Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

Bahaya dan Resiko Membentak dan Memarahi Anak

Bahaya dan Resiko Membentak dan Memarahi Anak

Oleh administrator | Senin, 22 Agustus 2016 05:01 WIB | 123229 Views

Tahukan Ayah Bunda di dalam setiap kepala seorang si kecil terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian dapat membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.

Bahaya dan Resiko Membentak dan Memarahi Anak

Tahukan Ayah Bunda di dalam setiap kepala seorang si kecil terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian dapat membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.

Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada si kecil yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan), suara keras dan membentak dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat Ayah Bunda sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Membentak juga berpengaruh buruk, karena bisa membuat renggang ikatan batin dengan si kecil, selain itu bentakan tidak mengajarkan apa-apa untuk perkembangan si kecil. Saat usia si kecil masih di bawah 10 tahun, mereka tidak akan melawan atau balas membentak. Tetapi karena sikap pasif mereka itu, Ayah Bunda jadi tidak bisa mengukur seberapa besar dampak psikologis yang ditimbulkan karena membentak. Si kecil cenderung untuk meniru perilaku Ayah Bundanya. Seorang anak yang selalu dibentak, diomeli, atau dimarahi, akan tumbuh dengan keyakinan bahwa dia boleh-boleh saja berkomunikasi dengan menggunakan bentakan, omelan, atau kemarahan.

Kelekatan hubungan anak dan orang tua sangat berpengaruh bagi perkembangan otak dan psycologisnya, tidak usah khawatir anak jadi cengeng dan manja.
Beberapa dampak negatif membentak anak:

1. Jatuh Mental Psikologis Anak
Si kecil yang sering dimarahi akan tampak lebih pucat, tidak bahagia, terkekang, dan interaksi sosialnya rendah. Mereka akan semakin berhati-hati dalam bertindak, sehingga tidak jarang si kecil yang sering dimarahi justru bertingkah sangat penakut, atau justru sangat berani. Keberanian ini bukan didapat karena mereka mempelajari sesuatu, namun akibat dari meniru perilaku Ayah Bundanya.

2. Ketakutan Berlebih Hingga Depresi
Intensitas seringnya si kecil dimarahi akan terus memicu bom waktu untuk tumbuh menjadi agresif, frustasi, pemarah, egois, selalu merasa bersalah dan tidak berharga. Depresi berlebihan bisa memicu si kecil melakukan hal-hal menyimpang. Bahkan pada kasus terparah, bunuh diri.

baca juga: Penyebab dan Solusi Perasaan Takut Pada Anak

3. Cenderung Berkepribadian Introvert
Kepribadian introvert atau tertutup adalah kondisi berubahnya karakter si kecil yang semula periang dan ceria menjadi lebih pendiam. Sikap menutup diri dari lingkungan ini diakibatkan oleh sikap enggan dalam mengutarakan pendapatnya. Si kecil memilih untuk diam daripada kemudian terus-menerus dipersalahkan.

4. Anak Mengalami Trauma
Dalam jangka panjang, trauma menjadi dampak buruk yang dapat  memutus hubungan komunikasi Ayah Bunda dan si kecil. si kecil  tidak lagi menaruh rasa percaya pada Ayah Bunda, juga merasa tidak aman jika bersama dengan Ayah Bunda.

Ayah Bunda yang baik bukan berarti yang tidak pernah marah, namun tahu bagaimana harus memarahi si kecil dan membuat si kecil tidak mengulangi kesalahan atau kenakalan.
 
Baca juga: 9 Cara Islam Mengendalikan dan Mengelola Emosi

Sumber: dari berbagai sumber

Comments
Parenting dan Anak Lainnya