Testimoni Sygma Daya Insani
Banyak tokoh dan figur yang telah memberikan testimoninya untuk Sygma Daya Insani baik kepada company maupun produknya.

Ustadzah Dewi

Alhamdulillah bunda sebagai orangtua yang prihatin terhadap tayangan-tayangan televisi dan gadget, kebanyakan anak-anak zaman now tak kenal Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau, mereka justru mengidolakan tokoh-tokoh yang hanya khayalan.
walaupaun anak-anak saya sudah besar dan sudah lulus kuliah semua tidak ada kata terlambat untuk belajar, sayapun ikut terbantu dengan buku-buku dari sygma utnuk menyampaikan siroh-siroh Nabi kepada anak-anak tarjim kids.
terimakasih Sygma yang telah mempermudah saya yang miskin ilmu Kamis, 27 Desember 2018 13:44 WIB

Dosen Dengan 3 Anakk Balita

Alhamdulillah ada buku Muhammad teladanku yang tidak hanya untuk anak-anak.
tetaoi bagus juga untuk orangtua, alur ceritanya membuat kami orangtua yang membacakan untuk anak-anak sampai ikut menangis. Kamis, 27 Desember 2018 13:29 WIB

Gita (owner @GBFOOD Gresik)

Anak saya jadi suka baca, sebab satu sub tema disajikan dengan ringkas dan sederhana.
jadi anak tidak bosan membaca ceritanya,
bahasanya juga enak, saya sendiri jadi ikut senang melihat anak-anak yang mulai lupa dengan tv dan hp Kamis, 27 Desember 2018 13:26 WIB

Kak Eno (Rumah Baca Anak Sholih)

Kisah-kisah Heroik para sahabat selalu ditunggu oleh anak-anak dirumah,
1 buku bisa sampai sebulan lebih ada di tempat tidur, apalagi anak kedua kami paling suka dibacakan kisahnya Abu Bakar Ash Siddiq Kamis, 27 Desember 2018 13:00 WIB

Ratna Dewi Idrus.

Keajaiban Itu Ada, pada Orang-Orang yang Yakin

Ya! Begitulah yang saya rasakan, ketika bergabung di SDI.

Bermula dari meniatkan membeli Muhammad Teladanku yang ditawarkan mb Norma Novitasari, sahabat liqo saya yang baik hati, di sekitar bulan september tahun 2017. Dan langsung mendaftar menjadi SLC.

Awalnya, saya merasa kesulitan menawarkan buku-buku SDI karena harganya, hingga sampailah saya di titik keajaiban demi keajaiban.

Saat mb Metik menyarankan saya untuk ikut Al Fatih Coaching Program (AFCP) di Pontianak tanggal 4-5 Agustus 2018 kemarin, yang tadinya ingin saya ikuti saat jadwal di Jakarta.

"Hanya SLC istimewa loh yang didatangkan Allaah ke AFCP๐Ÿ˜" Kata mb Metik saat saya mengirimkan foto untuk mengabarkannya bahwa saya ikut AFCP Pontianak.

Saya beranikan diri maju ke muka untuk disematkan pin AM Turkey. Padahal su belum ada 1..

Luar biasa ilmu yang saya dapatkan dari ayah Benny, bunda Ratih, ayah Papam, ayah Rian dan teman-teman sekalian yang membagi ilmunya saat itu hingga menggugah semangat saya, untuk berjuang.

Memperbaiki selalu niat perjuangan ini untuk menolong agama Allah, hingga segala kelelahan, jatuh bangunnya saya, dan segala strategi yg saya lakukan benar-benar selalu melibatkan Allah, hingga saya berkata dalam hati, jika Allah ridha saya berangkat ke Turkey, tolonglah saya. Sampai saat saya merasa Turkey bukanlah segalanya, tapi ridhaNya.

Tanpa ridha-Nya, saya tak akan bisa mencapai 25 SU AM Turkey, karena memang di luar logika.

Apalagi saat saya menyadari kenyataan, bahwa Spv saya menghadiahkan AM Turkeynya untuk suami. Saya terhenyak. Apalagi saat melihat Am Turkey plus umroh. Sedangkan umroh adalah impian dan permohonan putri kesayangan saya Annida, yang saat ini berusaha istiqomah menghafalkan Al Qur'an.

Saya melangitkan doa, dengan wasilah Annida yang menghafalkan Al Quran-Nya, dan tak henti memohon doa ibunda, serta ridha suami, karena yang datang ke Baitullah adalah orang-orang pilihan Allah.

Hingga saya temukan banyak keajaiban dalam setiap usaha saya, seperti petunjuk setelah shalat, pertolongan hamba-hamba-Nya, dan luar biasanya keajaiban saat saya bertemu dengan seorang cust yang mengucapkan terima kasih, saat melihat saya mengenakan jaket sebuah penerbit.

