Seputar Islam Sygma Daya Insani

Kejadian-Kejadian yang Membuat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam Marah

Kejadian-Kejadian yang Membuat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam Marah

Oleh administrator | Rabu, 24 Agustus 2016 02:47 WIB | 24022 Views

Marah atau gembiranya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam marah dapat dibedakan dari rona wajahnya, karena kulitnya sangat bersih. Bila marah, pelipisnya memerah. Bila marah dan saat itu sedang berdiri, ia duduk. Bila marah dalam keadaan duduk, ia berbaring. Seketika, hilanglah amarahnya.

Kejadian-Kejadian yang Membuat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam Marah

Marah atau gembiranya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam marah dapat dibedakan dari rona wajahnya, karena kulitnya sangat bersih. Bila marah, pelipisnya memerah. Bila marah dan saat itu sedang berdiri, ia duduk. Bila marah dalam keadaan duduk, ia berbaring. Seketika, hilanglah amarahnya.

Bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam marah, padahal ia sendiri melarang umatnya untuk marah? Jawabannya, kemarahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam itu memang disebabkan oleh beberapa hal. Namun dapat dipastikan, kesemuanya bermuara pada satu sebab, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan agama, bukan kepentingan pribadinya.
Sebagai guru seluruh manusia dan pemberi petunjuk ke jalan yang lurus, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  perlu marah agar mereka menjauhi segala perbuatan yang tidak elok.
 
  1. Ketika Sahabat Membunuh Orang yang Mengatakan Kalimat Tahlil
Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam marah saat mendengar laporan bahwa dalam medan peperangan, Usamah bin Zaid membunuh orang yang sudah mengatakan la Ilaha illallah (tiada Tuhan selain Allah).

Sedang Usamah membunuhnya karena menyangka orang itu melafalkan kalam tauhid hanya untuk menyelamatkan diri. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  menyalahkan Usamah dan berkali-kali mengatakan, “Apakah engkau membunuhnya setelah dia mengatakan la Ilaha illallah?” (HR. al-Bukhari)
 
  1. Lelaki Memakai Cincin Emas
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  melihat seorang lelaki memakai cincin emas. Melihat pelanggaran agama itu, Rasulullah marah. Ia lantas mencabut cincin lelaki itu dan melemparkannya ke tanah. “Salah seorang di antara kalian dengan sengaja menceburkan diri ke jilatan api dengan menggunakannya (cincin emas) di tangannya,” sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  (HR. Muslim)
 
  1. Membandingkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam dengan Nabi Musa
Di pasar Madinah, terjadi perselisihan antara seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  dengan pedagang Yahudi. Perselisihan itu sampai membuat si Yahudi bersumpah, “Demi Dzat yang telah memilih Musa di antara manusia lainnya.” Ungkapan sumpah ini membuat sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  Muhammad itu marah. Ia menampar si Yahudi. “Kamu mengatakan ‘Demi Dzat yang telah memilih Musa di antara manusia lainnya’, sedang ada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  Muhammad Shallahu ‘alaihi Wassallam di tengah-tengah kita?” ujarnya.

Orang Yahudi tersebut tak terima dengan perlakuan sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam. Ia pun bergegas datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  Muhammad untuk melaporkan kejadian itu. Mendengar aduan itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  Muhammad marah dan mengatakan, “Janganlah kalian saling mengunggulkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  yang satu dengan lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Saat marah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  juga tak ‘bermain tangan’ atau menyakiti fisik. Dalam kesaksian sang istri tercinta Aisyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam  tak pernah sekalipun memukul wanita atau pembantu. Bahkan, ia tak pernah memukul apapun, kecuali jika sedang berjihad. (HR. Muslim)

Produk Pilihan

Paket Balita Berakhlak Mulia (BBM).

Detail
Rekomondasi Blog