Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

ANAK BALITA TANTRUM? BERBAHAGIALAH

ANAK BALITA TANTRUM? BERBAHAGIALAH

Oleh Nur Alfia Ekawati | Minggu, 25 Maret 2018 19:50 WIB | 36709 Views

Anak balita tantrum selalu menjadi momok bagi orangtua, terutama para ibu. Seringkali anak tantrum membuat para ibu stres dan akhirnya melakukan segala cara untuk menghentikan tantrum. Salah satu cara efektif mengatasi tantrum pada balita adalah dengan BERBAHAGIA. Bagaimana caranya?

Anak balita tantrum selalu menjadi momok bagi orangtua, terutama para ibu. Seringkali anak tantrum membuat para ibu stres dan akhirnya melakukan segala cara untuk menghentikan tantrum. Ada yang dengan bentakan atau sebaliknya menuruti segala kemauan anak. Emosi dibalas dengan emosi. Rajukan diganjar dengan pengabulan keinginan. Apa yang terjadi selanjutnya? Bukannya menyelesaikan masalah, namun tindakan tersebut justru memicu dan memperparah tantrum-tantrum selanjutnya. Tantrum akhirnya menjadi alat bagi anak supaya bisa mendapatkan semua keinginannya. Jika diselesaikan dengan emosi, selain mudah rewel, anak juga akan kesulitan mengendalikan emosinya. Emosi menjadi tidak stabil dan anak cenderung menjadi temperamental.

Salah satu cara mengatasi tantrum yang aman bagi perkembangan anak adalah dengan BERBAHAGIA. Jika anak Anda tantrum, berbahagialah. Bagaimana BAHAGIA bisa membantu Anda mengatasi tantrum pada anak? Sebelum sampai pada penjelasan kenapa BAHAGIA bisa mengatasi TANTRUM, simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Temper Tantrum?

Sebelum membicarakan solusi, kita harus paham dulu apa itu Temper Tantrum. Temper Tantrum atau biasa disebut Tantrum merupakan letupan emosi berupa perilaku agresif yang tak terkendali. Tantrum muncul sebagai luapan rasa kecewa anak karena gagal mendapatkan apa yang diinginkannya. Letupan emosi anak ini biasanya ditampilkan secara agresif terhadap orang lain seperti memukul, menendang, menggigit, dsb. ataupun pada diri sendiri dengan menyakiti dirnya. Dapat pula ditampilkan secara pasif seperti ngambek, menarik diri, dll.

Anak-anak yang memiliki masalah tantrum umumnya yang berumur antar 2-4 tahun. Seiring bertambahnya usia anak, tantrum akan berkurang dengan sendirinya. Tantrum yang normal berlangsung maksimal 15 menit dan terjadi kurang dari 5 kali per minggu. Orangtua perlu waspada jika tantrum berlanjut setelah anak berusia lebih dari 4 tahun dengan perilaku agresif yang cenderung menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

Penyebab Temper Tantrum

Tentunya tantrum tidak akan muncul begitu saja. Ada beberapa penyebab yang harus diketahui dan dikenali oleh orangtua, karena pemecahan masalah tantrum terbaik adalah dengan mengatasi penyebabnya. Beberapa penyebabnya di antaranya adalah:

1. Pola pengasuhan

Pola pengasuhan yang kurang tepat akan membuat anak lebih mudah mengalami tantrum, seperti:

  • penerapan displin pada anak yang tidak konsisten
  • kritik yang terlalu banyak pada anak
  • sikap orang tua yang terlalu protektif atau terlalu lalai
  • perhatian dan cinta yang kurang dari orang tua
  • persaingan antar saudara yang tidak ditangani dengan baik

2. Perkembangan anak

Tumbuh kembang anak juga dapat menjadi penyebab tantrum pada anak, di antaranya adalah:

  • Kemampuan bicara yang minim; tantrum seringkali muncul pada anak yang kemampuan bicaranya belum berkembang dengan baik sehingga belum mampu mengungkapkan keinginannya dan perasaannya.
  • Kemampuan untuk mandiri yang masih kurang; tantrum juga sering terjadi pada anak yang belum mandiri sehingga mereka membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.

3. Penyebab Umum Lain

Beberapa penyebab tantrum lain di antaranya adalah:

  • Lapar
  • Lelah
  • Bosan

Cara Mengatasi Anak Tantrum

Setelah mengetahui apa itu tantrum dan penyebabnya, sekarang marilah kita cari solusinya. Hal terpenting dalam mengatasi tantrum adalah pola pikir dan sikap orang tua. Tantrum akan lebih mudah ditangani saat orangtua berada dalam kondisi emosi yang stabil dan pikiran yang positif. Hal ini akan berpengaruh pada tindakan yang dilakukan orangtua untuk mengatasi tantrum. Inilah pentingnya orangtua untuk selalu BERBAHAGIA. Jika orangtua selalu merasa bahagia, maka otomatis pikiran, sikap dan tindakannya akan selalu positif.

Jika pikiran sudah positif, maka Anda bisa melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menangani tantrum. Tindakan yang harus dilakukan orangtua saat anak tantrum di antaranya adalah:

1. Tetap Sabar dan Tenang

Untuk menghadapi anak tantrum, orangtua harus tetap sabar dan tenang. Emosi orangtua tidak boleh terpancing sehingga ikut marah dan membentak. Amarah, teriakan dan bentakan tidak akan membantu anak mengendalikan emosinya, malah justru memperparah fase tantrum. Saat anak, seiring pertambahan usianya, seharusnya sudah bisa mengelola emosi, justru masih suka merajuk dan selalu memaksa orang lain untuk menuruti segala kemauannya. Dengan sikap sabar dan tenang, anak akan meniru bagaimana orangtua mengelola emosinya.

2. Membantu Anak Mengenali Emosinya

Penyebab anak tantrum di antaranya adalah masih minimnya kosakata yang dimiliki anak untuk mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Tugas orangtua adalah mengajari anak untuk mengenali emosi mereka dan memberikan kosakata yang diperlukan anak untuk mengungkapkan keinginannya. Dalam hal ini orangtua harus peka dengan kebutuhan fisik dan emosional anak.

3. Menenangkan Anak

Saat anak tantrum, orangtua harus menenangkan anak dengan pelukan atau usapan lembut di punggung. Saat menenagkan anak yang tantrum, emosi orangtua harus stabil dan terkontrol. Orangtua harus tetap sabar dan tenang. Jika orangtua sabar dan tenang, maka tantrum akan mereda lebih cepat.

Demikianlah beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orangtua saat anak tantrum. Orangtua harus selalu BAHAGIA untuk membuat pikiran selalu dalam keadaan positif. Bahagia bisa diciptakan dengan selalu mensyukuri segala nikmat yang sudah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nikmat hidup, keimanan dalam Islam, dan anak yang sekaligus jadi amanah. Dengan selalu mensyukuri segala hal dalam hidup kita, maka kebahagiaan akan selalu mengiringi kita. Semoga kita diberi kekuatan untuk menerima dan merawat amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebaik-baiknya, karena sesungguhnya apa yang kita ajarkan pada anak akan dimintai pertanggungjawabannya di Hari Akhir nanti. Aamiin.