Beliau merasa mendapat petunjuk Allah yang sedang mencari referensi buku parenting, untuk beliau siapkan jauh-jauh hari sebelum menikah, hingga akhirnya beliau mengambil paket Muhammad Teladanku sebagai mahar untuk calon istrinya. Masya Allah...

Begitulah Allah, bersama-Nya kita akan selalu temukan keajaiban-demi keajaiban. Bukankah kehadiran kita di dunia ini juga adalah sebuah keajaiban?

Keajaiban dari-Nya hingga saya bisa mencapai 25 Su AM Turkey per tanggal 16 Desember 2018 kemarin, dan menghadiahkan umroh untuk putri tercinta saya, Annida.

Barakallah untuk semua Tim SDI, semua tim KCA, serta para pejuang sirah lainnya. Insya Allah, setiap kita akan bisa meraih impian, jika meniatkan usaha untuk menolong agama-Nya, karena sudah janjiNya, Barangsiapa menolong agama Allah, Allah akan menolongnya, dan akan meneguhkan kedudukannya.

Sebagaimana judul buku yang saya tulis, Mendahsyatkan Diri.

Wasalaam
Ratna Dewi Idrus. Rabu, 19 Desember 2018 10:33 WIB

Sri Wulandari

Terimakasih banyak atas kerja kerasnya, demi LP yang lebih baik. Dibandingkan dengan promo via LP yang sebelumnya, promo kali ini sukses ๐Ÿ˜
Dengan ribuan orderan, server ga down. Akses penggunaaan LP lancar.

- Sri Wulandari - Senin, 17 Desember 2018 14:56 WIB

Elis

Bissmillahirrahmanirrahim.

Meregresi tahun 2016 saat itu kami mendapatkan wakaf buku yang berjudul Muhammad Teladanku.


MasyaAllah

Buku tersebut kami gunakan sebagai media terapi yang kami beri nama dengan Metode TQS. akronim dari Terapi Quran dan Siroh



Dengan buku Muhammad teladanku jilid 15 menjadi wasilah menyembuhkan klien saya yang Depresi.

Buku Muhammad teladanku jilid 15 halaman 11 mampu menerapi klien saya yang bipolar.

Dengan metode yang saya racik sesederhana mungkin.

Buku Muhammad teladanku bisa menjadi media terapi untuk LGBT, dan korban NAPZA.


MasyaAllah
Isi dari konten buku Muhammad Teladanku mampu mengundang keberkahan bagi jiwa- jiwa yang gersang dengan tetesan kebahagian.

๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ˜

Jazakillah khaeran katsiiran untuk Sygma Daya Insani.

Wakaf buku dua tahun lalu menjadi ladang berkah untuk klien saya.

Hadza min fadli rabbi.๐Ÿ™๐Ÿ™ Senin, 17 Desember 2018 14:22 WIB

Nur Aynun

Saya dulu malu menjadi muslim. Sewaktu nama Febrianti Sarmauli di ganti jadi Nur aynun, aiihh malunya. Tapi karena masih kecil, jadi ga bisa nolak. Ya sudahlah pasrah. Masuk SD masih bingung, karena teman-teman dan guru memanggil dengan sebutan "Nur". Masih belum merasuk ke jiwa bahwa itu adalah namaku. Di rumah aku masih di panggil "Butet" karena anak bungsu dari keluarga Batak tulen.

Setiap guru ngabsen, masih terang dalam ingatan hanya namaku saja yang berbau-bau Islam. Duh! Malunya. Kenapa juga sih harus ganti nama? Ini orang-orang yg udah lahir menjadi Islam saja namanya ga gini-gini amat. Gerutuku dalam hati. Tapi karena anak kecil, ga bisa protes, tetap pasrah meski diam-diam menyimpan malu.

Hingga akhirnya, seorang guru agama Islam yang cantik jelita masuk ke kelas. Masih terbayang wajah ramah dan lembutnya.

"Nur aynun!" Serunya mengabsen.

"Hadir" Jawabku lantang.

"Subhanallah..nama kamu bagus, jarang orangtua yang memberi nama Islami" Kata guruku melempar senyum dan memandangku mesra. Wuiiiihhh...bangganya aku. Baru dia saja yang memuji namaku yang tak keren itu.

Dulu aku masih malu untuk sholat, malu belajar quran, malu memakai kerudung dan malu bila orang tahu bahwa aku muslim. Bahkan malu bila melihat orang yang berpenampilan kearab-araban. Karena dalam pikiranku Islam adalah agama yg terbelakang, kampungan dan tidak keren sama sekali.

Tahun berganti, sampai tamat SMA aku belum juga bangga menjadi muslim. Hingga akhirnya sebuah buku telah mengenalkanku pada Islam yang sesungguhnya. Dan seorang sahabat yg baik hati telah mencontohkan kepadaku bahwa Islam itu indah. Seorang sahabat dengan jilbab lebarnya, entah kenapa akhlaknya yang luar biasa itu seperti menyihirku hingga aku membuntutinya terus.

