Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

Buat Orang Tua: Mengenal Konsep Neurosains dalam Pengasuhan Anak

Buat Orang Tua: Mengenal Konsep Neurosains dalam Pengasuhan Anak

Oleh Sygma Inovation | Senin, 11 Maret 2019 08:54 WIB | 11028 Views

Apa itu neurosains? Barangkali konsep ini belum dikenal oleh orang tua di zaman now. Jika ditelaah, neurosains bisa diterapkan ketika orang tua mengasuh anak mereka: Generasi Alfa. Generasi baru ini dilahirkan dari generasi milenial dan dianggap sebagai ‘digital native’ Menarik, bukan? Di artikel berikut, orang tua perlu mengenali ancaman apa saja yang bisa terjadi pada buah hati mereka di zaman now. Apa saja? Simak terus bahasannya, ya.

Apa itu neurosains? Barangkali konsep ini belum dikenal oleh orang tua di zaman now. Jika ditelaah, neurosains bisa diterapkan ketika orang tua mengasuh anak mereka: Generasi Alfa. Generasi baru ini dilahirkan dari generasi milenial dan dianggap sebagai ‘digital native’. Maka, perlu pola pengasuhan yang berbeda dengan generasi sebelumnya agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas akal dan mulia akhlaknya.
 
Neurosains adalah sistem pendidikan yang mempelajari tentang sistem kerja saraf. Neurosains juga disebut sebagai ilmu yang mempelajari otak dan seluruh fungsi saraf belakang. Pendidik, baik guru maupun orang tua dapat menyatukan tiga elemen (otak-pikiran, jiwa-badan, dan akal-hati) saat mengajar dan belajar bersama anak.
 
Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuh kembangkan seluruh potensi dan kecerdasan anak, baik potensi jasmani, ruhani, maupun akal yang diupayakan melalui Neurosains. Tujuan utama dari neurosains adalah mempelajari dasar-dasar biologis dari setiap perilaku.
 
Hasil penelitian mutakhir di bidang neurosains membuktikan bahwa hubungan antara otak dan perilaku (karakter) manusia tidak terpisahkan.
 
Pendidikan karakter sama halnya dengan mengembangkan potensi otak. Semua sistem dalam otak bekerja secara padu untuk membangun sikap dan perilaku manusia. Oleh karena itu, mengulas kinerja otak secara normal akan menghasilkan fungsi yang optimal. Perilaku pun dapat dikontrol secara sadar dengan melibatkan dimensi emosional dan spiritual.
 
Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Indonesia, para akademisi, praktisi mendiskusikan pijakan implementasi Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Tahun 2013 yang berbasis Neurosains ini. 
 
Nah, mengapa orang tua perlu mendidik dan mengasuh anak dengan Neurosains? Ada 5 alasannya, antara lain:
 

  1. Neurosains adalah sistem pendidikan yang mempelajari sistem kerja saraf.
  2. Pelu menyatukan tiga elemen (otak-pikiran, jiwa-badan, dan akal-hati).
  3. Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuh kembangkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.
  4. Otak menangkap semua rangsangan untuk dipahami melalui kerja saraf.
  5. Genetika manusia dapat melakukan switch on dan off terhadap potensi baik dan buruk.
Menarik, bukan? Di artikel berikut, orang tua perlu mengenali ancaman apa saja yang bisa terjadi pada buah hati mereka di zaman now. Apa saja? Simak terus bahasannya, ya.

Produk Pilihan

Paket Rasulullah Teladan Utama Plus (.

Detail
Rekomondasi Blog