Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
Kunci Sukses Mendidik Anak di Era Digital

Kunci Sukses Mendidik Anak di Era Digital

    Orangtua menghadapi tantangan yang sangat besar dalam membesarkan anak-anak di era digital. Berbeda dengan masa kecil kita dulu, ada perubahan mendasar dalam berkomunikasi karena anak-anak masa kini tumbuh bersama paparan teknologi.
     Menyikapi perkembangan teknologi tersebut, orangtua perlu mengambil tindakan untuk membentengi anak dari pengaruh negatif teknologi, khususnya teknologi komunikasi. Meski dampak positifnya tak dapat kita kesampingkan.
Anda tak harus jadi pakar teknologi. Setidaknya tahu bagaimana mengelola penggunaan teknologi di rumah. Bagaimana caranya? Terapkan beberapa tip berikut ini, dan usahakan dimulai sejak anak usia dini.

1. Komunikasi

Orangtua perlu menjaga komunikasi secara terbuka dengan anak-anak. Maksud komunikasi ini yaitu Anda menjabarkan pada mereka mengapa perlu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan, apa tujuan yang Anda harapkan dengan mengizinkan anak bersentuhan dengan teknologi.
 
Ungkapkan juga jenis konten yang mungkin mereka hadapi di internet. Ada konten yang boleh ia lihat, ada yang tidak. Jelaskan juga potensi ketergantungan yang mungkin mereka rasakan jika terus-menerus terpapar. Masukkan semua penjabaran itu dalam diskusi secara terbuka dengan anak. Jangan enggan untuk mendengarkan pendapat mereka.

2. Mentoring dan memantau

Mentoring pada anak terkait aktivitas digitalnya mencakup memberi pengajaran bagaimana ia menjadi warga digital yang baik, mampu mengatur waktu.
Sedangkan memantau, Anda tahu apa saja aktivitas anak sebagai warganet, tanpa membuat ia merasa dimata-matai, yang justru menghilangkan kepercayaan pada orangtuanya.

3. Screen time dan diet teknologi

Penelitian dari Common Sense Media baru-baru ini menemukan bahwa remaja menghabiskan waktu 9 jam sehari untuk terlibat dengan teknologi dan layar gadget. Orangtua perlu menyadari hal tersebut, kemudian mengambil langkah untuk membatasi screen time anak, tanpa mengabaikan kebutuhan mereka. Misalnya, anak suka belajar sambil mendengarkan musik di gadget.
Terbukalah untuk berdiskusi dan kompromi. Tindakan yang baik pula jika dalam satu pekan, Anda bersepakat dengan anak untuk melakukan diet teknologi. Misalnya di hari Minggu, semua gadget dinonaktifkan selama lima jam, khusus untuk jalan-jalan bersama keluarga.

4. Kenali cara menyetel privasi

Sistem game, ponsel pintar, aplikasi media sosial, dan mesin pencarian, memiliki pengaturan privasi. Untuk melindungi anak dari mengakses konten yang tidak semestinya, aktifkan pemilihan akses terbatas. Caranya dapat Anda lihat di fitur pengaturan.

5. Kerja sama dengan pihak sekolah dan guru

Orangtua dan guru harus saling mendukung upaya meningkatkan Good Digital Citizens. Fokus pada aspek positif pembelajaran digital sebagai rencana individual, pembelajaran yang terhubung, akses ke sumber daya mumpuni, proyek kolaboratif, dan pembagian kerja kreatif dan akademis secara online.

6. Jadilah contoh yang baik

Ini adalah poin terpenting. Terutama untuk anak di bawah usia 13 tahun, orangtua merupakan penjaga jejak online mereka. Orangtua harus mencontohkan pada anak, kapan menggunakan teknologi untuk menggapai tujuan keluarga, kapan harus meletakkannya demi waktu bagi keluarga.
Jangan mengganti koneksi tatap muka dengan teknologi. Jadilah perubahan yang ingin Anda lihat pada anak-anak

Sumber link








Parenting dan Anak Lainnya
Pedoman Orang Tua Tentang Puasa Untuk Anak-anak
Pedoman Orang Tua Tentang Puasa Untuk Anak-anak

Puasa bagi anak-anak pada dasarnya tidak wajib, meski demikian mengajari mereka sejak dini agar berpuasa terbiasa merupakan perbuatan sunnah Nabi dan para salaf shalih as sepanjang mereka mampu menjalankannya.
Antara gadget dan buku
Antara gadget dan buku

Berbeda dengan gadget yg memberikan dampak buruk jika terpapar terlalu lama, tidak ada istilah over dosis buku. Banyak menyelami buku malah meningkatkan kecerdasan.
Mengapa Ayah harus membacakan buku pada anaknya
Mengapa Ayah harus membacakan buku pada anaknya

Kenapa Ayah harus membacakan buku pada anaknya, padahal seharian ia sudah lelah bekerja, ternyata ini jawabannya loh...👇👇👇
Awal Jatuh Cinta Kepada SDI
Awal Jatuh Cinta Kepada SDI

Awal perkenalan dengan buku-buku SDI sungguh menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pertama kali nodong suami untuk membelikan buku-buku dengan harga yang menurut suami mahal tetapi bagi saya tidak (karena sesuai dengan konten dan benefit yang ditawarkan SDI). Akhirnya, dengan kuasa Allah SWT dan ijin suami, pelan tapi pasti saya mulai memboyong buku-buku SDI ke rumah. Menyisihkan waktu untuk membacakan siroh kepada anak saya yang masih balita menjadi kegiatan favorit saya sekarang.
Produk Pilihan
Paket 24 Nabi Dan Rasul Teladan Utama
Rp 2.550.000
Rp 2.040.000

Rekomendasi Blog
12 Cara Mudah Mengajarkan Keuangan dan Menabung untuk Anak
Senin, 03 Oktober 2016 02:22 WIB

Ayah Bunda, uang adalah salah satu rejeki yang diberikan Allah kepada kita. Uang memberi seseorang kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan. Dengan mengajari, memotivasi dan memberdayakan anak menjadi seorang penabung yang rajin, akan membuat setiap uang yang mereka dapatkan dan mereka belanjakan menjadi lebih berarti. Kebiasaan harian anak dalam membelanjakan uang, akan mempengaruhi kebiasaan mereka berinvestasi / membelanjakan uangnya ketika telah dewasa. Berikut adalah 12 cara mudah untuk mengajari anak tentang keuangan: