Testimoni Sygma Daya Insani
Banyak tokoh dan figur yang telah memberikan testimoninya untuk Sygma Daya Insani baik kepada company maupun produknya.

Nur Aynun

Saya dulu malu menjadi muslim. Sewaktu nama Febrianti Sarmauli di ganti jadi Nur aynun, aiihh malunya. Tapi karena masih kecil, jadi ga bisa nolak. Ya sudahlah pasrah. Masuk SD masih bingung, karena teman-teman dan guru memanggil dengan sebutan "Nur". Masih belum merasuk ke jiwa bahwa itu adalah namaku. Di rumah aku masih di panggil "Butet" karena anak bungsu dari keluarga Batak tulen.

Setiap guru ngabsen, masih terang dalam ingatan hanya namaku saja yang berbau-bau Islam. Duh! Malunya. Kenapa juga sih harus ganti nama? Ini orang-orang yg udah lahir menjadi Islam saja namanya ga gini-gini amat. Gerutuku dalam hati. Tapi karena anak kecil, ga bisa protes, tetap pasrah meski diam-diam menyimpan malu.

Hingga akhirnya, seorang guru agama Islam yang cantik jelita masuk ke kelas. Masih terbayang wajah ramah dan lembutnya.

"Nur aynun!" Serunya mengabsen.

"Hadir" Jawabku lantang.

"Subhanallah..nama kamu bagus, jarang orangtua yang memberi nama Islami" Kata guruku melempar senyum dan memandangku mesra. Wuiiiihhh...bangganya aku. Baru dia saja yang memuji namaku yang tak keren itu.

Dulu aku masih malu untuk sholat, malu belajar quran, malu memakai kerudung dan malu bila orang tahu bahwa aku muslim. Bahkan malu bila melihat orang yang berpenampilan kearab-araban. Karena dalam pikiranku Islam adalah agama yg terbelakang, kampungan dan tidak keren sama sekali.

Tahun berganti, sampai tamat SMA aku belum juga bangga menjadi muslim. Hingga akhirnya sebuah buku telah mengenalkanku pada Islam yang sesungguhnya. Dan seorang sahabat yg baik hati telah mencontohkan kepadaku bahwa Islam itu indah. Seorang sahabat dengan jilbab lebarnya, entah kenapa akhlaknya yang luar biasa itu seperti menyihirku hingga aku membuntutinya terus.

Begitulah ummat Islam bila telah di jauhkan dari Islam itu sendiri. Dia tidak memiliki kebanggaan menjadi Muslim. Agama mungkin telah berganti tapi sebatas casing. Hatinya tidak ikut berganti. Karena tanda keikut sertaan hati dalam berhijrah menuju Islam adalah diiringi dengan kebanggan menjadi seorang muslim. Bangga menyeru orang ke jalan Islam. Bangga menjalankan ajaran Islam, meski dimanapun berada.

Ada juga orang yg telah lama menjadi muslim, tapi tetap tidak memiliki kebanggaan menjadi muslim. Terlihat dari keberpihakannya pada orang yang terang-terangan ikut membully ulama, memilih pemimpin yang tidak berpihak pada Islam. Dia takut bila Indonesia menjadi negara Islam. Karena yg dia tahu menjalankan syariat islam itu begitu berat. Karena upaya makar yang ingin menjauhkan ummat muslim dari agamanya sendiri, tak perlu sampai berganti agama tapi pelan-pelan di cabut rasa kebanggaan dari hatinya menjadi muslim, itu sudah jauh dari cukup.

Mengapa saya begitu semangat menjual buku Sygma daya insani? Agar kita yg muslim ini semakin bangga menjadi seorang muslim. Karena tidak ada yang lebih keren di atas dunia ini, selain Islam. Karena Islamlah yang akan menghantarkan kita pada kesenangan abadi di akhirat sana.

Biarlah sekarang kita lelah membacakan buku pada anak-anak, agar mereka tahu bahwa Islam itu Indah. Agar mereka bisa merasakan bahwa dia telah berada pada gerbong yang telah benar, dan agar potensinya menjadi insan bisa terberdayakan demi kejayaan Islam itu sendiri. Hingga akhirnya kita tidak hanya sukses di dunia, tapi juga sukses di akhirat, aamiin..

