Seputar Islam Sygma Daya Insani

Penghuni Pertama Neraka

Penghuni Pertama Neraka

Oleh Sygma Daya Insani | Selasa, 24 September 2013 01:08 WIB | 225474 Views

Sygma Daya Insani - Penghuni Pertama Neraka - Suatu perbuatan itu tergantung niatnya. Demikian salah satu hadist Rasul yang menekankan betapa pentingnya niat di saat kita melakukan perbuatan. Kedudukan niat sangat penting untuk diterimanya perbuatan kita. Kisah berikut menggambarkan betapa penting

Sygma Daya Insani - Penghuni Pertama Neraka - Suatu perbuatan itu tergantung niatnya. Demikian salah satu hadist Rasul yang menekankan betapa pentingnya niat di saat kita melakukan perbuatan. Kedudukan niat sangat penting untuk diterimanya perbuatan kita.

Kisah berikut menggambarkan betapa pentingnya meluruskan niat dalam melakukan suatu perbuatan, yang terdapat dalam hadits Rasulullah dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, An-Nasa-i, Imam Ahmad dan Baihaqi.

Tiga orang menanti sidang di akhirat dengan kepercayaan diri sangat tinggi. Mereka amat yakin bahwa mereka akan diputuskan menjadi penghuni surga.

Penghuni Pertama Neraka

Orang pertama dipanggil menghadap Allah. Ia merupakan seorang pria yang mati syahid. Si pria mengakui banyaknya nikat yang diberikan Allah padanya. Allah pun bertanya, Apa yang telah kau perbuat dengan berbagai nikmat itu?

Mujahid itu menjawab, Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid, ujarnya.

Allah ta'ala pun menyangkalnya, Kau telah berdusta. Kau berperang agar namamu disebut manusia sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian, firmanNya. Mujahid riya itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke jahannam.

Orang kedua pun dipanggil. Ia merupakan seorang alim ulama yang mengajarkan Alquran pada manusia. Seperti orang pertama, Allah bertanya hal sama, Apa yang telah engkau perbuat berbagai nikmat itu?

Sang ulama menjawab, Saya telah membaca, mempelajari dan mengajarkannya Alquran karena Engkau, ujarnya.

Namun Allah berfirman, Kamu berdusta. Kau mempelajari ilmu agar disebut sebagai seorang alim dan kau membaca Alquran agar kamu disebut sebagai seorang qari, Allah, mengadili. Sang alim ulama pun menyusul si mujahid, masuk ke neraka yang apinya menjilat-jilat.

Orang ketiga pun dipanggil. Ia merupakan orang yang sangat dermawan. Sang dermawan dianugerahi Allah harta melimpah. Allah pun menanyakan tangung jawabnya atas nikmat itu, Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmatKu firmanNya.

Sang dermawan menjawab, Saya tidak pernah meninggalkan sedeqah dan infaq di jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau, jawabnya.

Dia pun tak jauh beda dengan dua orang sebelumnya. Kau berdusta. Kau melakukannya karena ingin disebut sebagai seorang dermawan. Dan begitulah yang dikatakan orang-orang tentang dirimu, firmanNya.

Sang dermawan yang riya ini pun diseret dan dilempar ke neraka, bergabung dengan dua temannya yang juga menyimpan sifat riya di hati.

Di mata manusia, ketiganya merupakan seorang yang taat beribadah dan diyakini akan menjadi penduduk surga. Namun hanya Allah yang mengetahui segala isi hati hambaNya. Ketiganya tak pernah mengikhlaskan amalan untuk Allah, melainkan agar diakui manusia. Mereka pun berakhir di neraka dan menjadi penghuni pertama neraka.---

Allah Maha Tahu atas segala yang diniatkan dan dilakukan manusia serta Maha Adil dalam memutuskan setiap perkaran tanpa zalim. Tiga orang shalih yang percaya diri akan masuk surga tersebut, justru malah berakhir di neraka, karena Allah mengetahui kalau mereka hanya shalih di pandangan manusia, namun tak ada Allah dalam niat amal mereka.

Dari kisah tersebut, dapat diambil hikmah, betapa pentingnya suatu niat dalam melakukan suatu perbuatan agar berbuah pahala.

Seperti yang Rasulullah sampaikan, Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya dan bagi setiap orang mendapatkan sesuai yang ia niatkan. Barangsiapa hijrahnya karena Allah dan RasulNya maka hijrahnya sampai pada Allah dan RasulNya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia inginkan atau karena wanita yang ia ingin nikahi maka hijrahnya sampai apa yang ia niatkan.

Karena itu, niatkan perbuatan kita untuk mencari ridha Allah semata. Keikhlasan suatu niat karena Allah, merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan kita. Allah tidak akan menerima amalan terkecuali yang didasari ikhlas karena-Nya dan sesuai dengan tuntunan RasulNya.

Hindari perbuatan riya (pamer) dan sum'ah (beramal agar didengar oleh orang lain). Karena hal tersebut dapat menghilangkan pahala amal perbuatan yang kita lakukan dan membawa pelakunya pada api neraka, seperti yang terjadi pada tiga orang shalih tersebut. Semoga kita tidak tergolong orang-orang yang merugi.*** (roni ramdan)

Penghuni Pertama Neraka Penghuni Pertama Neraka

Mudah-mudahan artikel Penghuni Pertama Neraka ini bermanfaat bagi pembaca.

Produk Pilihan

Paket Balita Berakhlak Mulia (BBM).

Detail
Rekomondasi Blog