Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

Kata Kak Seto Tentang Berani Bicara dan Kreatif

Kata Kak Seto Tentang Berani Bicara dan Kreatif

Oleh Ida Ayu Zubaedah | Kamis, 02 November 2017 10:52 WIB | 58094 Views

"Saat ini banyak orang tua yang jarang membacakan dongeng kepada anak, padahal anak yang secara rutin mendengarkan dongeng bisa melatih anak supaya berani bicara dan kreatif" hal ini disampaikan oleh Kak Seto sebagai ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia saat menjadi pembicara dalam workshop minat baca di Jawa Timur.

"Saat ini banyak orang tua yang jarang membacakan dongeng kepada anak, padahal anak yang secara rutin mendengarkan dongeng bisa melatih anak supaya berani bicara dan kreatif" hal ini disampaikan oleh Kak Seto sebagai ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia saat menjadi pembicara dalam workshop minat baca di Jawa Timur.
 
Kak Seto melanjutkan "membacakan dongeng kepada anak itu sangat penting dan mendukung perkembangan pertumbuhan anak. Mendongeng juga melatih berkomunikasi, merangsang kreativitas, melatih perkembangan moral, bahasa, emosi, dan mengembangkan proses identifikasi serta merangsang minat baca anak". Ketika orangtua kini sibuk dengan aktifitas masing-masing dan tidak mau meluangkan waktu untuk mendongeng kepada anaknya, maka hasilnya adalah seperti anak-anak saat ini yang cenderung pendiam tak aktif bicara dan canggung dalam komunikasi dan interaksi, asik dengan gadget dan kesendirian.
 
Kak Seto mencontohkan bagaimana putri Kerajaan Inggris, Lady Diana selalu membacakan dongeng kepada anaknya. Memang menjadi tantangan bagi orangtua bagaimana bisa mendongeng kepada anaknya secara kreatif dengan menguasai bahan yang disampaikan di sebuah buku sehingga anak akan tertarik untuk menyimak dan terbuai dalam alur cerita yang disampaikan, ditambah dengan intonasi dan ekpresi dari orangtua ketika mendongeng akan mampu membuka area imajinasi anak untuk bebas mendeksripsikan situasi dalam cerita yang disampaikan.
 
Koleksi buku Sygma Daya Insani sangat selaras dengan penjelasan kak Seto, misalnya paket buku 24 Nabi dan Rasul berusaha menyajukan kisah-kisah Nabi dengan ilustrasi gambar yang menarik, yang bisa membuka ruang kreatifitas kepada orang tua dalam menyampaikannya, sehingga anak akan mau menyimak dengan antusias dan nilai-nilia kebaikan bisa tersampaikan sejak dini.
 
Selain nilai-nilai yang mulia dalam kisa para Nabi, buku-buku Sygma Daya Insani juga akan memperkenalkan budaya membaca yang mengasyikan kepada anak, bahka kepada anak yang baru berusia 2 tahun pun sudah dapat digunakan untuk membaca bersama secara interaktif. Dengan memegang tangan anak kita menunjuk gambar-gambar berwarna sambil kita terus menceritakan isi dari buku akan menjadi momen yang sangat spesial dengan anak-anak kita. Dan tentu jika sudah diberikan nuansa membaca sara mengasyikan sejak dini akan menjadi bekal untuk bisa asyik membaca dan semangat belajar di masa sekolah nanti.
 
Memperkenalkan membaca dengan metode dongeng dengan buku bergambar sangat efektif untuk anak balita, menurut Juel (1988) bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan. Jika ditambah dengan gambar-gambar ilustrasi akan mempermudah anak untuk memahami antara kata dan arti kata, karena ini merupakan perpaduan pembelajaran antara otak kiri dalam mengolah kata dan tulisan, serta otak kanan yang mengolah gambar dan warna.
 
Menumbuhkan minat membaca kepad anak meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca dan kesadaran akan manfaat membaca. Peran orangtua sangat penting dalam proses menumbuhkan minat membaca anak, artinya kita sebagai orangtua pun harus menyiapkan waktu secara intensif dan frekuensi yang cukup untuk menumbuhkan kesadaran kepada anak mengenai manfaat membaca. (Idz)
 

Parenting dan Anak Lainnya