Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
BUKTI RASULULLAH SAW MENGAJARKAN UNTUK MENCINTAI DAN MENYAYANGI ANAK-ANAK

BUKTI RASULULLAH SAW MENGAJARKAN UNTUK MENCINTAI DAN MENYAYANGI ANAK-ANAK

Sejak masa mudanya, Rasulullah SAW amat mencintai anak-anak, sewaktu pulang dari perang badar, beliau mengajak Usamah, putra Zaid bin haritsah, naik unta bersama. Saat itu, Usamah berusia sepuluh tahun.
                Rasulullah SAW adalah kakek yang penyayang. Beliau sangat sering bermain dengan cucu-cucunya. Beliau memberikan Umamah, Putri Zainab dan Abu Al Ash, manarik-narik jubbah beliau sedang shalat. Bahkan, Rasulullah SAW membiarkan Umamah menunggangi punggung ketika beliau juga sedang shalat.
                Suatu hari, Rasulullah SAW pernah berkumpul dengan para istrinya. Beliau menggendong Umamah sambil mengeluarkan seuntai kalung.
                “Kalung ini akan ku berikan kepada orang yang paling aku cintai,”  kata Rasulullah SAW sambil memandang istrinya satu persatu.
                Para istri Rasulullah SAW saling memandang dengan memendam rasa berdebar. Siapakah diantara mereka yang akan mendapatkan kaling itu? Ketika Rasulullah SAW melihat candanya mengena, sambil tersenyum, beliau memberikan kalung itu kepada Umamah.
                Pada saat lain, Rasulullah SAW pernah dikencingi seorang bayi sampai baju beliau basah. Ibu sang anak merenggut anaknya dari gendongan Rasulullah SAW dengan keras. Melihat hal itu, Rasulullah SAW langsung berkata, “Air kencing ini bias dibersihkan, tetapi hati seorang anak yang dipukul akan tetap terluka.”
                Setelah itu, beliau pun melaksanakan shalat tanpa berwudu lagi. Beliau hanya mencipratkan air pada pakaian yang terkena kencing.
                Adik-adik tersayang, ada seorang anak yang sering dikunjungi Rasulullah SAW. Suatu saat, anak itu tampak murung karena burung peliharaannya lepas. Rasulullah SAW pun segera datang dan membuat anak itu tersenyum kembali. Rasulullahh SAW juga banyak menghabiskan waktu bermain dengan anak-anak kaum muslimin yang lahir di Negeri hitam Habasyah. Beliau tersenyum melihat mereka mengucapkan kata-kata dalam bahasa Habasyah yang terdengan lucu.


_Buku Muhammad Teladanku Jilid 5, Hlm. 4-5_








Kisah Hikmah Lainnya
Hindarilah Berburuk Sangka Terhadap Sesamamu
Hindarilah Berburuk Sangka Terhadap Sesamamu

Berburuk sangka termasuk laku yang salah, pemantik dosa. Ketika seseorang berburuk sangka dan sangkaannya itu benar, maka sama sekali ia tak akan mendapat pahala apapun. Sementara jika ia berburuk sangka dan sangkaannya itu salah, maka pasti atasnya perbuatan dosa. Betapa tak bermanfaatnya berburuk sangka, menstigmaisasi, dan menghakimi seseorang dari apa yang sedikit pengetahuan kita tentang dia.
Lebih dari sekedar dongeng pengantar tidur
Lebih dari sekedar dongeng pengantar tidur

Lebih dari sekedar dongeng pengantar tidur Yaitu Kisah nabi dan rasul

Nabi dan rasul adalah seseorang yang mulia yang merupakan utusan dari Allah yang menerima wahyu dari Allah dan menyampaikan ajarannya pada kaumnya.Jumlahnya pun sangat banyak,namun yang harus kita imani hanya 25 rasul saja

Siapa Sanggup Baca Kisah Ini?
Siapa Sanggup Baca Kisah Ini?

Oh, sungguh berat membaca kisah ini sampai tamat. Beberapa orang yang sudah membaca mengaku banjir air mata bahkan sejak jilid ke 3. Ini bukan novel roman yang penuh rayuan gombal. Juga bukan dongeng Sang Putri yang selalu berakhir bahagia. Ini kisah agung tentang seorang panutan. Kisah tentang siapakah ini?
Riwayat Adzan
Riwayat Adzan

Menanggapi kabar tentang adzan dan cadar yang sedang viral, saya langsung mengajak anak diskusi. Diskusi berlanjut membahas kisah riwayat adzan yang ada di buku Muhammad Teladanku.
Produk Pilihan
Paket 64 Sahabat Teladan Utama (64 ST
Rp 2.495.000
Rp 1.996.000

Rekomendasi Blog
Shalat di Tempat Nonmuslim
Jum'at, 20 September 2013 09:11 WIB

sygmadayainsani.co.id - Shalat di Tempat Nonmuslim - Salah satu keistimewaan yang diberikan Allah kepada umat Nabi Muhammad saw dan tidak diberikan kepada umat-umat terdahulu adalah dijadikannya bumi ini sebagai masjid (tempat beribadah) oleh Allah Swt. Sehingga hukum tanahnya suci dan menyucikan.