Tips Menarik Sygma Daya Insani

Nasihat melalui Kisah

Nasihat melalui Kisah

Selasa, 24 April 2018 09:25 WIB | 11352 Views

Ketika Abang Zaidan berusia 2 tahun kira-kira (sebelum saya punya anak kedua), saat itu kemampuan bicaranya memang dibawah anak-anak seusianya. Meski respon dengan dan lain-lain normal. Saya berpikir keras bagaimana melatih kemampuan bicara dan pengertian akan hal-hal yang baik, yang bisa dia tiru tetapi dia pahami.

Bagi saya, lebih mudah memberikan keteladanan melalui kisah atau cerita. Selain contoh nyata tentunya. Begitupun ketika saya mendidik anak-anak. Kemudian kami akan mempraktekkannya secara nyata, meniru apa yang sudah kami baca. Kenapa harus dengan cerita??? Karena siapalah saya, ibu yang masih amat sangat perlu banyak belajar ini. Semoga saya terlindung dari sifat malas dan bodoh.

Ketika Abang Zaidan berusia 2 tahun kira-kira (sebelum saya punya anak kedua), saat itu kemampuan bicaranya memang dibawah anak-anak seusianya. Meski respon dengan dan lain-lain normal. Saya berpikir keras bagaimana melatih kemampuan bicara dan pengertian akan hal-hal yang baik, yang bisa dia tiru tetapi dia pahami.

Saat itu, saya memulai perjalanan berkisah kepada Abang. Dimulai dari mendongeng, dengan tokoh tetap disetiap cerita (picko si anak kucing), tetapi dengan jalan cerita yang berbeda setiap harinya. Tak pernah terlewat satu malampun. Terkadang saya berbicara sampai tertidur :)

Setiap cerita, disisipi nilai moral dan contoh akhlak yang baik. Misalnya, sopan dan santun. Ramah. Rajin Menabung. Menolong orang lain dan sebagainya.

Alhamdulillah Abang seneng, dan diem khusyuk mendengarkan. Pun ketika saya memiliki bayi, saya tetap mendongeng disampingnya hingga tertidur. Saya tahu, hal ini harus dilakukan secara konsisten. Berangsur-angsur Abang mulai bisa diajak komunikasi.

Ini dilakukan teruuuusss sampai Abang selesai TK (6.5tahun), sambil dibarengi dibacakan buku-buku lain.

Kemudian saya mulai membeli buku-buku Sygma. Buku pertama Sygma yang saya punya adalah Muhammad Teladanku. Kalo tidak salah ketika abang usia TK B. Membaca buku ini, amat sangat membantu saya dalam mencontohkan keteladanan mulia Rasulullah SAW. Amat sangat terbantu sekali. Baik saya sebagai orang tua banyak yang bisa diambil hikmah dari ini.

Setiap jilid yang kami baca, pasti berurai air mata. Iya, abang melow setiap dibacakan buku ini. Kadang dia hapus pelan-pelan air matanya. Kadang dia ngumpet ditutup bantal saat. Tapi kadang dia minta berhenti membaca, sepertinya karena ceritanya terlampau sedih. Abang sudah besar, sudah mulai paham arti perjuangan. Sudah mulai banyak bertanya. Kenapa? 

Baca buku MUTE sampai tertidur, kemudian besok pagi saat siap-siap sekolah saya review. Saya tanya kembali arti cerita semalam itu apa? Dan hasilnya luar biasaaa. Abang ingat dan paham kisah yang dibaca semalam

Sekarang, cukup banyak kisah yang dia hapal cerita garis besarnya. Terkadang dia kaitkan antar buku yang satu dengan yang lainnya. Seperti buku MUTE dengan buku 24NR dan 64STU. Alhamdulillaah. Semangat ya Abang!

Notes : MUTE : Muhammad Teladanku, 24NR (Nabi dan Rasul), 64STU (Sahabat Teladan Utama)

------

MUTE adalah buku Siroh yang penuh hikmah, biografi yang luar biasa dari Nabi akhir zaman, Rasulullah SAW. Begitu banyak hikmah yang terkandung didalamnya. Tak akan pernah habis di explore setiap harinya. Buku yang mudah dicerna anak-anak, pun sangat diperlukan orang tua untuk dijadikan bahan referensi dalam mendidik setiap buah hatinya.

Mendidik anak memang bisa dengan banyak cara. Memang harus disesuaikan dengan minat dan perkembangan anak. Saya tidak bisa memaksa anak untuk seperti anak orang lain, atau memaksa diri saya seperti ibu lain saat mendidik anak-anak saya. Didik anak-anak sesuai dengan visi dan misi keluarga kita, bukan keluarga lain. Karena setiap anak adalah Istimewa. Kita hanya harus berusaha memaksimalkan potensi yang ada

Semoga anak-anak dan keluarga kita selalu ada dalam lindungan dan Ridho Allah SWT. Aamiin. 

#copywriting

#schoolofmasterlandingpage

#sygmadayainsani

 

---

Dian - April 2018

Bunda Abang Zaidan - Adek Zaki