Tips Menarik Sygma Daya Insani

Ada berapa TV di rumahmu?

Ada berapa TV di rumahmu?

Rabu, 25 April 2018 01:06 WIB | 6191 Views

Televisi di rumah kita Sekarang banyak sekali rumah yang memiliki lebih dari 1 TV di rumah. TV tersebut dipasang di ruang keluarga dan di setiap kamar di dalam rumah. Lalu, bagaimana ya cara kita mengontrol acara TV yang ditonton oleh anak?

Di era jaman now ini, sungguh sangat berbeda dari jaman saya kecil dulu di era 90 an. Mayoritas masyarakatnya sudah mulai naik ke golongan menengah ke atas. Beberapa hal yang menunjukkan hal tersebut adalah sekarang mulai banyak keluarga yang memberikan kamar sendiri untuk masing-masing anak beserta fasilitasnya, dalam hal ini televisi.

 

Hal ini sudah sangat berbeda dengan jaman 90an, di mana saya harus berbagi kamar dengan adik saya. Di rumah juga hanya ada 2 televisi, satu di ruang keluarga, dan satunya lagi di kamar orang tua. 2 televisi tersebut juga sudah diatur sedemikian rupa sehingga keduanya menampilkan gambar yang sama, sehingga acara televisi apa pun yang kami tonton dapat diketahui oleh orang tua.

 

Nah, kembali lagi ke jaman now. Ada suatu kisah, di mana ada orang tua yang memberikan fasilitas televisi ini di setiap kamar anaknya. Katanya sih daripada anak-anaknya rebutan remote televisi. Akibatnya, orang tua tersebut tidak dapat mengontrol acara televisi yang ditonton oleh anaknya. Alangkah kagetnya orang tua ini, ketika masuk ke dalam kamar, acara televisi yang sering dilihat oleh anaknya adalah acara smackdown. Si anak tersebut bahkan selalu meniru gerakan para aktornya dan me-smackdown saudara-saudaranya.

 

Setelah itu, orang tuanya selalu mengecek ke kamar anak untuk mengetahui acara televisi apa yang sedang dilihat si anak. Sungguh repot sekali ya. Apalagi kalau sampai si anak sering menonton film porno di dalam kamar juga amit-amit sekali.

 

Jumlah waktu menonton anak pun sebaiknya dibatasi. Waktu saya kecil, saya diberi buku banyaaaak sekali sama ibu saya. Dengan adanya buku, saya tidak banyak menonton televisi. Rencananya, saya juga mau memberi banyak buku untuk anak saya.

 

Sekarang saya sudah punya buku-buku BBM (Balita Berakhlak Mulia) karena anak saya masih usia 7.5 bulan. Anak umur 0-7 bulan kan cara berpikirnya belum bisa berpikir konsep / abstrak. Di buku BBM ini banyak gambar dan cerita dan berupa boardbook (supaya tidak dirobek anak saya).

 

Nanti, saya berencana mau melengkapi perpustakaan mini saya dengan BPII (Buku Pintar Iman & Islam). Buat persiapan anak saya kalau sudah besar. Anak di atas 7 tahun kan cenderung lebih kritis dan banyak pertanyaan. Bagaimana nanti kalau saya mau mengenalkan dia dengan Islam, mengajarkan sholat dan puasa. Saya takut tidak bisa menjawab pertanyaan anak saya. IsyaAllah di buku ini (sesuai testimoni yang sudah membeli duluan) banyak pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul pada anak, sudah terjawab.

Produk Pilihan

Paket 24 Nabi Dan Rasul Teladan Utama.

Detail
Rekomondasi Blog