Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
4 Keteladanan dari Ibunda Siti Hajar

4 Keteladanan dari Ibunda Siti Hajar

4 Keteladanan dari Ibunda Siti Hajar

Memiliki anak yang sholeh merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang Ibu. Ibu-ibu muslim patut mencontoh keteladanan dari Ibunda Siti Hajar. Ibunda Siti Hajar merupakan istri dari Nabi Ibrahim Alaihis Salam. Dari pasangan ini, dikaruniai anak bernama Nabi Ismail Alaihis Salam. Kita akan membahas mengenai keteladanan dari Ibunda Siti Hajar dalam mendampingi suami dan mendidik Nabi Ismail Alaihis Salam.
 
  1. Ibunda Siti Hajar yang Peka Terhadap keadaan
Ibunda Siti Hajar adalah istri kedua dari Nabi Ibrahim Alaihis Salam.Ibunda Siti Hajar sahaya yang dipilih langsung oleh Siti Sarah untuk Nabi Ibrahim Alaihis Salam, lalu hamil dan melahirkan anak bernama Ismail. Sebagai seorang istri, hati siapa yang tak cemburu? Begitulah yang dialami Siti Sarah ketika melihat hadirnya Ismail di tengah keluarganya.
Ibunda Siti Hajar tahu kecemburuan Siti Sarah. Bagaimanapun, ia tak ingin menyakiti Sarah yang telah begitu baik padanya. Ibunda Siti Hajar pun tahu situasi seperti ini tak baik untuk pertumbuhan anaknya. Akhirnya, Allah memberi putusan bagi Ibunda Siti Hajar untuk berhijrah karena Allah Maha Tahu yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim Alaihis Salam membawa Ismail dan Ibunda Siti Hajar.

baca juga: 6 Keteladanan Ibunda Siti Sarah
 
  1. Ibunda Siti Hajar yang Cerdas dan Kreatif
Saat hendak berhijrah, Ibunda Siti Hajar mengenakan ikat pinggang guna mengikat pakaiannya agar terjuntai ke tanah untuk menutupi jejak kakinya. Tujuannya adalah agar tidak diketahui Sarah. Ibunda Siti Hajar adalah wanita pertama yang membuat ikat pinggang. Nabi Ibrahim Alaihis Salam membawa istri dan anaknya yang masih menyusui itu dan menempatkan keduanya di dekat Baitullah di sisi pohon dauhah―pada bagian atas sumur Zamzam dan Masjidil Haram menurut perkiraan sekarang.
 
  1. Ibunda Siti Hajar yang Tegar dan Taat kepada Suami
Dengan berbekal tempat makanan berisi kurma dan tempat minum berisi air, Nabi Ibrahim Alaihis Salam meninggalkan keduanya. Ibunda Siti Hajar mengikutinya dan bertanya, “Hendak ke manakah, wahai Ibrahim? Engkau meninggalkan kami di lembah yang tiada teman atau apa pun?”
Hajar mengulang pertanyaannya beberapa kali. Saat dilihatnya Ibrahim hanya diam, segera ia tersadar. “Apakah Allah yang menyuruhmu berbuat demikian?” tanyanya dengan kecerdasan luar biasa.
“Benar,” jawab Ibrahim.
“Jika demikian, maka Allah tak akan menelantarkan kami.” Kemudian Ibunda Siti Hajar kembali ke tempat semula, sedangkan Ibrahim Alaihis Salam melanjutkan perjalanannya.
 
  1. Ibunda Siti Hajar yang Gigih
Sementara itu, Ibunda Siti Hajar menyusui Ismail kecil dan minum dari tempat perbekalannya. Setelah air itu habis, ia kehausan. Demikian pula anaknya. Ibunda Siti Hajar memperhatikan anaknya yang berguling-guling kehausan. Ia tak tega. Dengan penuh cinta, ia beranjak pergi mendaki Bukit Shafa. Ia berharap ada orang yang akan menolongnya atau menemukan lokasi air. Ketika tak menemukan apa yang dicarinya, ia menaiki Bukit Marwah. Terus-menerus seperti itu sebanyak tujuh kali, sampai datanglah pertolongan Allah. Tiba-tiba air keluar dari bawah kaki Ismail kecil yang menangis karena kehausan.
Hajar takjub dan berkata, ”Zamzam, zamzam. Berkumpul-berkumpul.” Ia segera membuat kolam kecil agar air Zaamzam tak kemana-mana.
Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW, bersabda, “Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada bunda Ismail, Ibunda Siti Hajar. Jika ia membiarkan Zamzam atau jika ia tidak membuat kolam, niscaya Zamzam menjadi mata air yang mengalir.”








Seputar Islam Lainnya
6 Keteladanan Ibunda Siti Sarah
6 Keteladanan Ibunda Siti Sarah

Ayah Bunda sudah kenal dengan Ibunda Siti Sarah, istri dari Nabi Ibrahim Alaihis Salam? Ia adalah seorang wanita yang diberi anugrah kecantikan luar biasa. Ibunda Siti Sarah termasuk wanita yang beriman dan juga bertaqwa kepada Allah. Ia juga termasuk orang pertama yang mau menerima ajakan dakwah suaminya. Dibawah ini akan dipaparkan mengenai keteladanan-keteladanan dari Ibunda Siti Sarah.
Doa dan Dzikir Nabi Ibrahim
Doa dan Dzikir Nabi Ibrahim

Ayah Bunda, Nabi Ibrahim Alaihis Salam adalah bapaknya para Nabi. Kerena ketaatan Nabi Ibrahim Alaihis Salam kepada Allah, beliau dijuluki sebagai kekasih Allah. Nama Ibrahim pun menjadi surat dalam Al Quran, bahkan doa-doa yang dipanjatkan ada di dalam Al Quran. Berikut adalah doa dan dzikir yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam:
Pendidikan Karakter yang Diajarkan Nabi Ibrahim Kepada Ismail
Pendidikan Karakter yang Diajarkan Nabi Ibrahim Kepada Ismail

Mari perhatikan dengan saksama bagaimana Ibrahim menyampaikan perintah berat ini kepada anaknya. Dalam Al-Qur’an dengan sangat disebutkan kata-kata Ibrahim kepada Ismail yang bermakna sebagai beriktut:
Keadaan Pemuda di Zaman Rasulullah:  “Mush’ab bin Umair”
Keadaan Pemuda di Zaman Rasulullah: “Mush’ab bin Umair”

Keadaan Pemuda di Zaman Rasulullah: “Mush’ab bin Umair” Masa muda atau usia remaja adalah saat orang-orang mulai mengenal dan merasakan manisnya dunia. Pada fase ini, banyak pemuda lalai dan lupa, jauh sekali lintasan pikiran akan kematian ada di benak mereka.
Produk Pilihan
Paket Balita Berakhlak Mulia (BBM)
Rp 2.850.000
Rp 1.655.280

Rekomendasi Blog
Permen Karet Tertelan, Apa yang Harus di Lakukan?
Senin, 15 Mei 2017 09:54 WIB

Ayah Bunda, berbagai bentuk makanan dikonsumsi oleh kita. Dari yang bermanfaat hingga yang tidak bermanfaat bagi utbuh. Apa akibatnya jika permen karet yang tidak bisa dicerna oleh mulut masuk ke dalam usus? Perlu diketahui memang permen karet tidak bisa dicerna secara sempurna oleh usus kita. Karenanya permen karet tidak dimakan dan tidak ditelan. Bagaimana jika tertelan?