Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
Sering Tidak Diperhatikan, Ini 5 Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Kecil

Sering Tidak Diperhatikan, Ini 5 Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Kecil

Saat memiliki seorang anak, orang tua memiliki kewajiban besar untuk menjadikan mereka sosok orang yang baik di masa kini dan masa depan. Nah, salah satunya adalah menumbuhkan sikap dan perilaku positif sejak dini. Memang dalam menumbuhkan perilaku positif pada anak ini adalah hal yang tak bisa dianggap enteng. Tapi jika diniati dan dilakukan dengan baik, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang positif sesuai dengan harapan.
Ingatlah bahwa orangtua harus mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Dalam hal ini peran penting orangtua tentu saja tidak sebatas memberikan arahan, melainkan menjadi contoh yang baik bagi anak. Perlu kita ketahui bahwa sifat dasar anak adalah meniru, maka dari itu berperilaku yang baik adalah salah satu kunci keberhasilan untuk membentuk kepribadian positif pada anak. Karen itu, tak heran jika ada istilah buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Berikut ini beberapa cara membangun prilaku positif pada anak sejak usia dini yang bisa diterapkan para orang tua:
1. Jadilah Orang Tua Teladan Bagi Anak
Sikap dan juga perilaku orang tua menjadi cerminan dan contoh bagi anak-anak. Jadi, secara tidak langsung anak-anak akan merekam dan mengawasi setiap perilaku yang dilakukan oleh orang tua mereka, baik itu perilaku baik atau buruk. Oleh karena itu, sebelum kita mengajarkan perilaku positif pada anak, sebaiknya berikan contoh yang baik terlebih dahulu pada mereka, agar kita menjadi orang tua yang kredibel dan dipercaya oleh anak. Dan dengan begitu maka anak-anak akan lebih mudah untuk memahami apa yang orang tua maksud.
2. Berikan Pujian Untuk Anak
Ingat, setiap manusia suka dengan pujian saat mereka memperoleh keberhasilan. Jadi, jangan ragu untuk memberikan pujian jika anak kita memang layak mendapatkannya. Jadi, sebagai orang tua jangan hanya memberikan kritikan ketika si kecil melakukan kesalahan saja. Namun sebaiknya kita juga memberikan pujian untuk si kecil ketika melakukan suatu hal yang baik. Karena dengan begitu maka anak-anak akan terpacu untuk selalu berbuat baik dan meningkatkan diri mereka. Tanpa disadari juga bahwa pujian kecil yang kita lontarkan menjadi penyemangat besar bagi si kecil.
3. Tunjukan Bagaimana Perasaan Kita Pada Si Kecil
Empati adalah salah satu hal yang dibutuhkan dalam membangun perilaku positif pada anak. Jadi, cobalah untuk menunjukkan bagaimana perasaan kita pada si kecil. Misalnya saja mom mengatakan bahwa mommy sangat sedih ketika si kecil melakukan kesalahan. Karena dengan begitu, kita akan mengajak anak untuk berpikir dan berempati, bagaimana caranya agar ibunya tidak sedih lagi karena dia.
4. Jadilah Pendengar Yang Baik
Mau mendengarkan segala hal dengan baik menjadi salah satu kunci untuk berkomunikasi dengan baik antara orang tua dan anak. Cara ini juga akan membuat anak merasa dihargai dan diperhatikan. Dalam hal ini kita bisa memberikan solusi atas apa yang dirasakan oleh anak sehingga secara tidak langsung kita mengerti dengan perasaan anak.
5. Menepati Janji
Salah satu cara mengajarkan anak untuk konsisten dengan komitmen adalah dengan menepati janji. Jadi setiap janji yang telah kita utarakan pada anak sebaiknya ditepati. Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu cara agar anak menghormati serta mempercayai kita sebagai orangtua. Dan secara tidak langsung perilaku kita ini akan ditiru oleh si kecil.
Menerapkan perilaku positif yang baik pada anak memang harus dilakukan secara bertahap dan hati-hati ya mom. Ingat, jangan terlalu memaksakan kehendak kita pada anak, namun arahkan dengan lembut melalui perilaku positif kita sendiri yang akan menjadi contoh pada si kecil.
 
Sumber : https://www.arrahman.id/








Parenting dan Anak Lainnya
Dengan RaTU, Membacakan Buku Jadi Tambah Seru
Dengan RaTU, Membacakan Buku Jadi Tambah Seru

Tambahkan RaTU di pilihan buku yang akan dibacakan, maka aktivitas membacakan buku akan lebih seru.
Long Distance Parenting
Long Distance Parenting

Bunda, akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah LDR (Long Distance Relationship), kadang juga kondisi LDR dengan pasangan disertai dengan situasi LDP (Long Distance Parenting). Bahkan sesekali si anak harus dititipkan pada sang nenek karena orang tuanya yang tidak ada di tempat. Mungkin Dinas Luar Kota bahkan ke Luar Negeri sementara Sang Ibu Mungkin sedang meneruskan study di kota lain atau mungkin juga di negara lain. Pastinya hal ini tidak mudah ya bunda.. Pada dasarnya tidak ada keluarga yang menghendaki situasi seperti ini. Namun terkadang situasi tidak selalu ideal. Mungkin di bawah ini ada beberapa tips untuk kondisi LDP maupun LDR, yuk simak!
Membacakan Buku Sedari Dini
Membacakan Buku Sedari Dini

Mengapa membacakan buku untuk anak itu penting? Apa manfaatnya?
HAL YANG SERING TERLUPAKAN OLEH IBU KEPADA ANAK
HAL YANG SERING TERLUPAKAN OLEH IBU KEPADA ANAK

Satu hakikat lagi yang tidak diperdebatkan oleh dua orang bahwa masa yang dibutuhkan oleh seorang anak untuk bisa mandiri atau masa kekanak-kanakan anak manusia lebih panjang daripada makhluk hidup yang lain, diawali dengan kehamilan, melahirkan dan menyusui terjalin ikatan emosional antara ibu dengan anak yang tidak ada duanya, ini artinya interaksi anak dengan ibu dalam fase-fase tersebut relatif lebih intens, karenanya anak banyak mengambil dan belajar dari ibu dalam masa-masa tersebut khususnya masa-masa balita dan sekolah dasar, lebih-lebih masa pra sekolah, ibunya yang melatihnya duduk, berdiri, dan berjalan, ibulah yang mendekap dan menggendongnya jika dia jatuh ketika berlatih berjalan, ibulah yang melatihnya berbicara, memanggil mama, papa, ibulah yang menyuapinya sekaligus melatihnya cara-cara makan, ibulah yang dan seterusnya.
Produk Pilihan
Paket Buku Pintar Iman & Islam (B
Rp 3.350.000
Rp 2.680.000

Rekomendasi Blog
Apakah yang Dimaksud Dengan Doa Anak Soleh?
Kamis, 23 Maret 2017 09:54 WIB

Ayah Bunda sering kita mendengar hadist bahwa amal para hamba terputus kecuali 3 hal yaitu sedekah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang soleh. Kali ini kita akan membahas mengenai doa anak yang soleh. Apa maksud anak soleh yang mendoakannya? Dalam kitab Aunul Ma’bud, Syarh Sunan Abi Daud, disebutkan dua keterangan ulama tentang makna anak soleh dalam hadis ini,