Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
7 Perbuatan yang Dapat Menyelamatkan Penghuni Kubur

7 Perbuatan yang Dapat Menyelamatkan Penghuni Kubur

Ayah Bunda, ada beberapa dari kita yang belum memperhatikan kebutuhan keluarga yang sudah meninggalkan kita, namun perlu diperhatikan di sini, amalan yang bisa bermanfaat bagi si mayit itu juga harus ditunjukkan dengan dalil dan tidak bisa dikarang-karang sendiri. Jadi tidak boleh seseorang mengatakan bahwa amalan A atau amalan B bisa bermanfaat bagi si mayit, kecuali jika jelas ada dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang menunjukkan hal tersebut.
 
Amalan-amalan yang bisa bermanfaat bagi si mayit adalah sebagai berikut.

Pertama: Do’a kaum muslimin bagi si mayit
 
Setiap do’a kaum muslimin bagi setiap muslim akan bermanfaat bagi si mayit. Dalilnya adalah firman Allah

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang“.” (QS. Al Hasyr: 10) Ayat ini menunjukkan bahwa di antara bentuk kemanfaatan yang dapat diberikan oleh orang yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal dunia adalah do’a karena ayat ini mencakup umum, yaitu orang yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal dunia.
 
Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Do’a dalam ayat ini mencakup semua kaum mukminin, baik para sahabat yang terdahulu dan orang-orang sesudah mereka. Inilah yang menunjukkan keutamaan iman, yaitu setiap mukmin diharapkan dapat memberi manfaat satu dan lainnya dan dapat saling mendoakan.”
 
Begitu pula sebagai dalil dalam hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: “Amin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi”.” Do’a kepada saudara kita yang sudah meninggal dunia adalah di antara do’a kepada orang yang di kala ia tidak mengetahuinya.

Kedua: Siapa saja yang melunasi utang si mayit
 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan seorang mayit yang masih memiliki utang, kemudian beliau bertanya, “Apakah orang ini memiliki uang untuk melunasi hutangnya?” Jika diberitahu bahwa dia bisa melunasinya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menyolatkannya. Namun jika tidak, maka beliau pun memerintahkan, “Kalian shalatkan aja orang ini.”
 
Tatkala Allah memenangkan bagi beliau beberapa peperangan, beliau bersabda,
“Aku lebih pantas bagi orang-orang beriman dari diri mereka sendiri. Barangsiapa yang mati, namun masih meninggalkan utang, maka aku lah yang akan melunasinya. Sedangkan barangsiapa yang mati dan meninggalkan harta, maka itu untuk ahli warisnya.” Hadits ini menunjukkan bahwa pelunasan utang si mayit dapat bermanfaat bagi dirinya.
 
Sedangkan apakah pelunasan utang si mayit di sini wajib ataukah tidak, di sini ada dua pendapat di kalangan ulama Syafi’iyyah. Sebagian ulama mengatakan bahwa wajib dilunasi dari baitul maal. Sebagian lagi mengatakan tidak wajib.

Ketiga: Menunaikan qodho’ puasa si mayit
 
Pembahasan ini telah kami jelaskan pada tulisan kami yang berjudul “Permasalahan Qodho’ Ramadhan”. Pendapat yang mengatakan bahwa qodho’ puasa bermanfaat bagi si mayit dipilih oleh Abu Tsaur, Imam Ahmad, Imam Asy Syafi’i, pendapat yang dipilih oleh An Nawawi, pendapat pakar hadits dan pendapat Ibnu Hazm.
 
Dalil dari pendapat ini adalah hadits ‘Aisyah,
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki kewajiban puasa, maka ahli warisnya yang nanti akan mempuasakannya. ” Yang dimaksud “waliyyuhu” adalah ahli waris

Keempat: Menunaikan qodho’ nadzar baik berupa puasa atau amalan lainnya
 
Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu pernah meminta nasehat pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia mengatakan,
“Sesungguhnya ibuku telah meninggalkan dunia namun dia memiliki nadzar (yang belum ditunaikan).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan,

“Tunaikanlah nadzar ibumu.”

Kelima: Segala amalan sholih yang dilakukan oleh anak yang sholih akan bermanfaat bagi orang tuanya yang sudah meninggal dunia
 
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39). Di antara yang diusahakan oleh manusia adalah anak yang sholih.
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dan anak merupakan hasil jerih payah orang tua.” Ini berarti amalan dari anaknya yang sholih masih tetap bermanfaat bagi orang tuanya walaupun sudah berada di liang lahat karena anak adalah hasil jerih payah orang tua yang pantas mereka nikmati.
 
