Seputar Islam Sygma Daya Insani

Hanya Ada 3 Orang yang Tidak Disukai Rasulullah SAW, Andakah Salah Satunya?

Hanya Ada 3 Orang yang Tidak Disukai Rasulullah SAW, Andakah Salah Satunya?

Oleh administrator | Kamis, 26 Januari 2017 07:44 WIB | 30735 Views

Rasululllah shalallahu alaihi wasallam hadir di tengah-tengah umatnya dengan maksud untuk menyempurnakan akhlak. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa akhlak Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah akhlak Al Quran. Berikut akan dijelaskan mengenai 3 golongan yang dibenci oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

Rasululllah shalallahu alaihi wasallam hadir di tengah-tengah umatnya dengan maksud untuk menyempurnakan akhlak. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa akhlak Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah akhlak Al Quran. Berikut akan dijelaskan mengenai 3 golongan yang dibenci oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
 
  1. Pembual atau Pendusta
Pembual dan pendusta yang banyak ngomongnya, serta pandai pula bersilat lidah.
Kadang disertai argumentasi yang logis, namun mengandung kebohongan dan tipuan. Kalau bicara seenaknya, kurang menjaga adab dan menyela pembicaraan.
 
Nabi shalallahu alaihi wasallam berpesan, “Katakanlah yang baik atau diam.” (HR Bukhari). Banyak kata tapi sedikit makna dan tidak sesuai fakta. Mereka itulah orang-orang munafik yang apabila berkata ia dusta, bila berjanji diingkari dan bila dipercaya dikhianati (HR. Bukhari).
 
  1. al-mutasyaddiquun (Orang yang suka bicara berlebihan kepada orang lain).
Golongan kedua yang dibenci Nabi shalallahu alaihi wasallam adalah orang jika berbicara sangat fasih dengan tata bahasa yang menakjubkan. Jika bicara, bumbunya berlebihan hingga tak sesuai kenyaataan. Lihai dalam bertutur kata, tapi hanya ingin dapat pujian. Tidak jarang pula, bahasanya indah namun berbisa (menghinakan). Susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah.
 
  1. al-mutafaihiquun (Orang yang suka membesarkan diri).
Golongan ketiga yang sangat dibenci Nabi shalallahu alaihi wasallam yakni orang sombong atau angkuh. Kesombongan pertama adalah ketika Iblis menolak sujud kepada Nabi Adam AS, lalu ia pun dikeluarkan dari surge.
 
Fir’aun yang mengaku Tuhan yang akhirnya ditenggelamkan di Laut Merah. Qarun yang sombong karena harta kekayaannya dilenyapkan ke perut bumi. Raja Namrudz yang menyetarakan diri dengan Allah SWT. justru dimatikan oleh seekor nyamuk.
 
Nasihat Imam Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam perlu kita renungi, "Kemaksiatan yang menimbulkan rasa hina dan penyesalan, lebih baik dari ketaatan yang melahirkan bangga dan kesombongan."
 
Tetaplah rendah hati, karena keangkuhan adalah awal dari semua kejatuhan. Jangan sombong di depan orang tawadhu, nanti kau dipermalukan. Jangan pula rendah hati di depan orang sombong, nanti kau dihinakan. Allahu a’lam bish-shawab.
 
Sumber: khazanah republika
 

Seputar Islam Lainnya