Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
5 Hikmah Dari Kisah Sebatang Pensil

5 Hikmah Dari Kisah Sebatang Pensil

5 HIKMAH DARI KISAH SEBATANG PENSIL

Si anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat, lalu bertanya, “Apakah Nenek sedang menulis cerita tentang kegiatan kita? Apakah cerita ini tentang aku?”

Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya, “Nenek memang sedang menulis tentang dirimu, sebenarnya, tetapi ada yang lebih penting daripada kata – kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang Nenek gunakan. Mudah – mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti.”

Si anak lelaki merasa heran, diamatinya pensil itu, kelihatannya biasa saja.

“Tapi pensil itu sama saja dengan pensil – pensil lain yang pernah kulihat!”

“Itu tergantung bagaimana kau memandang segala sesuatunya. Ada lima pokok yang penting, dan kalau kau berhasil menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani hidupmu.”

  1.  Kau sanggup melakukan hal – hal yang besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya.
  2.  Sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.
  3.  Pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan – kesalahan yang kita buat. Ini berarti, tidak apa – apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.
  4.  Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.
  5.  Pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu








Parenting dan Anak Lainnya
Bersama Anak, Bukan Di Dekat Anak!
Bersama Anak, Bukan Di Dekat Anak!

Ada 7 hal yang bisa kita lakukan bersama anak. Ingat yaa bersama anak bukan di dekat anak. Kira-kira apa saja yaaa...
Tahapan Perkembangan Anak
Tahapan Perkembangan Anak

Perkembangan motorik anak berkembang sejak dalam kandungan ibu. Kemudian semakin pesat berkembang setelah janin dilahirkan. Perkembangan motor (motor development) menurut Muhibin Syah (2008;60) merupakan proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak (motor skills).
Bahaya dan Resiko Membentak dan Memarahi Anak
Bahaya dan Resiko Membentak dan Memarahi Anak

Tahukan Ayah Bunda di dalam setiap kepala seorang si kecil terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian dapat membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.
7 Cara Mengatasi Kesulitan Mengajarkan Anak Ngaji
7 Cara Mengatasi Kesulitan Mengajarkan Anak Ngaji

Ayah Bunda mengaji adalah kewajiban bagi setiap muslim. Seperti pada surat Al Muzammil ayat 20 yang berbunyi “karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an..”. Kewajiban orang tua salah satunya adalah mengajarkan dan membiasakan anak ngaji setiap hari. Sudah kah ? atau sulit kah ? mumpung si kecil masih kecil, yuk kita biasakan. agar anak suka mengaji lakukan beberapa cara berikut ini:
Produk Pilihan
Paket Buku Pintar Iman & Islam (B
Rp 3.350.000
Rp 2.680.000

Rekomendasi Blog
HAL YANG SERING TERLUPAKAN OLEH IBU KEPADA ANAK
Kamis, 08 Februari 2018 03:36 WIB

Satu hakikat lagi yang tidak diperdebatkan oleh dua orang bahwa masa yang dibutuhkan oleh seorang anak untuk bisa mandiri atau masa kekanak-kanakan anak manusia lebih panjang daripada makhluk hidup yang lain, diawali dengan kehamilan, melahirkan dan menyusui terjalin ikatan emosional antara ibu dengan anak yang tidak ada duanya, ini artinya interaksi anak dengan ibu dalam fase-fase tersebut relatif lebih intens, karenanya anak banyak mengambil dan belajar dari ibu dalam masa-masa tersebut khususnya masa-masa balita dan sekolah dasar, lebih-lebih masa pra sekolah, ibunya yang melatihnya duduk, berdiri, dan berjalan, ibulah yang mendekap dan menggendongnya jika dia jatuh ketika berlatih berjalan, ibulah yang melatihnya berbicara, memanggil mama, papa, ibulah yang menyuapinya sekaligus melatihnya cara-cara makan, ibulah yang dan seterusnya.