Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

4 Alasan yang Harus Diketahui Ayah Bunda Mengapa Anak  Enggan Bercerita

4 Alasan yang Harus Diketahui Ayah Bunda Mengapa Anak Enggan Bercerita

Oleh irawati | Selasa, 28 November 2017 10:54 WIB | 61781 Views

Kejadian pulang sekolah .... "hai dek tadi belajar apa?" "Ya sama kayak kemarin lah ma" Mama bertanya lagi "gimana tadi di sekolah" Adek jawab "ya gitulah ma" Mama masih penasaran dan melanjutkan pertanyaannya "kabar teman teman adek hari ini" Adek menjawab "ya asyik asyik aja" dan kemudian si adik pergi begitu saja, serta tinggallah mama yang gigit jari hehe 😁

Kejadian pulang sekolah ....
"hai dek tadi belajar apa?"
"Ya sama kayak kemarin lah ma"
Mama  bertanya lagi "gimana tadi di sekolah"
Adek jawab "ya gitulah ma"
Mama masih penasaran dan melanjutkan pertanyaannya  "kabar teman teman adek hari ini"
Adek menjawab "ya asyik asyik aja" 
dan kemudian si adik pergi begitu saja, serta tinggallah mama yang gigit jari hehe 😁
 
Ayah bunda sering kali  kita berharap anak2 akan bercerita banyak hal pada kita tentang kegiatannya.  Akan tetapi mereka tidak mampu melakukannya...
 
Kenapa bisa terjadi seperti ini ? Ada 4 hal yang harus kita perhatikan
 
1. Anak tidak memiliki minat bercerita dan bonding yang cukup dekat secara emosi dengan kita, sehingga merasa kurang nyaman berbagi cerita dengan orang tuanya. Mereka merasa lebih nyaman curhat dengan teman seusia mereka atau peer group
 
2. Anak tidak memiliki ketrampilan berbahasa yang cukup memadai untuk mengungkapkan ceritanya,  sehingga kalau diajak berkomunikasi kurang mampu memberikan respons seperti yang kita harapkan.
 
3. Anak tidak biasa berbagi cerita, karena memang tidak terbiasa dan juga jarang berkomunikasi.  Apabila  berkomunikasi dengan kita, mungkin sekedar perlu untuk menyampaikan kebutuhan dan keinginannya saja.
 
4. Selama ini kita tidak menyadari bahwa anak anak hanya kita ajarkan berbicara,  tapi bukan berbahasa. Ada hal mendasar belajar bicara dan belajar berbahasa.  Saat anak belajar berbicara mereka hanya belajar mengeluarkan suara dan menirukan suara serta bunyi. Baik itu dalam bentuk kosa kata dan bunyi bunyi lainnya tanpa memperhatikan kaidah aturan dalam berbahasa,  yang memiliki S,P,O dan K serta etika dalam berbahasa. Sedangkan dalam berbahasa terikat aturan baku tata bahasa, etika, sehingga makna informasi yang ingin disampaikan diterima dengan jelas, tepat dan benar.

apa yaa solusi untuk anak seperti ini?

Parenting dan Anak Lainnya