Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
Cara Berdagang Rasulullah Agar Berkah dan Berlimpah

Cara Berdagang Rasulullah Agar Berkah dan Berlimpah

Ayah Bunda, sudah kah tahu bahwa suatu negara akan maju jika jumlah penduduk yang berwirausaha memiliki minimal 2 persen. Jika masyarakat Indonesia memiliki jiwa bisnis dan mau memebuat lapangan kerja sendiri maka akan sedikit jumlah pengangguran di Indonesia. Masalahnya mulai sejak kecil para orang tua mulai menyekoki anak bahwa "kamu kyang pintar ya nak supaya bisa kerja di tempat anu". Maka tidak heranlah jika anak tidak memiliki jiwa bisnis.

Jauh sebelum Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diangkat menjadi rasul, beliau adalah seorang pengusaha sukses dimasanya. Sejak usia 12 tahun Nabi Muhammad telah diajarkan berdagang oleh pamannya Abu Thalib.
 
Beranjak dewasa, Rasulullah menunjukkan bakatnya sebagai seorang pengusaha sukses yang jujur, adil serta dapat dipercaya dalam membuat perjanjian bisnis. Modal itu lah yang membuat usahanya terus berkembang, dan menambah pundi-pundi kekayaan beliau.
 
Bayangkan saja oleh Anda, saat Rasulullah menikah dengan Siti Khadijah, beliau memberikan mas kawin senilai ± Rp. 1.750.000.000 (satu milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah). Dimana saat itu bentuk mas kawinnya berupa 125 ekor unta terbaik.
 
Jika satu ekor unta saja saat ini berkisar Rp. 14.000.000, maka untuk 125 ekor unta silahkan hitung sendiri angkanya.
 
Lalu bagaimana cara berdagang Nabi Muhammad agar bisa sukses seperti itu? Apa tips, strategi dan prinsip yang diterapkan Rasul? Sehingga Michael H. Hart, penulis buku The 100 Most Influential Man in History, menempatkan beliau diurutan pertama.
 
Untuk memahami cara Rasulullah berniaga, maka tidak akan lepas dari sifat utama Nabi, yaitu FAST.

Sifat #1 – Fathonah (F)
 
Sifat ini artinya cerdas.
 
Sebagai seorang pengusaha, dibutuhkan kecerdasan dalam melihat peluang pasar (supply and demand). Tapi tidak kalah pentingnya adalah kecerdasan dalam mengambil hati pembeli (customer satisfaction).

Tentang Permintaan dan Penawaran (Supply & Demand)

Dikisahkan ketika saat berdagang di Mekkah, para pedagang dari kaum Quraisy ingin menjatuhkan usaha Rasulullah. Dengan memainkan harga  dibawah harga pasar saat itu sehingga harga menjadi tidak wajar (banting harga)..
 
Maka beliau menunggu waktu yang tepat dengan bersabar, hingga semua dagangan milik pedagang Quraisy habis. Saat barang dagangan diluar habis, maka permintaan akan naik dan membuat Rasulullah mampu membuat harga kembali normal (dinaikkan kembali).
 
Hasilnya saat semua pedagang Quraisy rugi karena menjual dibawah harga pasar, Rasulullah tetap mendapat untung karena menjual dengan harga yang normal.

Tentang Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction)

Setelah berhijrah ke Madinah, Rasulullah membangun pasar muslim yang diprakarsai oleh Abdurrahman Bin Auf. Dengan beberapa strategi yang diterapkan oleh Abdurrahman Bin Auf, pasar muslim mulai ramai oleh transaksi perdagangan.
 
Tidak lama setelah itu para pedagang musim menyampaikan keluhan dan permasalahannya kepada Rasulullah. Bahwa pedagang Yahudi mendapatkan untung lebih besar dibanding dari mereka.
 
Ternyata para pedagang Yahudi tersebut sudah terbiasa dengan mengurangi takaran pada barang dagangan mereka. Misalkan jika menjual 1 kilogram gandum, maka hanya didapat 900 gram, sedangkan para pedagang muslim sesuai dengan takaran.
 
Lalu apa jawaban Rasul..? → “Lebih kan takaran”
 
Ini maksudnya melebihkan meski hanya 1 genggang saja, sesuai keikhlasan penjual. Sehingga penduduk Madinah mendapat kesan jika belanja ke padagang muslim dapat belanjaan yang lebih berat dibandingkan belanja ke para pedagang Yahudi.
 
Dan tak sampai 2 tahun kemudian, pedagang-pedagang muslim sudah menguasai pasar Madinah.
 
Empat belas abad yang lalu Rasulullah sudah memprioritaskan customer satisfaction, dengan selalu memberikan senyuman ramah dan mengucapkan terima kasih setelah bertransaksi. Sembari mengamalkan prinsip :

Give client what they want more than what they expected

Sifat #2 – Amanah (A)

Sifat ini artinya dapat dipercaya.

Dengan rekam jejak beliau selama merintis usahanya, Nabi Muhammad tidak pernah ingkar dan lupa terhadap perjanjian yang telah dibuatnya. Mulai dari perjanjian dengan rekan bisnis maupun dengan karyawannya.

Tentang Administrasi Perjanjian (Letter of Agreement)

Allah telah mengajarkan untuk mencatat setiap perjanjian dalam bertransaksi,
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan.

Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah : 282)

Dasar ini yang membuat Nabi Muhammad menulis setiap perjanjian dalam usahanya, sehingga tidak akan lupa dan bisa dipertanggung-jawabkan.

