Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

Mengenali 6 Kekerasan Emosional dan Pengaruhnya di Masa Depan Anak

Mengenali 6 Kekerasan Emosional dan Pengaruhnya di Masa Depan Anak

Oleh Sygma Inovation | Jum'at, 29 Maret 2019 11:38 WIB | 5632 Views

Enam kekerasan emosional yang bisa terjadi pada anak, antara lain: 1) Penolakan pada anak 2) Sikap acuh atau mengabaikan anak 3) Meneror anak atau membuatnya gentar 4) Pengasingan pada anak 5) Pengaruh buruk atau negatif pada anak 6) Eksploitasi anak

Menurut The Minds Journal ada enam kekerasan emosional yang bisa diantisipasi oleh orang tua agar tidak berpengaruh pada masa depan anak. Apa saja keenam jenis kekerasan seksual tersebut? Simak di sini, yuk.
 
Enam kekerasan emosional yang bisa terjadi pada anak, antara lain:

  1. Penolakan pada anak
  2. Sikap acuh atau mengabaikan anak
  3. Meneror anak atau membuatnya gentar
  4. Pengasingan pada anak
  5. Pengaruh buruk atau negatif pada anak
  6. Eksploitasi anak
 
Orang tua tidak bisa menganggap enteng ancaman kekerasan emosional pada buah hatinya. Semua jenis ancaman pada anak, meski bukan kekerasan fisik berdampak pada masa depan mereka.
 
Menurut riset jurnal JAMA psychiatry, anak yang mengalami trauma kekerasan dalam bentuk apapun tumbuh dengan beragam masalah perilaku di masa depannya. Masalah perilaku seperti kecemasan, depresi, agresi dan pemberontakan. Jika anak Anda mengalami kekerasan emosional, fisik, verbal atau kekerasan seksual, waspadalah. Dampak pada anak, tidak ada yang lebih ringan.
 
David Vachon, peneliti dari McGill University Montreal mengungkapkan bahwa tidak ada istilah dampak kekerasan emosional tidak seberat kekerasan fisik. Vachon membuat studi kasus pada sekitar 2300 anak di kamp perkemahan musim panas, dari tahun 1986 sampai 2012.
 
Anak-anak di kamp tersebut diamati perilakunya oleh Vachon. Mereka pun diminta untuk mengevaluasi diri sendiri. Dari pengamatan Vachon itu terbukti bahwa anak dengan sejarah kekerasan (fisik, emosional, seksual dan verbal) cenderung mudah berputus asa, rentan depresi, dilanda kecemasan atau neurotisme. Pengalaman kekerasan pada anak bisa diterima di lingkungan keluarga atau pergaulan.
 
Menurut Psikolog William Coopeland dari Duke University Durhan North Caroline Amerika Serikat, “gejala kekerasan yang ditimbulkan akibat kekerasan psikis (emosional dan verbal) sama buruknya dengan kekerasan fisik dan seksual.” Orang tua diharapkan mewaspadai jenis kekerasan ini seperti halnya kekerasan pada fisik anak.
 
Salah satu contoh kekerasan emosional yaitu mengabaikan emosi anak atau mengacuhkannya. Walaupun orang tua beralasan sibuk atau lelah akibat bekerja di luar rumah seharian. Orang tua harus sadar bahwa mereka perlu mengayomi jiwa dan raga anak-anak mereka.
 
Peran serta masyarakat pun dibutuhkan agar tercipta lingkungan yang aman bagi anak Indonesia. Regulasi pemerintah juga diharapkan dapat memberikan solusi untuk masalah ancaman kekerasan ini. Mari, ciptakan rumah dan lingkungan yang aman bagi jiwa dan raga anak, agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang cerdas akalnya dan mulia akhlaknya. 

Parenting dan Anak Lainnya
Produk Pilihan

Paket Buku Pintar Iman & Islam (B.

Detail
Rekomondasi Blog