Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

Mau Anak Rajin Solat? Ini 5 Cara Agar Anak Mau Solat 5 Waktu

Mau Anak Rajin Solat? Ini 5 Cara Agar Anak Mau Solat 5 Waktu

Oleh administrator | Kamis, 23 November 2017 11:20 WIB | 84988 Views

Semua orang tau solat adalah tiang agama dan itu adalah kewajiban. Tapi berapa banyak orang yang melakukan solat sebagai bentuk rasa syukur karena Allah telah memberikan segalanya kepada kita. Ayah Bunda yang dirahmati Allah, betapa rindu dan bahagianya ya jika kita memiliki anak-anak yang rajin sholat. Subhanallah, anugrah yang luar biasa.

Semua orang tau solat adalah tiang agama dan itu adalah kewajiban. Tapi berapa banyak orang yang melakukan solat sebagai bentuk rasa syukur  karena Allah telah memberikan segalanya kepada kita. Ayah Bunda yang dirahmati Allah, betapa rindu dan bahagianya ya jika kita memiliki anak-anak yang rajin sholat. Subhanallah, anugrah yang luar biasa.
 
Sholat adalah ibadah yang harus kita kerjakan dalam kondisi apapun. Bahkan saking wajibnya sholat dilakukan dengan berbagai kondisi. Jika sakit bisa sambil duduk, jika masih belum kuat dikerjakan bisa sambil berbaring. Karena sholat merupakan tiang agama, pembeda antara orang muslim dan kafir, sholat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab di akherat kelak, mencegah sesorang dari perbuatan keji dan munkar. Bagaimana caranya?
 
1.Contoh atau keteladanan (Al-Qudwah).
Ayah Bunda, contoh atau keteladanan dari kita sebagai orang tua dan Guru sangatlah penting. Karena kita adalah cermin hidup bagi anak-anak kita. Oleh sebab itu jangan sampai kita menyuruh anak kita sholat tapi kita masih asyik di depan TV, atau menyuruh anak kita sholat ke masjid tetapi kita masih sibuk dengan HP. Ingat, apa yang kita lakukan dilihat dan direkam oleh anak-anak kita.
 
2. Nasehat penuh Cinta (Al-Mau’idzah).
 Ayah Bunda yang baik, ketika kita sudah memberi contoh dan keteladanan untuk anak-anak kita, jangan lupa iringi dengan nasehat dan arahan yang Islami ketika anak kita lupa sholat, atau menunda, atau sholatnya terburu-buru, habis sholat lantas jalan tanpa diikuti dzikir dan doa terlebih dahulu. Karena kesalahan-kesalahan yang didiamkan bisa menjadi kebiasaan karena anak merasa itu bukan sebuah kesalahan, dan yang lebih parah lagi apabila kesalahan-kesalahan itu akhirnya menjadi penyakit hati. Na’udzubillahimindzalik.
 
3. Pembiasaan / pengkondisian (Al-‘Aadah).
Ayah Bunda, Insya Alloh ketika keteladanan dan nasehat sudah kita lakukan jangan lupa pembiasaan agar semua kebaikan dan sifat-sifat terpuji yang sudah kita tanamkan, khususnya sholat ini menjadi kewajiban rutin bahkan kebutuhan yang harus dipenuhi. Caranya bisa dengan bersegera mengambil air wudhu ketika adzan terdengar, hentikan semua aktivitas dan kerjaan, matikan televisi, terus sholatnya selalu berjama’ah, yang laki-laki sholat berjama’ah di masjid.
 
4. Kontrol yang terus menerus (Al-Mulahadzah).
Ayah Bunda, kontrol dan pengawasan yang cermat perlu kita lakukan agar keteladanan yang kita tunjukkan , nasehat yang rutin kita sampaikan serta pembiasaan yang sudah kita tanamkan efektif maka kita perlu mengontrol secara terus menerus tanpa henti, sehingga ketika anak mulai mengendur kita bisa sharring atau discuss dengan buah hati kita.
 
5. Hukuman yang mendidik ( Al-‘Uqubah).
 Dan jika keempat langkah di atas sudah kita lakukan Ayah dan Bunda, maka barulah langkah terakhir kita antisipasi yaitu dengan memberikan hukuman yang berdampak menimbulkan efek jera dan bertujuan mendidik atau bersifat konstruktif. Miisalnya : jika sholat Subuh kesiangan tidak mendapat uang jajan, Semoga informasi di atas bermanfaat ya Ayah Bunda. Jika Ayah Bunda sudah membaca artikel ini mohon berkenan untuk share dengan masukan dan saran serta memberi penilaian
 
 

Parenting dan Anak Lainnya
Produk Pilihan

Paket Wahana Bermain Anak Cerdas (WBA.

Detail
Rekomondasi Blog