Tips Menarik Sygma Daya Insani

3 Tips Bercerita Kisah Seru Untuk Anak

3 Tips Bercerita Kisah Seru Untuk Anak

Oleh administrator | Jum'at, 16 September 2016 02:35 WIB | 47373 Views

Ayah Bunda, membacakan kisah dan cerita kepada anak sebaiknya dilakukan sejak ia masih bayi dan beranjak balita. Tapi mungkin Ayah Bunda bertanya-tanya apakah anak mengerti cerita yang dibacakan? Caroline Blakemore, penulis Baby Read-Aloud Basics berkata bahwa ketika si kecil mendengarkan kisah akan mendorong kemampuan berbahasa dan visualnya. Selain itu, anak juga akan merasa terhibur.

3 Tips Bercerita Kisah Seru Untuk Anak

Ayah Bunda, membacakan kisah dan cerita kepada anak sebaiknya dilakukan sejak ia masih bayi dan beranjak balita. Tapi mungkin Ayah Bunda bertanya-tanya apakah anak mengerti cerita yang dibacakan? Caroline Blakemore, penulis Baby Read-Aloud Basics berkata bahwa ketika si kecil mendengarkan kisah akan mendorong kemampuan berbahasa dan visualnya.  Selain itu, anak juga akan merasa terhibur.

Namun faktanya, hanya sedikit orangtua yang mau melakukan kegiatan ini bersama anaknya. Survei yang dilakukan Commonwealth Fund di Amerika Serikat menyebutkan, hanya 39% orangtua yang membacakan cerita untuk anak-anaknya setiap hari. Sementara 16% orangtua lainnya tidak pernah membacakan cerita untuk anaknya.

Nah, ada beberapa cara agar si kecil dapat mencerna dengan baik cerita yang Ayah Bunda dongengkan. Simak yuk!
 
  1. Buatlah Jadi Rutinitas
Jika anak masih bayi, cobalah untuk membacakan kisah sebelum Ia tidur siang, atau sediakanlah waktu dua kali dalam sehari, cukup 5-10 menit. Nah, ketika Ia beranjak usia 6 bulan, anak sudah tertarik dengan buku cerita anak dengan desain yang penuh warna.
Mereka juga senang mendengarkan suara bundanya. Begitu anak mulai besar, acara storytime bisa menjadi acara yang ditunggu-tunggu, karena ketika Ayah Bunda membacakan cerita, mereka akan masuk ke dunia penuh imajinasi yang sangat menyenangkan.

baca juga: Mengatasi Kesulitan Mengenalkan Rasulullah
 
  1. 'Mainkan' Cerita
Saat membacakan dongeng atau cerita dari buku, jika Ayah Bunda bertemu dengan percakapan misalnya antara Sapi dengan Ayam, jadilah si sapi dan ayam tersebut. Ayah Bunda juga bisa sambil sedikit menyenandungkan lagu setelah membacakan kisah. Saat membaca kisah, Ayah Bunda bisa beraksi dengan berbagai suara sehingga tokoh-tokoh di buku cerita itu bisa hidup dipikiran anak.
 
Ayah Bunda tidak perlu jadi aktris teater untuk bisa memainkan peran di buku cerita, lho. Jika Ayah Bunda membacakan cerita lewat buku, Ayah Bunda bisa menunjuk gambar-gambar yang ada di situ dan bertanya bagaimana pendapat anak. Nah, untuk mendapatkan perhatiannya Ayah Bunda bisa memasukkan namanya ke dalam cerita agar anak juga merasa dilibatkan dalam kisah.
 
Yang penting adalah cara Ayah Bunda mendramatisir cerita, lalu selanjutnya masukkan ekspresi yang alami seperti yang biasa dilakukan dalam percakapan sehari-hari. Bacalah lebih cepat, atau lebih lambat, sesuai dengan suasana yang ingin dibangun dalam cerita. Mainkan juga volume suara, agar ceritanya tidak terkesan datar-datar saja. Ambil jeda sejenak sebelum membalik halaman buku, sehingga anak bisa mencerna bagian sebelumnya. Pastikan juga akhir cerita disampaikan dengan cara yang mengesankan, sehingga anak merasa senang.
 
  1. Libatkan Anak
Sewaktu membaca satu buku untuk pertama kali, mungkin anak akan bersikap lebih pasif dan menunggu cerita Ayah Bunda. Tapi begitu membaca untuk kedua atau ketiga kalinya, mereka sudah tahu jalan cerita dan akan lebih berfokus pada gambar-gambar di buku sambil mendengarkan narasi. Ketika mereka sudah mulai menunjuk-nunjuk gambar di buku, coba ikuti kemauan mereka. Tidak perlu berusaha untuk kembali ke jalan cerita yang semestinya. Berceritalah sesuai dengan apa yang ia tunjuk, dekatkan buku ke arah anak supaya mereka bisa melihat lebih jelas, lalu ulangi halaman-halaman tertentu bila anak memintanya. Biarkan Ia merasakan buku tersebut, lakukanlah kegiatan fisik juga, misalnya Ayah Bunda bisa minta si kecil untuk bertepuk tangan.
 
Semoga si kecil bisa semakin pintar dengan mendengarkan kisah dari Ayah Bunda ya. Yuk membacakan kisah seru untuknya mulai hari ini!
 
 

Comments
  • Benny Djajadi (benny_dj@yahoo.com)

    Reply
    16 September 2016 at 06:36 WIB (GMT +7)

    Ajarkanlah anak2 kita dengan bahasa kisah bukan dongeng. Kisah memberikan pembelajaran sbb ia pernah ada dan terjadi di zaman nya. Sedangkan dongeng sesuatu yg belum jelas keberadaannya.
    Sampaikanlah kisah2 terbaik kepada putra putri kita. Sebab pada kisah2 terbaik itu ada pembelajaran2 terbaik.
    Selamat berkisah.

Produk Pilihan

Paket Rasulullah Teladan Utama Plus (.

Detail
Rekomondasi Blog