Tips Menarik Sygma Daya Insani

kehidupan rosulullah

kehidupan rosulullah

Jum'at, 22 Juli 2016 08:07 WIB | 5576 Views

"Siapapun yang ingin hidup ini bahagia, mulia, dan bermartabat, maka pelajari dan tirulah Nabi Muhammad S.a.w dengan segenap keikhlasan"

"Siapapun yang ingin hidup ini bahagia, mulia, dan bermartabat, maka pelajari dan tirulah Nabi Muhammad S.a.w dengan segenap keikhlasan"


Hendaknya kita selalu menjaga Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di dalam kehidupan kita, semoga Allah yang Maha Agung mengkaruniakan kita kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah S.a.w, dan kita menjalankan sunnahnya dengan penuh ketulusan, karena dalam keadaan cinta kepada Beliau S.a.w.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ


Kaum muslimin dan muslimat tanpa terkecuali tentunya sangat ingin untuk mengikuti semua tuntunan Nabinya, berikut sedikit di antara Sunnah-sunnah Nabi S.a.w yang dapat kita terapkan langsung dalam keseharian kita:

Mendahulukan yang Kanan

Dari Sayyidina Ali R.a, bahwa Rasulullah S.a.w bersabda: "Apabila seseorang di antara kalian memakai sandal, hendaknya ia mendahulukan kaki kanan, dan apabila melepas, hendaknya ia mendahulukan kaki kiri, jadi kaki kananlah yang pertama kali memakai sandal dan terakhir melepaskannya.". (Muttafaq Alaihi).

Dari Sayyidatina Aisyah R.a: "Bahwa Nabi S.a.w menyukai memulai dengan bagian yang kanan, dalam memakai sandalnya, dalam menyisir rambutnya, dalam bersucinya, dan dalam gerak-geriknya". (Shahih Bukhari).

Amru bin Abu Salamah R.a menceritakan bahwa suatu hari, sewaktu dirinya masih kecil, ia tengah berada di pangkuan Rasulullah S.a.w, dan saat itu jamuan makanan sedang dihidangkan. Ketika tangannya hendak meraih salah satu makanan dalam piring besar tersebut, Rasulullah S.a.w berkata kepada dia: ”Nak, ucapkanlah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah yang ada di hadapanmu.”.

Abu Hurairah R.a mengatakan bahwa Rasulullah S.a.w bersabda: "Jika kamu berpakaian atau berwudhu, hendaknya mendahulukan anggota badan sebelah kanan.". (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Dari Ibnu Umar R.a, bahwa Rasulullah S.a.w bersabda: "Apabila seseorang di antara kalian makan hendaknya ia makan dengan tangan kanan dan minum hendaknya ia minum dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.". (Riwayat Muslim).

 

Rasulullah S.a.w dalam banyak perbuatannya senantiasa mendahulukan bagian anggota yang kanan, Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani menyebutkan dengan menukil ucapan Al Imam An Nawawi bahwa ucapan Beliau S.a.w: " وفي شأنه كله (dalam segala perbuatannya)", menunjukkan kalimat‘aam makhsuus (kalimat umum yang dikhususkan), yang mana tidak semua perbuatan yang Beliau S.a.w kerjakan dimulai dari anggota yang kanan, sebagaimana banyak perbuatan yang Beliau mulai dengan anggota yang kiri, seperti ketika masuk ke dalam kamar mandi, atau ketika keluar dari masjid, dan lainnya.

 

http://insanquran.sygmadayainsani.co.id/product/read/4/muhammad-teladanku-mute.html

 

Senyum dan Salam (Mengucapkan dan Menjawab)

Jangan sekali-kali meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya sekedar senyuman. Kebaikan yang kau anggap kecil, mungkin terasa besar bagi orang yang menerima kebaikanmu itu. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata pada Jabir bin Sulaim:

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ

 

Janganlah meremehkan kebaikan sedikitpun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.”. (HR.Tirmidzi dan Abu Daud 4084).

Dari Abu Dzar R.a, dia berkata, Rasulullah S.a.w bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu(sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i R.a dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.”. (HR. Tirmidzi).

Dari Jarir bin Abdillah R.a dia berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah S.a.w tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama Beliau. dan tidaklah Beliau melihatku kecuali Beliau tersenyum kepadaku.”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah, sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Ucapan Assalamu ‘Alaikum atau lengkapnya Assalamu ’Alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh, yang artinya “Semoga kedamaian dilimpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah untukmu”, yang diucapkan sesama muslim, adalah sunnah Nabi Muhammad S.a.w. Adapun jawabannya adalah Wa ’Alaikumus salaam, atau lengkapnya Wa ’Alaikumus Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Kita sangat dianjurkannya kita untuk mengucapankan salam antara sesama muslim, sebagaimana hadist berikut yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.a, bahwa Rasulullah S.a.w bersabda:

Kamu tidak dapat memasuki surga kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sebelum kamu berkasih sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang, jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih sayang di antara kamu sekalian? Tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal.”. (HR Muslim).

Abu Umammah R.a meriwayatkan, Rasulullah S.a.w bersabda, ”Orang yang lebih dekat kepada Allah S.w.t adalah yang lebih dahulu memberi salam.”. (Musnad Ahmad, Abu Daud, dan At Tirmidzi).

Hadist riwayat Abu Hurairah R.a, ia berkata: Rasulullah S.a.w. bersabda: "Seorang pengendara hendaknya mengucapkan salam kepada pejalan kaki dan pejalan kaki mengucapkan salam kepada orang yang duduk dan jamaah yang beranggota lebih sedikit mengucapkan salam kepada jama'ah yang beranggota lebih banyak". (Shahih Muslim 4019).

Hadist riwayat Abu Hurairah R.a, ia berkata: Rasulullah S.a.w bersabda: "Ada lima kewajiban bagi seorang muslim terhadap saudaranya yang muslim; menjawab salam, mendoakan orang yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan mengiring jenazah". (Shahih Muslim 4022).

Hadis riwayat Anas bin Malik R.a: Rasulullah S.a.w pernah melewati anak-anak, lalu Beliau mengucapkan salam kepada mereka. (Shahih Muslim 4031).

http://insanquran.sygmadayainsani.co.id/product/read/4/muhammad-teladanku-mute.html

Produk Pilihan

Paket Buku Pintar Iman & Islam (B.

Detail
Rekomondasi Blog