Seputar Islam Sygma Daya Insani

Ringkasan Sejarah Khadijah binti Khuwalid

Ringkasan Sejarah Khadijah binti Khuwalid

Oleh administrator | Rabu, 28 September 2016 02:46 WIB | 216393 Views

Khadijah binti Khuwalid adalah istri pertama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam. Beliau adalah sesosok wanita yang kuat. Khadijah binti Khuwalid rela memberikan seluruh dunia kekayaannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam untuk dakwah. Seperti apa sejarah dari Khadijah binti Khuwalid ?

Ringkasan Sejarah Khadijah binti Khuwalid

            Khadijah binti Khuwalid adalah istri pertama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam. Beliau adalah sesosok wanita yang kuat. Khadijah binti Khuwalid rela memberikan seluruh dunia kekayaannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam untuk dakwah. Seperti apa sejarah dari Khadijah binti Khuwalid ?
 
  • Silsilah Keluarga
Wanita sholehah itu bernama Khadijah, nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai, ia berasal dari golongan pembesar di Mekkah. Khadijah Al Kubra memiliki ayah bernama Khuwailid bin Asad dan ibunya bernama Fatimah binti Za’idah, ia berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy.
 
  • Sebelum Menikah dengan Nabi Muhammad SAW
Pada suatu hari, saat masih pagi buta, dengan penuh kegembiraan Khadijah pergi ke rumah sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal. Khadijah berkata, “Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah, lalu turun ke arah bumi.
 
Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Aku terus memperhatikannya untuk melihat kemana ia turun. Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku tertegun. Lalu aku terbangun dari tidurku”.
 
Kemudian Waraqah mengatakan, “Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat”.
 
  • Pernikahan Khadijah
Yang menarik dari pernikahan ini adalah Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk meminang Beliau, padahal pada saat itu bangsa Arab jahiliyah memiliki adat, pantang bagi seorang wanita untuk meminang pria dan semua itu terjadi dengan adanya usaha orang ketiga, yaitu Nafisah Binti Munyah dan peminangan dibuat melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib.
 
Khadijah juga merupakan wanita yang cerdas, mengenai ketertarikannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassallam ia mengatakan, “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Persia dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk”
 
Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, sedangkan Nabi Muhammad saat ini masih berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad.
 
  • Kehidupan Setelah Menikah dengan Nabi Muhammad SAW
Kisah Khadijah istri Rasulullah, sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad Shallallahu Alaihi Wassallam maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam, sehingga ia termasuk as-Sabiqun al-Awwalun (orang pertama yang memeluk islam).
 
Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menemaninya dalam setiap peristiwa baik suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, Khadijah pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluan suaminya. Seandainya suaminya agak lama tidak pulang ke rumah, Khadijah akan melihat untuk memastikan keselamatan suaminya. Sekiranya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassallam khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar sehingga Beliau pulang.
 
Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, beliau coba sekuat mungkin untuk mententram dan menghiburkan, sehingga suaminya benar-benar merasai tenang.
 
Sehingga sangat wajar jika dalam salah satu sabda Nabi muhammad, disebutkan keistimewaan Khadijah, “Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.”
 
Setiap ancaman dan penganiayaan mereka dihadapi bersama. Kemudian Allah mengkaruniakannya 6 orang anak, mereka adalah Qasim, Abdullah,  Zainab, Ruqayyah, Ummi Kulsum dan Fatimah
 
  • Khadijah Wafat
Sang Ummul Mukminin, Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha wafat pada bulan Ramadhan, tahun kesepuluh masa kenabian. Kala itu, umur beliau mencapai 65 tahun – berdasarkan pendapat yang paling kuat – sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah berumur 50 tahun.
 
Sesungguhnya Khadijah merupakan salah satu karunia Allah yang paling berharga bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengokohkan beliau pada saat yang sangat berat. Dia meyakinkan beliau sewaktu risalah datang. Dia membantunya menanggung beban jihad yang telah berlalu. Dia menolong dengan segenap jiwa dan hartanya.
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Dia beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkariku. Dia membenarkanku ketika orang-orang  mendustakanku. Dia menyokongku dengan hartanya ketika orang-orang memboikotku. Dan Allah mengaruniakan anak bagiku dari (rahim)-nya. Padahal dengan (istri-istriku) yang lain, aku tak mendapatkannya.”(HR. Ahmad)
 
baca juga: Ringkasan Sejarah Zainab Binti Khuzaimah
 

Produk Pilihan

Paket Balita Berakhlak Mulia (BBM).

Detail
Rekomondasi Blog