Tips Menarik Sygma Daya Insani

Anak Anda Ketagihan Gadget? Lakukan 3 Hal Ini Untuk Menyembuhkan Anak Dari Kecanduan Gadget

Anak Anda Ketagihan Gadget? Lakukan 3 Hal Ini Untuk Menyembuhkan Anak Dari Kecanduan Gadget

Oleh Ida Ayu | Rabu, 04 Oktober 2017 11:39 WIB | 35503 Views

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi seperti saat ini pemandangan anak-anak kecil yang memegang gadget menjadi hal sangat umum dijumpai di kota besar, bahkan kini sudah mulai merambah ke desa-desa. Mirisnya, saat ini pemandangan anak kecil bermain bersama teman-temanya dalam sebuah aktifitas fisik, canda tawa dalam gerak dan lari berekplorasi dengan alam menjadi pemandangan yang sangat langka, seolah keceriaan masa kanak-kanak sudah terenggut oleh sebuah layar kotak yang bernama telepon pintar.

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi seperti saat ini pemandangan anak-anak kecil yang memegang gadget menjadi hal sangat umum dijumpai di kota besar, bahkan kini sudah mulai merambah ke desa-desa. Mirisnya, saat ini pemandangan anak kecil bermain bersama teman-temanya dalam sebuah aktifitas fisik, canda tawa dalam gerak dan lari berekplorasi dengan alam menjadi pemandangan yang sangat langka, seolah keceriaan masa kanak-kanak sudah terenggut oleh sebuah layar kotak yang bernama telepon pintar.
 
Bagi orangtua di masa kekinian, gadget menjadi obat mujarab untuk mengatasi masalah anak yang rewel dan untuk meredakan tangisan anak yang membuat orangtua gelisah serta hilang kesabaran. Ditambah kesibukan orangtua dalam berkarir cenderung lebih memilih untuk mengasuh anaknya dengan pola asuh yang simpel dan tidak terlalu mau ribet.
 
Efek turunan dari penggunaan gadget ini membuat anak kurang mampu berkomunikasi dengan baik, kepercayaan diri berkurang, hal ini disebabkan karena telalu mereka hanya fokus pada gadget. dan tidak perduli dengan lingkungan sekitar serta tak beinteraksi dengan nak lain. Padalah faktanya semakin sering seorang anak bersosialisasi dengan orang lain, maka akan semakin lancar pula dia berkomunikasi dan akan cenderung lebih siap dalam menghadapi lingkungan luar. Dan gadget mampu merenggut hal tersebut dari anak kita tercinta.
 
Seiring kemajuan teknologi, kita sebagai orangtua tak bisa hanya melarang anak untuk menggunakan gadget, karena justru akan berpotensi anak memberontak dan akan mencuri-curi kesempatan baik di dalam maupun di luat rumah.

Tantangan kita sebagai orangtua adalah bagaimana kita berupaya mengendalikan penggunaan gadget pada anak, dan hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa hal di bawah ini :
 
Hal yang pertama orang tua bisa lakukan adalah dengan selalu mendampingi buah hati. Selalu siap sedia memberi penjelasan jika mereka mengajukan pertanyaan tentang konten yang mereka akses atau lihat. Ketika anak bertanya maka jelaskan pada anak tentang pengetahuan yang di lihatnya kemudian orangtua bisa mengajukan pertanyaan balik kepada anak untuk menarahkan pemahaman terhadap informasi yang didapatkan. Jangan biarkan anak asik berselancar sendiri di dunia maya, sehingga ia akan tumbuh dengan asumsi dan pemahaman sendiri dalam menerima konteninformasi yang ia dapatkan dari internet, termasuk perilaku tokoh-tokoh dalam game maupun video yang mereka lihat.
 
Hal yang kedua adalah dengan mengendalikan waktu akses. Sebagai orang tua, kita dapat membuat kesepakatan dengan anak-anak kita, kapan mereka akan menggunakan gadgetnya. Misalnya seminggu dua kali, atau sekali pada hari libur saja. Kesepakatan ini juga termasuk durasi anak mengakses gadget, misalnya satu jam setiap harinya. Usahakan membangun kedisiplinan dari pengaturan waktu akses ini dengan membuat kesepakatan dengan anak. Usahakan anak-anak tidak mengakses gadget terlalu lama setiap harinya dan sebagai orang tua kita harus mampu mengendalikannya. Mealrang bukanlah menjadi solusi namun memberikan pemahaman dan membuat kesepakatan serata membangun kedisiplinan adalah hal yang lebih baik.
 
Hal yang ketiga dengan memberikan alternatif-alternatif kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan tentu harus mengasyikan bagi anak. Hal ini bisa dilakukan dengan mengenalkan aktifitas membaca buku kepada anak, kegiatan ini secara fisik akan memberikan pengalaman yang berbeda dibanding dengan membaca buku dari internet melalui gadget, terutama ketika mengenalkan kegiatan membaca buku pada anak usia balita, membaca buku akan memberikan sensasi motorik kasar maupun motorik halus buah hati kita. Hal ini bisa dilakukan dengan melatih anak memilih buku sendiri, memegang buku sendiri dan membalik halaman per halaman sendiri, sehingga balita akan merasakan lembut atau kasarnya buku yang memilki bahan kertas yang berbeda. Pengendalian motorik kasar akan terlatih bimbing tangan buah hati untuk membalik halaman demi halaman, mengendalikan dan membimbing agar lembar buku tak rusak atau sobek.
 
Semua orangtua tentu berharap anaknya rajin membaca buku, namun sebagai orangtua tak bisa hanya dengan harapan saja, kelak anak kita akan suka membaca buku.Untuk merealisasikan harapan tersebut, pastilah membutuhkan effort dari orangtua, kita harus aktif berperan serta memberikan suasana mengasyikan kepada anak ketika mengenalkan anak membaca buku.

Proses mengenalkan membaca buku kepada buah hati tak berhenti hanya dengan membelikan buku, lalu memberikan buku tersebut seperti layaknya memberikan mainan kepada anak, namun proses ini dibutuhkan interaksi antara anak dengan orang tua , hal ini akan membuat proses perkenalan ini menjadi efektif.

Semua hal ini bisa diwujudkan dengan meluangkan waktu setiap hari bisa di waktu-waktu senggang bersama anak-anak kita. Mendongeng ditempat tidur atau sambil bersantai di teras rumah sambil menunjukan gambar-gambar menarik di buku yang kita baca bersama buah hati akan menjadi alternatif solusi untuk mengendalikan interaksi anak kita terhadap gadget. Buku akan menjadi investasi terbaik bagi perkembangan anak-anak kita tercinta. (iaz)

Tips Menarik Lainnya