Kalau 'Ulya mau ketemu ama Bunda Khadijah Bunda Aisyah dan Bunda Fathimah. Eh mau ketemu ama semua istri nabi dan anak-anaknya juga. Juga ketemu shahabat wanita semua. 'Ulya mau ngobrol ama mereka. Bisa kan Bun?

B : Bisa lah. Minta aja ama Allah. Kan Allah Maha Mengabulkan doa.Kamu tinggal usahakan semampu kamu deh. Biar layak jadi sahabatnya mereka.
.
.
.

Pembicaraan yang santai, tapi bermakna imani.
Alhamdulillaah. Ini salah satu tradisi kebaikan yang sedang dibangun di keluarga kami. 
Perintah Iqro itu memang berlaku sepanjang hidup, yang tujuannya agar kita tunduk bersujud kepada Allah, mendekat kepada Allah.
Nanti, pada akhirnya pemahaman dari membaca itu akan menjelma dalam sikap dan tindakan yang mulia. Akan menjelma dalam pilihan kalimat yang menenangkan, cerdas dan bernas. Ini yang disebut perkataan yang benar (qaulan sadiidan), qaulan tsaqiilan (perkataan yang berat-bobot imannya), juga qaulan layyinan (perkataan yang lemah lembut).

'Ulya, tanpa dia sadari, sedang mengasah kemampuan dirinya sebagai calon istri dan ibu dengan ketiga ucapan utama itu. Ia sedang mengasah karakter FATHONAH dan SHIDDIQ dengan santai di usia belianya.

Melihat perkembangannya, saya meyakini bahwa suatu saat insyaAllah ia akan tumbuh menjadi wanita berilmu pengayom umat kelak. Entah bagaimana caranya, saya berharap Allah akan mudahkan jalan 'Ulya menemukan peran khususnya kelak di dunia ini. Ia telah dikaruniai hati yang jernih, lembut dan penyayang. Itu modal besar untuk menjadi ahlullaah kelak, insyaAllah

Alhamdulillaah, kembali rasa syukur ini menyebar di dada. Setidaknya di anak-anak kami, mereka sudah memiliki bekal iman dan ilmu tentang syariat agama yang cukup di usia belianya.

Jadi mereka sudah bisa membedakan antara syariat agama dengan budaya lokal/dunia. Dan mereka sudah dibekali pemikiran 'first things first' dalam beramal.

Tentu saja mereka belum teruji di dunia nyata. Namun, di fase ini, setidaknya kami mencoba terus menumbuhkan fitrah beragama mereka dengan berbagai diskusi imani di rumah.

Jika setiap kejadian bisa menjadi hikmah bagi kita untuk bergegas kembali ke keluarga dan menguatkan pilar utama pembangun sebuah bangsa yang mulia..insyaAllah kejernihan hati mereka akan menjadi modal besar untuk bisa tahan banting menghadapi ujian hidup ini.

Rabbana hablana hukma wa alhiqna minashshalihin.Waj'alna lisaana shidqin fil aakhiriin.Waj'alna min warasari jannatinna'iim.

Laa hawla walaa quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhiim.

Aamiin.

-Iin Savitry, #BundaBidadari-

www.bundabidadari.sdi.id

#RiwayatAdzan
#PerintahShalat
#AdzanTandaCintaDariAllah
#SerialAnakBintang
#HomeEducation
#FitrahBasedEducation
#FitrahKeimanan
#FitrahBelajar
#Fiqih Qowwamah
#BringingFASTValuesIntoRealLife
#MenujuKeluargaQurani
#MenjadiAyahArtisBundaBidadaridanAnakBintang

Produk Pilihan

Paket 64 Sahabat Teladan Utama (64 ST.

Detail
Rekomondasi Blog