Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
BAHAGIA MENJADI IBU

BAHAGIA MENJADI IBU

LELAH? PASTI!
“Bu, kaos kakiku mana?” “Bu, dasiku mana?” “Bu,sekarang sarapan sama apa?” “Bu, dompet ayah dimana?” itulah sekelumit hiruk pikuk dipagi hari. Semua anggota rumah serentak menyebut satu nama “IBU”.

Yah, memang tak bisa di pungkiri sosok ibu adalah sosok wanita yang tahu segala tetek bengek urusan rumah tangga.  Bahkan letak peralatan pertukangan (obeng, tang, amer,dan lain lain) ibu juga tahu. Selama dua puluh empat jam seharian penuh seorang ibu terikat dengan tugasnya melayani anggota keluarga.

Bagaimana dengan seorang ibu yang bekerja diluar rumah? Apakah ia tidak melayani keluarga selama 24 jam? Bukankah bekerja diluar rumah bagi seorang ibu juga bermakna dalam rangka melayani keluarga? Bisa jadi tujuan ibu berkerj diluar rumah adalah untuk menambah penghasilan dan membahagiakan orang-orang tercintanya, termasuk keluarganya.

Lelah? Pasti!
Capek? tentu!

Tapi dibalik kelelahan itu, dibalik rasa capek yang mendera, ada harapan yang kuat terhujam dalam dada seorang ibu, hatinya senantiasa bergelora.  Bersemangat bak prajurit yang tak mau menyerah dimedan laga.  Apa yang menjadi penyemangat bagi kelelahan seorang ibu? 

ANAK!  Ya, anak-anak yang selalu hangat memeluk bahu ibu.  Inilah yang menjadi energi penyemangat yang luar biasa. Karena hadirnya anaklah yang membuat panggilan IBU melekat pada diri seorang wanita.  Karena hadirnya anak akan menjadi sempurna seorang wanita.

Namun kadang profesi menjadi ibu bagi sebagian wanita menjadi beban yang sangat berat.  Tiba-tiba saja seorang ibu menjadi jahat terhadap anak kandungnya.  Tiba-tiba saja seorang ibu mati rasa terhadap anaknya sendiri.  Tiba-tiba saja seorang ibu tega menyakiti anak yang lahir dari rahimnya sendiri. 

Kenapa? karena mereka tidak mampu memaknai amanah sebagai seorang ibu.  Karena mereka tidak mampu menerima tekanan dari pihak luar sehingga terbebani dengan tugas-tugas lain dluar peran sebagai ibu dan akhirnya anak yang menjadi korban.  Naudzubillah

Sadarlah wahai para ibu, diantara sekian banyak tugasmu, ada satu tugas yang kelak akan mengantarkanmu ke syurga.  Yaitu tugasmu sebagai IBU.  antarkan anak-anakmu menjadi anak-anak yang sholih sholihah.  Bimbing mereka.  Rasakan keceriaan mereka dan pandang lekat-lekat wajah mereka, betapa mereka sangat mencintai IBUnya dan sangat mengasihi kedua orang tuanya.  Merekalah invertasi akhirat yang nyata, bukan harta benda yang kau kejar seharian yang justru melenakanmu dari anak-anakmu.
 
Lihat..betapa banyak wanita diluar sana yang mendambakan seorang anak. mendambakan kasih sayang buah hati tercinta.  Sudah sepatutnya kita bersyukur atas nikmat menjadi IBU.  Karena tidak semua wanita memiliki kesempatan menjadi IBU.  Jaulah wanita pilihan bergelar IBU. 

Seorang IBU harus setangguh Khadijah, sekuat Ashma binti Abu Bakar, secerdas Aisyah, terampil seperti Zainab binti Jahsy optimis, tahan terpaan angin, tak putus asa, pantang menyerah dan selalu bersemangat mendidik anak-anaknya, mewariskan kebaikan.
 
Jadilah IBU yang Menyejarah bagi anak-anak kita!
 
Salam Semangat Buat Semua Para IBU Hebat
 
Helda Fibriyanti, Malang-Jatim
Ibu dari 5 putra
Owner Lembaga PAUD
Founder Komunitas Keluarga Cinta Baca (KKCB)








Parenting dan Anak Lainnya
12 Cara Mudah Mengajarkan Keuangan dan Menabung untuk Anak
12 Cara Mudah Mengajarkan Keuangan dan Menabung untuk Anak

Ayah Bunda, uang adalah salah satu rejeki yang diberikan Allah kepada kita. Uang memberi seseorang kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan. Dengan mengajari, memotivasi dan memberdayakan anak menjadi seorang penabung yang rajin, akan membuat setiap uang yang mereka dapatkan dan mereka belanjakan menjadi lebih berarti. Kebiasaan harian anak dalam membelanjakan uang, akan mempengaruhi kebiasaan mereka berinvestasi / membelanjakan uangnya ketika telah dewasa. Berikut adalah 12 cara mudah untuk mengajari anak tentang keuangan:
9 Cara Agar Anak Mau Curhat dengan Orang Tua (2)
9 Cara Agar Anak Mau Curhat dengan Orang Tua (2)

Hanya anak-anak yang merasa dekat dengan orangtua yang dapat melakukan curhat. Hanya orangtua shalih yang dapat menjangkau anak-anak untuk menjadi dekat dengan mereka. Yuk lanjutkan pembahasan kita mengenai cara agar anak mau curhat dengan orangtua.
9 Cara Agar Anak Mau Curhat dengan Orang Tua (1)
9 Cara Agar Anak Mau Curhat dengan Orang Tua (1)

Ayah Bunda, sebuah riset yang dilakukan di Amerika Serikat menyatakan bahwa remaja yang diberi kesempatan berbicara dengan orangtua mereka akan memiliki daya tahan mental lebih baik terhadap lingkungan (negatif). Inilah yang harus dilakukan Ayah Bunda jika ingin menjadi tempat curhat yang nyaman bagi anak:
5 Cara Memperkenalkan Allah Kepada Anak
5 Cara Memperkenalkan Allah Kepada Anak

Ayah Bunda,baik buruknya anak biasanya tergantung pada bagaimana mereka dididik oleh kedua orang tuanya. Salah satu faktor terpenting terhadap tumbuh kembang anak adalah di dalam lingkungan keluarga. Pun termasuk perkembangan kecerdasan dan spiritual anak. Lingkungan keluarga adalah tempat pendidikan pertama bagi seorang anak. Nah, waktu yang tepat untuk memperkenalkan nilai-nilai kehidupan pada anak adalah ketika mereka masih berusia balita atau pra-sekolah.
Produk Pilihan
Muhammad Teladanku & 24NR
Rp 6.575.000
Rp 4.931.250

Rekomendasi Blog
Anak Menulis dengan Buruk? Ini 4 Kegiatan Agar Anak Memiliki Tulisan yang Bagus
Rabu, 23 November 2016 03:18 WIB

Ayah Bunda, menulis itu dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Memiliki anak yang bisa menulis dengan baik adalah dambaan semua orangtua. Untuk itu anak perlu dilatih untuk menulis, seperti apa saja kegiatannya?