Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
Ada berapa TV di rumahmu?

Ada berapa TV di rumahmu?

Di era jaman now ini, sungguh sangat berbeda dari jaman saya kecil dulu di era 90 an. Mayoritas masyarakatnya sudah mulai naik ke golongan menengah ke atas. Beberapa hal yang menunjukkan hal tersebut adalah sekarang mulai banyak keluarga yang memberikan kamar sendiri untuk masing-masing anak beserta fasilitasnya, dalam hal ini televisi.

 

Hal ini sudah sangat berbeda dengan jaman 90an, di mana saya harus berbagi kamar dengan adik saya. Di rumah juga hanya ada 2 televisi, satu di ruang keluarga, dan satunya lagi di kamar orang tua. 2 televisi tersebut juga sudah diatur sedemikian rupa sehingga keduanya menampilkan gambar yang sama, sehingga acara televisi apa pun yang kami tonton dapat diketahui oleh orang tua.

 

Nah, kembali lagi ke jaman now. Ada suatu kisah, di mana ada orang tua yang memberikan fasilitas televisi ini di setiap kamar anaknya. Katanya sih daripada anak-anaknya rebutan remote televisi. Akibatnya, orang tua tersebut tidak dapat mengontrol acara televisi yang ditonton oleh anaknya. Alangkah kagetnya orang tua ini, ketika masuk ke dalam kamar, acara televisi yang sering dilihat oleh anaknya adalah acara smackdown. Si anak tersebut bahkan selalu meniru gerakan para aktornya dan me-smackdown saudara-saudaranya.

 

Setelah itu, orang tuanya selalu mengecek ke kamar anak untuk mengetahui acara televisi apa yang sedang dilihat si anak. Sungguh repot sekali ya. Apalagi kalau sampai si anak sering menonton film porno di dalam kamar juga amit-amit sekali.

 

Jumlah waktu menonton anak pun sebaiknya dibatasi. Waktu saya kecil, saya diberi buku banyaaaak sekali sama ibu saya. Dengan adanya buku, saya tidak banyak menonton televisi. Rencananya, saya juga mau memberi banyak buku untuk anak saya.

 

Sekarang saya sudah punya buku-buku BBM (Balita Berakhlak Mulia) karena anak saya masih usia 7.5 bulan. Anak umur 0-7 bulan kan cara berpikirnya belum bisa berpikir konsep / abstrak. Di buku BBM ini banyak gambar dan cerita dan berupa boardbook (supaya tidak dirobek anak saya).

 

Nanti, saya berencana mau melengkapi perpustakaan mini saya dengan BPII (Buku Pintar Iman & Islam). Buat persiapan anak saya kalau sudah besar. Anak di atas 7 tahun kan cenderung lebih kritis dan banyak pertanyaan. Bagaimana nanti kalau saya mau mengenalkan dia dengan Islam, mengajarkan sholat dan puasa. Saya takut tidak bisa menjawab pertanyaan anak saya. IsyaAllah di buku ini (sesuai testimoni yang sudah membeli duluan) banyak pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul pada anak, sudah terjawab.








Tips Menarik Lainnya
Rumah...Aqidah pertama untuk Anak-Anak Tercinta
Rumah...Aqidah pertama untuk Anak-Anak Tercinta

Ayah Bunda jadilah Madrosatul Ula untuk Anak-Anak sebagai tabungan Akhirat Terindah...
Ketika Hidayah Menyapa
Ketika Hidayah Menyapa

Ada sebagian orang yang masa lalunya terlihat menggiurkan, nikmat, dan bebas melakukan apapun, kemanapun semaunya mereka
Mendidik Anak agar Gembira Melakukan Ibadah
Mendidik Anak agar Gembira Melakukan Ibadah

Mengantarkan anak menuju baligh agar gembira melakukan ibadah, merupakan perjuangan dari orang tua. Alangkah bahagianya jika anak memiliki keasadaran dan semangat melakukan kebaikan tanpa harus dipaksa-paksa. Bagaimana caranya?
Ayah Teladan dan Bijaksana
Ayah Teladan dan Bijaksana

Rasulullah sosok ayah teladan dan ayah yang bijaksana. Apa yang ayah bunda inginkan dilakukan oleh anak maka sudahkah ayah bunda memberikan contoh ? Itu pula yang diajarkan oleh Rasulullah SAW
Produk Pilihan
Paket Buku Pintar Iman & Islam (B
Rp 3.350.000
Rp 1.945.680

Rekomendasi Blog
Netanyahu: “Geledah seluruh Jamaah Masjidil Aqsa”
Kamis, 27 Juli 2017 09:54 WIB

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Rabu (Safa.ps): Benyamin Netanyahu memberikan instruksi kepada serdadu penjajah Zionis agar menggeledah seluruh jamaah shalat Masjidil Aqsha tanpa terkecuali, semalam (25/7). Keputusan ini datang 24 jam setelah pencopotan detektor logam. Situs berita berbahasa Ibrani, Walla, memberitakan bahwa Netanyahu memerintahkan para serdadunya untuk menggeledah jamaah shalat di Masjidil Aqsha satu persatu menggunakan alat pendeteksi logam. Dengan dalih, demi menjaga keamanan