Parenting dan Anak Sygma Daya Insani

Ketika Anak Mulai Mengenal Idola, ini Bahayanya!

Ketika Anak Mulai Mengenal Idola, ini Bahayanya!

Oleh administrator | Kamis, 20 Oktober 2016 06:08 WIB | 122433 Views

Ayah Bunda kita tidak bisa memaksa anak untuk mengindolakan seseorang, tapi kita bisa mengarahkan anak agar mengindolakan yang kita mau. Selain bisa memberi dorongan positif, tokoh idola juga bisa memberi dorongan negatf. Oleh karena itu Ayah Bunda perlu memberi arahan yang benar terhadap pengidolaan si kecil.

Ketika Anak Mulai Mengenal Idola, ini Bahayanya!

Ayah Bunda  kita tidak bisa memaksa anak untuk mengindolakan seseorang, tapi kita bisa mengarahkan anak agar mengindolakan yang kita mau. Selain bisa memberi dorongan positif, tokoh idola juga bisa memberi dorongan negatf. Oleh karena itu Ayah Bunda perlu memberi arahan yang benar terhadap pengidolaan si kecil.

Tentu kita masih ingat kejadian miris beberapa waktu lalu. Yaitu soal kecelakaan pada beberapa anak yang meninggal karena di smackdown temannya. Kejadian ini merupakan contoh dampak negatif pengidolaan anak pada tokoh atau tayangan media tertentu.

Kecintaan seorang anak kepada tokoh idola, klub idola, mereka buktikan dengan memasang poster-poster dalam kamar, mengumpulkan gelas, handuk, dan apapun yang berlambang tokoh idola mereka. Namun bukan hanya mengidolakan sang tokoh sebagai sosok belaka, anak ternyata menyerap pemikiran, perkataan bahkan perilaku sang idola, kemudian menduplikasikannya pada diri mereka sendiri.

Sebelum mengevaluasi anak, ingatlah bahwa siapa yang menjadi idola anak sangat tergantung dari promosi lingkungan yang diterima anak. Ada yang mempromosikan yaitu media, kita sebagai Ayah Bunda jangan-jangan lupa mempromosikan tokoh-tokoh yang sangat layak diidolakan seperti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, para sahabat, pejuang islam bahkan pahlawan.

Menurut Sri Lintang RA, seorang psikolog, bahwa bertambahnya usia,  anak akan mampu belajar menentukan pilihannya lewat temuannya sendiri, seperti membaca, melihat atau mendengar.

Seorang anak mengidolakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari membaca buku. Apalagi jika diperkuat seringnya mendengar paparan kehidupan Rasulullah melalui cerita Ayah Bunda atau guru. Jadi saat menemukan anak sedang tergila-tergila pada tokoh idola seperti klub olahraga, artis dll, cobalah berkomunikasi lebih intens dengan anak. Tanyakan mengapa Andi mengagumi pesepakbola asal Inggris MU, Rio Ferdinand?

baca juga: Solusi Mengatasi Sulitnya Mengenalkan Rasulullah

Ajaklah berdialog, ternyata Andi mengagumi Rio karena teknik bermain bolanya. Apabila anak sampai membeli sticker, gambar dan lainnya secara berlebihan, maka katakan padanya lebih baik uangnya ditabung. Keberadaan idola bisa menjadi motivator bagi anak. Tugas Ayah Bunda untuk “memancing” anak mencari kelebihan yang ia miliki.

Jelaslah peran Ayah Bunda dalam memberikan arahan yang layak menjadi idola kepada anak sangat penting. Siapa yang menjadi tokoh idola anak akan mempengaruhi arah cita-citanya. Jangan sampai kita lupa mempromosikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, para sahabat dan pejuang islam lainnya. Karena merekalah yang harus menjadi inspirasi dan idola anak-anak islam yang sesungguhnya.

Parenting dan Anak Lainnya
Produk Pilihan

Paket 64 Sahabat Teladan Utama (64 ST.

Detail
Rekomondasi Blog