Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

Pendidikan Seks Anak Usia Dini

Pendidikan Seks Anak Usia Dini

Selasa, 16 Oktober 2018 14:20 WIB | 48614 Views

Benarkah pendidikan seks usia dini itu mengajarkan bagaimana kegiatan seks suami istri diusia dini? Ternyata ini salah besar. Seks dalam artian hubungan suami istri tidak diajarkan pada anak usia dini. Tapi diajarkan ketika anak akan memasuki jenjang pernikahan. Lantas bagaimana pendidikan seks usia dini? Apa yang diajarkan?

Parenting On Kid's Passion.:
Benarkah pendidikan seks usia dini itu mengajarkan bagaimana kegiatan seks suami istri diusia dini?

Ternyata ini salah besar.

Seks dalam artian hubungan suami istri tidak diajarkan pada anak usia dini.

Tapi diajarkan ketika anak akan  memasuki jenjang pernikahan.

Lantas bagaimana pendidikan seks usia dini? Apa yang diajarkan?

Pendidikan seks anak usia dini mengajarkan beberapa hal berikut.

Pertama, pendidikan seks anak itu mengajarkan bagaimana anak laki-laki tumbuh menjadi laki-laki tulen.

Dan perempuan tumbuh menjadi perempuan tulen.

Tidak sebaliknya.

Laki-laki tumbuh menjadi keperempuan-perempuanan.

Perempuan tumbuh menjadi kelelaki-lakian.

Jadi pendidikan yang membuat laki-laki menjadi laki-laki 100 % dan perempuan menjadi perempuan 100% itu penting sekali sekarang ini.😊

Semenjak kecil laki-laki tidak boleh dipakaikan rok, diajari berdandan atau bahkan di dandanin menjadi perempuan.

Tumbuhkan jiwa kelelakianya.

Demikian juga perempuan, tumbuhkan jiwa femininya.

Yang kedua adalah batasan aurat.

Ayah bunda bisa memberi penjelasan kepada putra putrinya tentang perbedaan batas aurat antar perempuan dan laki-laki.

Aurat laki-laki antara pusar dan lutut.

Aurat perempuan seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

Penjelasan aurat ini nanti juga membantu orang tua untuk bisa menanamkan pemahaman terhadap anak, kalau itu termasuk aurat tidak boleh sembarang orang melihat dan memegang.Kecuali mahram misal ayah bundanya.

Nah disini bisa diajarkan tentang tidak boleh aurat disentuh sembarang orang, harus dilindungi.

Kalau ada orang yang mau menyentuh dan bukan ayah bundanya bisa teriak minta tolong guru, atau orang-orang yang dikenal.

Termasuk diajarkan bagaimana thaharah atau menjaga kesucian aurat yang salah satunya organ seksual.

Ini penting agar anak-anak bisa merawat organ seksual mereka.

Yang ketiga adalah memisahkan tempat tidur anak.

Pemisahan tempat tidur anak ini biasanya diusia 10 tahun.Perintahnya bersamaan dengan mengajarkan sholat dan memisahkan tempat tidur anak.
Merujuk pada dalil larangan mudhâja’ah (tidur bersama), dengan tegas telah disebutkan oleh Nabi saw.:
ﻣُﺮُﻭﺍ ﺃَﻭْﻻَﺩَﻛُﻢ ﺑﺎﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻭَﻫُﻢْ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀُ ﺳَﺒْﻊ ﺳِﻨِﻴﻦَ ﻭَﺍﺿْﺮِﺑُﻮﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀُ ﻋَﺸْﺮٍ، ﻭَﻓَﺮِّﻗُﻮﺍ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻓﻲ ﺍﻟﻤَﻀَﺎﺟِﻊِ
Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika usia mereka tujuh tahun; pukullah mereka karena (meninggalkan)-nya saat berusia sepuluh tahun; dan pisahkan mereka di tempat tidur.” (HR Abu Dawud).

Apa alasan dibalik pemisahan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan?

Untuk menegaskan eksistensi bahwa laki-laki berbeda dengan perempuan.

Sehingga perlu ada pemisahan tegas, sampai tempat mereka tidur.

Yang keempat adalah ada ijin ditiga waktu ketika masuk kamar orang tua mereka.

Ijin masuk kamar ini adalah waktu setelah isya, sebelum subuh dan pada waktu dhuhur(QS.  An Nur 58)

Kenapa?

Karena di ketiga waktu tersebut aurat orang tua biasanya terbuka.

Sampai sedetail ini aturan Islam agar tidak memberi rangsangan seksual diusia dini sekecil apapun pada anak.

Dan dengan pendidikan seksual dalam 4 langkah tadi Islam juga menghendaki tidak ada pedofilia, pornografi, LGBT, incest,dan penyakit-penyakit seksual lainya.

Agar anak-anak tumbuh dengan pertumbuhan hebat dan mulia sebagaimana tujuan diciptakan manusia adalah menjadi makhluk yang mulia.

Kemudian pertanyaannya,kapan anak diajarkan tentang hubungan suami istri?

Saat mereka memasuki jenjang pernikahan.

Bukan disaat usia dini.

Jadi ayah bunda, sudah saatnya kita merevisi pendidikan seks pada putra-putri kita.

Mulai hari ini.

Parenting dan Anak Lainnya