Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

SANTRIKU SE-SHOLIH ISMAIL, A.S (AMIIN)

SANTRIKU SE-SHOLIH ISMAIL, A.S (AMIIN)

Rabu, 22 Agustus 2018 19:12 WIB | 19867 Views

Insya Allah jika "sang guru" nyaman. Besok pagi ketika ku tanya ceritakan pengalamanmu yang kurang menyenangkan nak, tak ada lagi kalimat yang keluar dari lisannya "di omelin bunda dan di marahin ayah".

قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

"Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Kalimat *merdeka* yang keluar dari seorang anak dengan jiwa yang sedang mengebu-gebu. Yap di usia mudanya Ismail, A.s sudah merdeka.

Lepas dari penghambaan kepada selain-Nya juga birul walidain yang tinggi kepada ayah yang jarang ia temui.

Kok jarang, iyaaa karena sedari kecil ia dan ibunya bunda hajar, di tinggalkan di sebuah lokasi yang secara kasat mata tidak prospek (tak ada kehidupan di sana).

Dan baru berkunjung lagi setelah beberapa tahun lamanya.

Yap, walaupun ayah jarang di rumah karena tugas luar yang menjadi kewajibannya, Ibrahim menjadikan solih keluarganya, dengan terlebih dahulu mensholihkan dirinya.

Jika sudah sering mendengar ibu adalah madrasah bagi keluarga, sekarang kita tambah dengan ayah sebagai kepala sekolahnya. Nah kelak Ismail adalah santri lulusannya.

Maka jika ingin santri yang sholih seperti Ismail. Sebagai kepala sekolah wajib untukmu membuat agar gurumu nyaman.

Bagaimana caranya, masing-masing pasangan bisa saling merumuskan, setidaknya beberapa tips di bawah ini bisa di pakai tuk membuat "sang guru nyaman, tuk di tinggal".

1. Berikan pemahaman, dan do'akan, berikan kisah -kisah terbaik

2. Jika sudah pulang, buat partnermu nyaman dengan pelukan, stop cari remote juga chargeran.

3. Sediakan kupingmu juga matamu tuk mendengarkan laporan "sang guru". Stop pegang hape.

Terakhir, kepala sekolah harus jadi teladan ke-sholihan tanpa harus punya cap ustadz. Karena sholih itu mutlak.

Insya Allah jika "sang guru" nyaman. Besok pagi ketika ku tanya ceritakan pengalamanmu yang kurang menyenangkan nak, tak ada lagi kalimat yang keluar dari lisannya "di omelin bunda dan di marahin ayah".

 

Produk Pilihan

Paket Muhammad Teladanku (MUTE).

Detail
Rekomondasi Blog