Tentang Upah Bayaran (Wage and Commissions)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Allah Ta’ala berfirman, ‘Tiga jenis (manusia) yang Aku menjadi musuhnya kelak pada hari kiamat; Laki-laki yang memberi dengan nama-Ku lalu berkhianat, laki-laki yang menjual orang yang merdeka (bukan budak) lalu memakan uang hasil penjualannya dan laki-laki yang memperkerjakan pekerja, yang mana ia memenuhi pekerjaannya, tetapi ia tidak memberikan upah’”. (HR. Bukhari, lihat Fathul Bari, 4/447)

Tindakan ini merupakan perbuatan zalim dan termasuk pula dengan mengulur-ngulur pembayaran gaji kepada karyawan.
 
Sifat #3 – Shidiq (S)

Sifat ini artinya jujur/benar.

Perilaku jujur tidak hanya dituntut dalam kegiatan usaha saja, tetapi harus diimplementasi dalam semua aspek kehidupan.
 
Keutamaan menjadi pedagang yang jujur adalah dikumpulkannya nanti bersama para Nabi pada hari Kiamat, sesuai sabda Rasul,
 
“Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersam para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti)”. (HR. Ibnu Majah)
 
Tentang Cara Menjalankan Bisnis (How to Running the Business)

Contoh perilaku jujur dalam kegiatan dagang Rasul adalah sebagai berikut :
  • Jujur dalam timbangan dan takaran → malah dianjurkan untuk melebihkan.
  • Tidak berbohong dan menipu pembeli → beritahukan kelebihan dan kelemahan barang dagangan secara wajar dengan tidak bersumpah secara berlebihan.
  • Barang yang dijual adalah barang yang halal→ termasuk diantaranya materi dan sumber dalam mendapatkan barang dagangan tersebut.
  • Tidak menimbun barang dagangan (ihtikar) → bermaksud memonopoli harga (kartel)
  • Kelompokkan produk sesuai dengan kualitasnya → harga barang yang kualitasnya baik akan lebih mahal dibandingkan dengan kualitas yang biasa saja.
  • Tidak menjual produk uang kualitas rendah → bahkan tidak pantas untuk dijual.
  •  
Sifat #4 – Tablig (T)

Sifat ini artinya menyampaikan. Menyampaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban pembeli atau rekan usaha.

Tentang Akad Perjanjian (Contract Agreement)

Memperjelas akad yang digunakan dengan pembeli atau sesama pedagang, apakah transaksi tersebut menggunakan murabahah, mudharabah, ijarah, syirkah, dsb.
 
Tidak melakukan transaksi yang dilarang seperti mengandung unsur :
 
  • gharar (ketidakjelasan, penipuan),
  • masyir (perjudian),
  • riba (bunga),
  • riswah (suap, sogokan), dan lain-lain
 
Dengan menanamkan empat sifat utama Nabi Muhammad diatas (FAST), akan melahirkan sikap atau etika pengusaha muslim. Suatu sikap yang tidak hanya bisa menghantarkan Anda berkah di dunia saja, tapi juga sukses di akhirat nanti. InsyaAllah..

Sumber: http://www.sunnahsehat.com
 








Tips Menarik Lainnya
8 Cara Berpakaian Yang Syari
8 Cara Berpakaian Yang Syari

Pakaian syar’i kini telah menjadi trend masyarakat Indonesia. Tapi tahu kah Ayah Bunda, pakaian apa yang sebenarnya dicontohkan oleh Nabi dan istri Nabi yang syar’i? Yuk kita ulas. Oleh Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani
7 Hal Yang Bisa Mengurangi Risiko Bahaya Listrik
7 Hal Yang Bisa Mengurangi Risiko Bahaya Listrik

Ayah Bunda beberapa kali kebarakan terjadi diakibatkan oleh listrik. Masalah utama dalam mempelajari kelistrikan adalah tidak terlihat dan tidak bisa diraba, bahkan kita tidak mau merabanya. Kita tahu ada listrik setelah melihat akibatnya, misal lampu menyala, kipas berputar, dan radio bersuara.Ada tiga bahaya yang diakibatkan oleh listrik, yaitu kesetrum (sengatan listrik), panas atau kebakaran, dan ledakan.
7 Alasan Agar Hati Terasa Lapang Setiap hari
7 Alasan Agar Hati Terasa Lapang Setiap hari

Hati itu sifatnya berbolak balik. Bahkan dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa hati itu seperti air mendidih, cepet sekali berbolak balik. Seing kali juga kita di hadapi dengan suasana hati yang kurang begitu bagus, bahkan ingin rasanya memiliki hati yang lapang setiap saat. 7 alasan ini mampu membuat Ayah Bunda memiliki hati yang lapang.
9 Cara Mengelola dan Mengendalikan Marah Secara Syari
9 Cara Mengelola dan Mengendalikan Marah Secara Syari

Dari Abu Hurairah RA, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah Salllallahu ‘alaihi wassalam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Rasulullah Salllallahu ‘alaihi wassalam: “Janganlah engkau mudah marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau, “Janganlah engkau mudah marah.” (Bukhari no. 6116).
Produk Pilihan
Karakter Anak Islam
Rp 1.850.000
Rp 1.480.000

Rekomendasi Blog
3 Alasan Syari Kenapa Anak Wajib Menafkahi Orang Tua
Selasa, 10 Oktober 2017 11:34 WIB

Seorang anak wajib memberikan nafkah kepada orang tua dan anak-anaknya, bila keadaan keuangannya mengizinkan dan kedua orang tuanya hidup dalam kemiskinan. Bahkan, menurut Al Ustadz Ahmad Isa Asyur dalam kitabnya "Birrul Walidain", beberapa ulama berpendapat bahwa kewajiban memberi nafkah itu tidak hanya sebatas kepada kedua orang tua, tetapi juga kepada seluruh keleuarga terdekat, berdasarkan firman Allah Swt yang berbunyi: