Kisah Hikmah Sygma Daya Insani

Mukjizat Terbesar Rasulullah saw

Mukjizat Terbesar Rasulullah saw

Rabu, 03 April 2019 15:50 WIB | 28530 Views

Pada suatu malam dengan suasana yang begitu senyap, dan diiringi dengan angin dingin yang hembusannya sampai terasa begitu amat menusuk tulang. Pada saat itulah Rasulullah saw dikejutkan dengan kedatangan tamu agung. Dengan menuntun seekor binatang yang berwarna putih bersinar, dan belum pernah Rasulullah lihat sebelumnya. Gerangan apakah yang tamu agung tersebut hendak lakukan dengan kedatangannya menemui Rasulullah???

Malam itu tepat pada tanggal 27 Rajab, dalam keadaan berbaring disekitar Baitullah dan dalam keadaan antara tidur dan tersadar, tamu agung dengan wajahnya yang terlihat putih, bersih dan bercahaya tersebut, datang menyampaikan maksud kedatangannya. Ia adalah malaikat Jibril, dengan segera berkata

"Engkau akan diperjalankan menuju langit oleh Allah dari masjidil Aqsa" ujar malaikat Jibril.

Sebelum diberangkatkan, malaikat Jibril terlebih dahulu membedah perut Rasulullah, kemudian mengeluarkan hati beliau, lalu mencucinya dengan air Zamzam yang berada dalam tempat dari emas, yang akhirnya hati Rasulullah saw dipenuhi dengan Iman dan Hikmah.

"Naiklah, jangan takut", Ia akan membawamu ketempat tujuan seperti yang hendak Robb-Mu tunjukkan kepadamu. Beliapun menaiki binatang yang bernama Buraq tersebut, binatang tersebut berasal dari surga, dinamakan Buraq karena mampu terbang secepat kilat (barq).

Pada malam itu sebelum Rasulullah tiba di Masjidil Aqsa, beliau singgah ke Yatsrib (Madinah) tempat beliau akan hijrah, lalu singgah ke puncak gunung sinai, Betlehem (tempat kelahiran nabi Isa). Lalu sampailah beliau dibawa oleh Buraq menuju Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa. Peristiwa inilah yang dinamakan ISRA' 

Sebelum melanjutkan perjalanan ke langit, Rasulullah saw dijamu dengan dua gelas minuman. Satu gelas berisi Khamar, dan gelas lainnya berisi susu. Dengan segera Rsaulullah saw memilih susu.

"Pilihanmu menunjukan fitrah yang kamu dan kaummu pilih", kata Malikat Jibril.

Peristiwa ini diabadikan pada surah Al Israa' yang berbunyi: "Maha suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda tanda( kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia maha Mendengar, Maha Melihat.(QS. Al Israa' : 1)

Kemudian malaikat jibril bersama Rasaulullah saw yang mengendarai Buraq melanjutkan perjalanan menuju langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha. Dilangit pertama beliau bertemu dengan nabi Adam a.s, dilanjutkan menuju langit kedua dan beliau bertemu nabi Isa a.s dan nabi Yahya a.s. Dilangit ketiga beliau bertemu nabi Yusuf a.s, dilanjutkan menuju langit keempat, dan beliau bertemu nabi Idris a.s. Lalu bertemu nabi Harun a.s, dilangit kelima. Sampai tiba dilangit keenam, beliau bertemu nabi Musa a.s.

Nabi Musa a.s menangis tatkala Rasulullah saw datang menemuinya, lalu berkatalah Rasulullah saw. "Apa yang membuatmu menangis wahai nabi?", aku teringat umatku yang begitu amat banyak, namun hanya sedikit yang menjadi mempercayaiku, sedangkan engkau begitu amat banyak umat yang mengikutimu", ucap nabi Musa a.s.

Beliau melanjutkan perjalanan menuju langit ketujuh, dan bertemu dengan Nabi Ibrahim. "Ini adalah bapakmu. Berilah salam kepadanya,"  kata Malaikat Jibril. Rasulullah kemudian memberikan salam kepada Nabi Ibrahim, lalu Nabi Ibrahim lalu beliau membalasnya, "Selamat datang anak yang sholih dan nabi yang sholih.

Melanjutkan perjalanan ke Sidratul Muntaha untuk menemui Allah swt, dalam peristiwa itu Rasulullah diperintahkan untuk mendirikan shalat 50 kali dalam sehari. Setelah mendapatkan perintah, kemudian beliau hendak turun ke Bumi, di tengah perjalanan beliau bertemu degan Nabi Musa. Lalu nabi Musa berkata, "kembalilah kepada Allah, mintalah keringanan, karena aku lebih tahu tentang manusia daripada kamu". Lalu Rasulullah kembali menemui Allah dengan terlebih dahulu bertanya kepada Malaikat Jibril. 

Kembali Nabi Musa berkata, "mintalah lagi keringanan, karena umatmu tak akan sanggup". Beliau kembali menghadap Allah setelah menerima saran Nabi Musa, yang sebelumnya beliau diberikan keringanan untuk mengerjakan Sholat sebanyak 40 kali dalam sehari, begitu seterusnya sampai akhirnya untuk yang kesekian kali Nabi Musa berkata hal yang sama, Rasulullah menjawab berbeda kali ini, "Aku malu untuk kali ini, aku terima ketetapan shalat lima watu, dan aku telah menerimanya dengan baik". Ucap Rasulullah saw kepada Nabi Musa a.s. Lalu tiba tiba terdengar suara yang berseru.

"Sungguh, aku telah putuskan kewajiban dari-Ku ini. Aku telah merringankan buat hamba-hamba-Ku dan Aku balas setiap satu kebaikan (Shalat) dengan sepuluh balasan (pahala). Rasulullah menerima dengan kerendahan hati dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk mengerjakan Shalat lima waktu dalam sehari.

Inilah peristiwa terbesar dalam sejarah Rasulullah dalam menerima perintah dari Allah swt, untuk disampaikan kepada umatnya, betapa Rasulullah selalu memikirkan kebutuhan dan kesanggupan umatnya, sampai beliau mengesampingkan rasa malu untuk meminta kepada Allah yang lebih ringan daripada lima waktu tersebut. Peristiwa inilah yang dinamakan MI'RAJ.

Bagaimana dengan hari-hari kita saat ini, apakah makna dari peristiwa ISRA' MI'RAJ ini tidak menimbulkan rasa kerinduan kita kepada Rasulullah? untuk mendengarkan langsung dari beliau, tentang betapa amat menakjubkannya peristiwa perjalanan satu malamnya sampai akhirnya Rasulullah saw tiba kembali lagi ke Bumi ketika menjelang subuh.

Semoga kisah hikmah ini menggerakan qolbu kita sebagai umat Nabi Muhammad saw, untuk selalu beribadah dan menjadi muslim yang kaffah. Barakallahu Fikum.