Tips Menarik Sygma Daya Insani

Agar Belajar Sejarah Menjadi Menyenangkan

Agar Belajar Sejarah Menjadi Menyenangkan

Selasa, 17 April 2018 20:44 WIB | 23619 Views

si ibu bertekad menumbuhkan cinta membaca dulu ke anak-anak, khususnya sirah nabawiyah atau sejarah nabi, agar dapat mengambil hikmah dan ibrah dari sirah tersebut. Sehingga dapat menumbuhkan akhlak dan karakter yang kuat dan mulia, khususnya dengan mencontoh uswatun hasanah, Nabi Muhammad shalallahu wa alaihi wasalam, juga kisah-kisah nabi-nabi Allah yang lain dan kisah para sahabiyah.

Agar Belajar Sejarah Menjadi Menyenangkan

Masa sekolah sd, smp pelajaran sejarah masih senang, karena jawabannya masih singkat-singkat, belajar sejarah juga masih semangat waktu itu.

Begitu "es em a", jadi ngantuk, karena hanya diterangkan tanpa melibatkan siswa untuk aktif dan diceritakan tanpa meninggalkan kesan dan pesan.

Dan karena diri ini kali yah yang gagal paham, saya ga mampu untuk menangkap maksud dari apa yang diterangkan, jadi di rumah si ibu harus mengulang sendiri.

Dari pengalaman si ibu belajar sejarah di sekolah jaman dulu, si ibu bertekad menumbuhkan cinta membaca dulu ke anak-anak, khususnya sirah nabawiyah atau sejarah nabi, agar dapat mengambil hikmah dan ibrah dari sirah tersebut.

Sehingga dapat menumbuhkan akhlak dan karakter yang kuat dan mulia, khususnya dengan mencontoh uswatun hasanah, Nabi Muhammad shalallahu wa alaihi wasalam, juga kisah-kisah nabi-nabi Allah yang lain dan kisah para sahabiyah.

Maka dari itu, si ibu berpikir bagaimana ya caranya menumbuhkan kecintaan anak-anak khususnya pada membaca sejarah dan akhlak dan karakter tersebut?

Salah satu usaha si ibu ini yaitu menghadirkan buku-buku sirah ke anak-anak.

Alhamdulillah, si ibu ini diperkenalkan dengan buku-buku sirah seperti Muhammad Teladanku, 64 Sahabat Teladan Utama, 24 Nabi dan Rasul, buku Pintar Iman dan Islam, Balita Berakhlak mulia, Rasulullah Teladan Utama, Karakter Anak Islam.

Yang semuanya itu mudah dibaca dan dimengerti oleh si ibu ini dulu,

karena bagaimana si ibu mau mentransfer dengan cerita atau kisah-kisah ke anak-anak, tapi si ibu ini malah bingung untuk mulai dari mana,

juga bagaimana mau mengaplikasikan ke anak-anak kalau tampilan bukunya tidak menarik untuk dibaca, tulisannya kaku, bahkan si ibu ini ga mau melirik bukunya.

Tapi tidak untuk buku-buku di atas yang si ibu sebutkan tadi, buku-buku tersebut sudah disusun sedemikian jelasnya dengan kata-kata atau bahasa yang langsung bisa diaplikasikan ke anak-anak tanpa harus mengarang kosa katanya,

dengan bahasa yang tidak membosankan, karena membuat si ibu ketika membacanya itu ga mau berhenti, terus dan terus (ga inget waktu, tapi "kudu" manajemen waktu). Dan hasilnya mudah disampaikan kembali ke anak-anak. Bahkan dengan cara tinggal membaca saja "plek" setiap kata-katanya.

Bagaimana agar anak-anak hafal tahun-tahun , nama-nama, nah untuk hal ini setiap anak memiliki pendekatan berbeda,

untuk anak pertama si ibu dengan cara si anak diminta menerangkan kembali dengan gaya pembawa acara membawakan "feature" kemudian direkam di video, hasilnya diperlihatkan ke si anak. Anak pertama si ibu senang sekali. Sama dengan anak si ibu yang ketiga. Tipe si anak ketiga senang melihatnya di video sambil diceritakan isi buku.

Sedangkan anak kedua, lebih suka dengan gerak, maka si anak kedua diberikan boneka tangan, sambil berinteraksi dengan dialog, atau dengan permainan menyusun puzzle balok, bermain memasangkan kartu, semuanya media pembelajaran tadi didapat dari bonus buku-buku yang disebutkan di atas tadi,

atau bermain bersama dengan anak-anak dengan bermain acak kata, caranya menuliskan huruf yang susunannya di karton atau kardus bekas yang sudah dipotong-potong berbentuk kotak misalnya nama sahabat nabi, untuk disusun menjadi susunan nama yang benar.

Allah Azza wa Jalla, berfirman: لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka (para Nabi dan umat mereka) itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (sehat) [Yûsuf/12:111]

Artinya: kisah-kisah yang menggambarkan keadaan para Nabi dan umat mereka tersebut, serta yang menjelaskan kemuliaan orang-orang yang beriman dan kebinasaan orang-orang kafir yang mendustakan seruan para nabi, berisi pelajaran bagi orang-orang yang beriman untuk memantapkan keimanan mereka dan menguatkan ketakwaan mereka kepada Allâh Azza wa Jalla dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya”. Sumber: al.manhaj.com

Dalam Al Quran terdapat kisah-kisah para nabi yang menjadi pengingat dan peringatan manusia bagi manusia agar tidak mengulang akhlak yang buruk suatu kaum tetapi kejadian itu pun terulang dijaman sekarang, contohnya kaum sodom seperti di jaman nabi Luth.

Bahkan Karl marx se"idem" kalau sejarah itu akan terulang.

"History repeats itself, first as tragedy, second as farce."

-Karl Marx

brainyquote.com

والله أعلمُ بالـصـواب

Produk Pilihan

Paket Muhammad Teladanku (MUTE).

Detail
Rekomondasi Blog