Namun sayang, orang tua saat ini melupakan modal yang satu ini. Mereka lebih ingin anaknya menjadi seorang penyanyi atau musisi –sehingga dari kecil sudah dididik les macam-macam-, dibanding anaknya menjadi seorang da’i atau orang yang dapat memberikan manfaat pada umat dalam masalah agama. Sehingga orang tua pun lupa dan lalai mendidik anaknya untuk mempelajari Iqro’ dan Al Qur’an. Sungguh amat merugi jika orang tua menyia-nyiakan anaknya padahal anak sholih adalah modal utama untuk mendapatkan aliran pahala walaupun sudah di liang lahat.

Keenam: Bekas-bekas amalan sholih (seperti ilmu yang bermanfaat) dan sedekah jariyah yang ditinggalkan oleh si mayit
 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika manusia itu mati, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara: [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang diambil manfaatnya, [3] anak sholih yang mendo’akan orang tuanya.”

Ketujuh: Sedekah atas nama si mayit
 
Sedekah untuk mayit akan bermanfaat baginya berdasarkan kesepakatan (ijma’) kaum muslimin.  Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

“Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.”

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
 








Seputar Islam Lainnya
Jangan lewatkan  Hari Penuh dengan Pengabulan Doa: "Hari Jumat"
Jangan lewatkan Hari Penuh dengan Pengabulan Doa: "Hari Jumat"

Ayah Bunda, jumat adalah waktu mustab. Jika ada yang meninggal pada hari Jumat, maka dia berada dalam keadaan yang baik. Ada pula jika ia berdoa pada hari Jumat maka akan Allah kabulkan. Bahkan hari Jumat kita disunnahkan untuk membaca surat khusus yaitu Al Kahfi agar kita diterangi diantara dua jumat.
Masih Meninggalkan Solat Jumat? Sebaiknya Anda Baca Ini!
Masih Meninggalkan Solat Jumat? Sebaiknya Anda Baca Ini!

Ayah Bunda, ada sebagian dari lingkungan kita yang melalaikan solat. Meski berstatus muslim, tetapi masih ada sebagian di antara kita yang lalai dalam melaksanakan kewajiban shalat. Salah satunya shalat Jumat.
Mengapa Bencana atau Musibah Itu Baik Bagi Seorang Muslim?
Mengapa Bencana atau Musibah Itu Baik Bagi Seorang Muslim?

Sungguh mengagumkan urusan orang muslim. Jika ia ditimpa musibah dia bersabar dan jika ia ditimpa kesenangan dia bersyukur. Semua urusan orang muslim adalah baik. Masalah demi masalah yang di hadapi oleh seorang muslim, sudah diukur oleh Allah sehingga ia dapat menyelesaikan masalah tersebut.
Wahai Muslimah Berbahagialah Karena Syurgamu Ada di Rumahmu
Wahai Muslimah Berbahagialah Karena Syurgamu Ada di Rumahmu

Ayah Bunda, kita semua mendambakan masuk ke syurganya Allah. Saking indahnya, suasana syurga adalah tempat yang tidak pernah didengar bahkan dibayangkan oleh manusia. Allah memberikan syarat-syarat masuk syurga khusus untuk muslimah. Berikut adalah syaratnya:
Produk Pilihan
Paket Muhammad Teladanku (MUTE)
Rp 4.850.000
Rp 2.816.880

Rekomendasi Blog
Membangun Karakter Sukses Anak
Senin, 12 Maret 2018 13:50 WIB

Semua orang tua ingin anaknya sukses di masa depan mereka. Untuk bisa sukses tentu saja dibutuhkan karakter yang dapat menunjang tercapainya kesuksesan tersebut. Sejak awal, setiap anak sudah dibekali dengan potensi memiliki karakter karakter unggul yang akan membawa kita menuju kesuksesan. Hanya saja terkadang kita gagal menemukan cara untuk membangun dan mengoptimalkannya. Salah satu sebabnya adalah kita tidak memiliki kebiasaan yang dapat membangun karakter sukses kita. Lalu bagaimana cara untuk membangun karakter sukses tersebut ?