Keindahan Islam sangat bisa kita rasakan bila kita membaca buku: #MUHAMMADTELADANKU #RASULULLAHTELADANUTAMA #KISAH24NABIDANRASUL #KISAH64SAHABTNABI #BALITABERAKHLAKMULIA #BUKUPINTARIMANDANISLAM

Semoga Allah lapangkan hati dan rizki kita untuk menyediakan buku-buku ini di perpustakaan rumah kita.
Senin, 30 Juli 2018 06:05 WIB

Dr. Seto Mulyadi

Sebagai orangtua dan pendidik, kita tentu mengharapkan agar anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan memiliki kepribadian yang positif dan unggul pada masa yang akan dating. Oleh karena itu, mereka sungguh memerlukan tokoh-tokoh yang ungul pula untuk dijadikan panutan. Tokoh untuk dijadikan model identifikasi bagi anak ini bias diperoleh dari orang-orang yang terdekat yang dijumpainya sehari-hari, seperti ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, dan guru. Namun, hal itu bias pula diperoleh anak melalui media yang berada di sekelilingnyam seperti tayangan televise dan buku-buku bacaan. Oleh karena itu, tentu diharapkan anak pun memperoleh lingkungan yang kondusif bagi proses tumbuh kembangnya, yaitu dalam bentuk ketersediaan program televise ataupun buku-buku bacaan yang edukatif di sekelilingnya, seperti buku Muhammad Teladanku ini. Selasa, 29 Maret 2016 15:08 WIB

Dr. H. Surahman Hidayat, MA

Buku Muhammad Teladanku sangat cocok untuk dinikmati oleh anak-anak kita pada saat usia pendidikan dasar Sembilan tahun. Meski demikian, buku ini tetap berguna untuk remaja. Orang dewasa pun bahkan tetap bias memperoleh manfaat dengan membacanya. Sejatinya, kapan saja sirah Rasulullah Muhammad hidangkan, akan tetap relevan, segar, dan dibutuhkan. Bagaimanapun, “Uswatun Hasanah” yang telah dilekatkan Allah kepada diri beliau menjadi rujukan setiap orang yang setuju dngan keluhuran budi dan peri hidup yang beradab Selasa, 29 Maret 2016 15:07 WIB

Muhammad Arifin Ilham

Saat ini, kita ingin agar umat Islam kembali jaya seperti pada masa 7 hingga 14 abad yang silam, pada saat adzan sebagai tanda musical batin yang terindah, masjid sebagai mercusuar aktivitas umat, dan Rasulullah benar-benar menjadi teladan hidup dan kehidupan mereka. Ketahuilah, umat Islam akan bangkit jika kembali melaksanakan dinul Islam secara kaffah dan meneladani Rasulullah. Oleh karena itu, buku Muhammad Teladanku ini merupakan pintu bagi anak-anak kita untuk beramal seperti Rasulullah teladankan. Melalui buku ini pun, kelak kita akan semakin akrab dengan anak-anak kita dan siap untuk menjadi teladan untuk mereka. Subhanallah. Aamin. Selasa, 29 Maret 2016 15:06 WIB

Prof. Dr. H. Arief Rahman, M.Pd.

Melalui peran buku bacaa, anak akan cenderung memilih idolanya seperti yang ia baca dalam buku. Pada akhirnya, ia pun akan mengikuti tingkah laku idolanya tersebut. Buku Muhammad Teladanku ini adalah jembatan orangtua kepada anak-anaknya untuk mengenal kejujuran, tanggung jawab, arti bermasyarakat, bahkan sifat saling menasihati. Sikap baik yang ditunjukan oleh orang tuanya akan terekam dengan sendirinya oleh anak. Begitu pula kalau kita memberikan buku atau media bacaan kepada anak, berarti kita membantu membuka wawasan keluar mereka. Selasa, 29 Maret 2016 15:06 WIB

Produk Pilihan
Multi Set (24NR-RATU)
Rp 5.300.000
Rp 3.975.000

Rekomendasi Blog
Empat Kota Hadirkan Pagelaran Teatrikal Keteladanan Rasulullah
Selasa, 20 Mei 2014 10:13 WIB

sygmadayainsani.co.id - Empat Kota Hadirkan Pagelaran Teatrikal Keteladanan Rasulullah - Rasulullah saw pernah bersabda bahwa beliau merindukan orang-orang yang beriman kepadanya dan melaksanakan apa yang dicontohkannya, namun tidak pernah bertemu langsung dengan beliau. Mereka yang dimaksud Rasulul