ERROR: select id,ringkas,nama,create_date,alias,gambar,secid,userid from tbl_blog where published='1' order by rand() desc limit 1 Incorrect key file for table '/tmp/#sql_1326_0.MYI'; try to repair it Pertanyaan Itu Ada Untuk Di Jawab

Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

Pertanyaan Itu Ada Untuk Di Jawab

Pertanyaan Itu Ada Untuk Di Jawab

Jum'at, 22 Februari 2019 17:13 WIB | 32799 Views

"Allah itu bentuknya seperti apa Ma? Allah itu laki-laki atau perempuan? Kenapa kita harus sholat? Kenapa ada laki-laki kenapa ada perempuan? Ma kenapa mama tidak ikut sholat?" Pernah mendapatkan pertanyaan serupa dari si kecil?

"Allah itu bentuknya seperti apa Ma? Allah itu laki-laki atau perempuan? Kenapa kita harus sholat? Kenapa ada laki-laki kenapa ada perempuan? Ma kenapa mama tidak ikut sholat?" Pernah mendapatkan pertanyaan serupa dari si kecil? Lalu apa reaksi kita? Nanti kalau besar kamu juga tahu sendiri. Anak menjadi diam. Atau ada yang jawab sekedarnya entah benar entah salah. Atau ada lagi yang menghardik ananda. Diam. Nggak sopan. Tabu. Padahal anak membutuhkan jawaban yang bisa memperkaya jiwanya. Pertanyaan ada untuk di jawab begitu yang di sampaikan oleh dr arafat dalam salah satu artikelnya. Berikut artikel lengkap beliau: PERTANYAAN ITU ADA UNTUK DI JAWAB Ada dua belas ayat dalam Al-Quran yang menceritakan tentang pertanyaan para sahabat, kemudian Allah perintahkan kepada Nabi untuk menyampaikan jawabannya. Semua ayat tersebut diawali dengan kalimat yas'alunaka (mereka bertanya kepadamu). Enam di antaranya, terdapat dalam Surat Al-Baqarah. Misalnya pertanyaan tentang bulan sabit, tentang anak-anak yatim, atau tentang haidh. Bagi orang tua seperti kita, ayat-ayat itu mengajarkan bagaimana bersikap kepada pertanyaan yang sering dilontarkan anak-anak. Yaitu, dengan menjawab mereka secara jelas dan terang. Mari kita ambil salah satu contoh pada ayat 219 dari Surat Al-Baqarah,   يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا Mereka menanyakan kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” Ketika Allah melarang minuman keras dan judi, para sahabat bertanya kepada Rasulullah mengapa demikian. Maka Rasul pun diperintahkan untuk menjawab alasannya. Demikianlah seharusnya kita sebagai orang tua. Saat melarang sesuatu kepada anak, terkadang mereka akan bertanya mengapa hal itu tidak boleh. Tetapi, alih-alih menjelaskan jawabannya, yang kita lakukan justru sebaliknya, "Pokoknya kalau Mamah bilang gak boleh, ya gak boleh!" "Kamu jangan banyak tanya! Dengarkan aja apa kata Papah!" "Nanti juga lama-lama kamu tahu sendiri! Bunda kasih tahu sekarang pun kamu gak akan ngerti!" Tak ada penjelasan. Tidak pula alasan mengenai larangan tersebut. Padahal anak-anak ingin mendengar langsung jawaban yang masuk akal bagi mereka. Mengapa kita tidak juga mengerti bahwa anak-anak itu punya telinga yang bisa mendengar. Bukankah ketika seorang bayi baru dilahirkan, indera yang pertama kali berfungsi pada mereka adalah pendengaran. Itulah sebabnya disunnahkan mengumandangkan azan dan iqomah pada kedua telinga bayi yang baru dilahirkan. Bahkan sejak masih di dalam kandungan, telinga mereka sudah mulai menerima respon. Itulah pula mengapa baik sekali bagi ibu yang sedang mengandung untuk mengeraskan bacaan Al-Quran mereka, agar ikut terdengar pula oleh bayi dalam rahimnya. Jadi, anak kita memang memiliki telinga yang bisa mendengar! Oleh karena itu perdengarkan pada mereka jawaban yang jelas dan terang apabila kita ingin memerintah atau melarang sesuatu. Salam Hijrah

Produk Pilihan

Paket Buku Pintar Iman & Islam (B.

Detail
Rekomondasi Blog