Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

Inilah Pengaruh Lingkungan bagi Anak sejak Berada dalam Kandungan

Inilah Pengaruh Lingkungan bagi Anak sejak Berada dalam Kandungan

Oleh Sygma Inovation | Rabu, 24 April 2019 14:18 WIB | 14904 Views

Orang tua zaman now perlu menyadari bahwa masa prenatal (kandungan) adalah proses pertumbuhan dan perkembangan awal dalam kehidupan manusia. Masa yang perlu mendapat perhatian lebih serius, karena yang terjadi pada masa ini, baik positif atau negatif, akan berpengaruh pada tahap perkembangan anak selanjutnya.

Sejak anak masih berupa janin atau bayi dalam kandungan, perhatikan pengaruh lingkungan, terutama bagi ibu. Seringkali orang tua kurang menyadari hal ini. Setiap kondisi yang tidak baik, bisa membawa dampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari.
Proses pertumbuhan dan perkembangan pada masa kehamilan, tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. Apalagi jika tak ada upaya dari calon ayah dan ibu. Lalu, apa yang harus dilakukan?
Di tahun pertama kehidupan anak, khususnya 3 tahun pertama perhatikan hal-hal di bawah ini. Pada tiga tahun awal, perhatikan stimulus yang diberikan orang tua. Pun ketika janin masih dalam kandungan. Hal tersebut sangat memengaruhi perkembangan anak hingga dewasa.
Neuron di otak anak tumbuh dari hasil pengalaman pengasuhan dan berbagai stimulasi pada tahun pertama kehidupannya. Selain gen, lingkungan juga turut memengaruhi perkembangan anak.

  • Indra manusia yang pertama berkembang adalah pendengaran. Melalui pendengaran, orang tua dapat memengaruhi perkembangan buah hatinya.
  • Organ koklea (penting untuk mendengar) pada janin, mulai tumbuh pada usia kehamilan 24 minggu. Sensor pendengaran dan otak mulai berkembang ketika janin berusia 30 minggu.
  • Penelitian oleh Pacific Lutheran University membuktikan bahwa janin berusia 7 bulan dapat mendengar suara ibunya ketika mengajaknya bicara. Saat lahir, bayi dapat memberikan respon, bahwa selama di dalam kandungan dia mengerti dengan perkataan ibunya.
  • Segala bentuk emosi, seperti bersyukur dan rasa kesal yang disampaikan seorang ibu atau lingkungannya di sekitar anak, dapat memengaruhi perkembangan anak di masa depan.
Setiap anak lahir di atas fitrah. Orang tuanya-lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR Bukhari)
Maka sepatutnya orang tua memerhatikan perilaku mereka ketika berinteraksi dengan janin sejak dalam kandungan. Selain itu, penting untuk memberikan stimulus yang dibutuhkan bayi di tahap awal perkembangannya. Bagi muslim, bisa diawali dengan sering memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Quran atau membacakan buku cerita dengan contoh moral yang bisa diikuti anak kelak. Mari, jadikanlah anak sebagai generasi yang cerdas akalnya dan mulia akhlaknya sejak dalam kandungan.

Parenting dan Anak Lainnya