Begitulah ummat Islam bila telah di jauhkan dari Islam itu sendiri. Dia tidak memiliki kebanggaan menjadi Muslim. Agama mungkin telah berganti tapi sebatas casing. Hatinya tidak ikut berganti. Karena tanda keikut sertaan hati dalam berhijrah menuju Islam adalah diiringi dengan kebanggan menjadi seorang muslim. Bangga menyeru orang ke jalan Islam. Bangga menjalankan ajaran Islam, meski dimanapun berada.

Ada juga orang yg telah lama menjadi muslim, tapi tetap tidak memiliki kebanggaan menjadi muslim. Terlihat dari keberpihakannya pada orang yang terang-terangan ikut membully ulama, memilih pemimpin yang tidak berpihak pada Islam. Dia takut bila Indonesia menjadi negara Islam. Karena yg dia tahu menjalankan syariat islam itu begitu berat. Karena upaya makar yang ingin menjauhkan ummat muslim dari agamanya sendiri, tak perlu sampai berganti agama tapi pelan-pelan di cabut rasa kebanggaan dari hatinya menjadi muslim, itu sudah jauh dari cukup.

Mengapa saya begitu semangat menjual buku Sygma daya insani? Agar kita yg muslim ini semakin bangga menjadi seorang muslim. Karena tidak ada yang lebih keren di atas dunia ini, selain Islam. Karena Islamlah yang akan menghantarkan kita pada kesenangan abadi di akhirat sana.

Biarlah sekarang kita lelah membacakan buku pada anak-anak, agar mereka tahu bahwa Islam itu Indah. Agar mereka bisa merasakan bahwa dia telah berada pada gerbong yang telah benar, dan agar potensinya menjadi insan bisa terberdayakan demi kejayaan Islam itu sendiri. Hingga akhirnya kita tidak hanya sukses di dunia, tapi juga sukses di akhirat, aamiin..

Keindahan Islam sangat bisa kita rasakan bila kita membaca buku: #MUHAMMADTELADANKU #RASULULLAHTELADANUTAMA #KISAH24NABIDANRASUL #KISAH64SAHABTNABI #BALITABERAKHLAKMULIA #BUKUPINTARIMANDANISLAM

Semoga Allah lapangkan hati dan rizki kita untuk menyediakan buku-buku ini di perpustakaan rumah kita.
Senin, 30 Juli 2018 06:05 WIB

Dr. Seto Mulyadi

Sebagai orangtua dan pendidik, kita tentu mengharapkan agar anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan memiliki kepribadian yang positif dan unggul pada masa yang akan dating. Oleh karena itu, mereka sungguh memerlukan tokoh-tokoh yang ungul pula untuk dijadikan panutan. Tokoh untuk dijadikan model identifikasi bagi anak ini bias diperoleh dari orang-orang yang terdekat yang dijumpainya sehari-hari, seperti ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, dan guru. Namun, hal itu bias pula diperoleh anak melalui media yang berada di sekelilingnyam seperti tayangan televise dan buku-buku bacaan. Oleh karena itu, tentu diharapkan anak pun memperoleh lingkungan yang kondusif bagi proses tumbuh kembangnya, yaitu dalam bentuk ketersediaan program televise ataupun buku-buku bacaan yang edukatif di sekelilingnya, seperti buku Muhammad Teladanku ini. Selasa, 29 Maret 2016 15:08 WIB

Dr. H. Surahman Hidayat, MA

Buku Muhammad Teladanku sangat cocok untuk dinikmati oleh anak-anak kita pada saat usia pendidikan dasar Sembilan tahun. Meski demikian, buku ini tetap berguna untuk remaja. Orang dewasa pun bahkan tetap bias memperoleh manfaat dengan membacanya. Sejatinya, kapan saja sirah Rasulullah Muhammad hidangkan, akan tetap relevan, segar, dan dibutuhkan. Bagaimanapun, โ€œUswatun Hasanahโ€ yang telah dilekatkan Allah kepada diri beliau menjadi rujukan setiap orang yang setuju dngan keluhuran budi dan peri hidup yang beradab Selasa, 29 Maret 2016 15:07 WIB

Produk Pilihan
Paket 64 Sahabat Teladan Utama (64 ST
Rp 2.495.000
Rp 1.846.000

Rekomendasi Blog
3 Manfaat Utama berdzikir
Senin, 13 Agustus 2018 04:46 WIB

Apabila seorang Muslim sampai pada derajat suka berdikir, maka ia tidak akan melakukan erbuatan lain selain dzikir kepada Allah Taโ€™ala. Sesuatu yang selain Allah adalah sesuatu yang pasti meninggalkannya saat kematian menjemput. Nah, di sinilah urgensi mengapa setiap jiwa sangat membutuhkan amalan dzikir. Dengan demikian, apa saja manfaat utama dari amalan yang sampai dibahas secara khusus oleh Imam Ghazali ini?