Kisah Hikmah Sygma Daya Insani

Haji Wada

Haji Wada

Oleh Reni Haerani | Selasa, 13 September 2016 05:35 WIB | 14252 Views

Sudah berulang kali membaca kisah ini tapi reaksinya selalu sama, membuat mata ini germis (meminjam kata-kata seseorang ). Hati ini selalu bergemuruh, dengan perasaan campur aduk, membayangkan kebahagiaan kaum Muslimin yang dapat merasakan ibadah haji bersama dengan suri tauladan kita Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam. Rasa rindu yang teramat dalam terhadap sosok beliu yang begitu agung dan mulia.

HAJI WADA Sudah berulang kali membaca kisah ini tapi reaksinya selalu sama, membuat mata ini germis ( meminjam kata-kata seseorang ). Hati ini selalu bergemuruh, dengan perasaan campur aduk, membayangkan kebahagiaan kaum Muslimin yang dapat merasakan ibadah haji bersama dengan suri tauladan kita Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam. Rasa rindu yang teramat dalam terhadap sosok beliu yang begitu agung dan mulia. Ya kisah tentang haji terakhir bersama Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam. 

Ketika wukuf di Arafah, beliau menyampaikan khutbahnya yang disaksikan sekitar 144 kaum Muslimim yang untuk pertama kalinya menjalankan ibadah haji tanpa bercampur dengan kaum Musyrikin. Pada saat itu ayat terakhir Al Qur'an turun.

“... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku- cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.Al-Maidah(5):3).

Dari potongan ayat di atas, kata “Kusempurnakan ..” yang dimaksud adalah sempurna dalam kewajiban dan hukum. Berarti dibawah pengawasan langsung Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam dan Madinah sebagai pusat pemerintahannya, maka kaum Muslimin pun dengan tenang dapat menjalankan hak dan kewajiban mereka sesuai dengan hukum Islam yang telah benar-benar sempurna.

Tapi hal ini justru membuat Umar bin Khattab menangis, alsannya tidak lain karena apabila sesuatu telah sampai pada titik kesempurnaan, maka yang akan datang adalah suatu kemunduran. Selain itu, apabila agama ini telah benar-benar sempurna maka ini berarti tugas Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam telah usai dan masa perpisahan telah dekat. Tidak ada yang mampu menahan kesedihan ini, hampir semua sahabat menangis, gelisah dan ketakutan saat membayangkan hari-hari kedepan tanpa Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam.  Dan memang demikianlah keadaannya.

Beberapa hari kemudian Rasullullah sholallohu 'alaihi wa sallam pun mulai sakit. Itu artinya masa perpisahan itupun telah tiba. Baru sampai disini saja mata ini sudah sembab, tidak mampu menahan butiran-butiran air mata yang tetiba mengalir membasahi pipi. Hati pun meronta-ronta memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. untuk di berikan kesempatan dipanggil menajadi tamu-Nya, menunaikan ibadah haji dan menapaki jejak-jejak sejarah perjuangan Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam dalam menegakkan agama tauhid ini.

Dan berharap besar bisa menjadi bagian dari perjuangan untuk bisa meraih lagi masa kegemilangan Islam di akhir zaman seperti yang telah di sampaikan Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam

"Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”. [HR. Imam Ahmad]

Aamiin yaa mujibassaailiin..

Comments
Produk Pilihan

Paket Buku Pintar Iman & Islam (B.

Detail
Rekomondasi Blog