Kisah Hikmah Sygma Daya Insani

Hypnoparenting Agar Anak Cinta Al Quran

Hypnoparenting Agar Anak Cinta Al Quran

Oleh administrator | Selasa, 23 Mei 2017 09:46 WIB | 101292 Views

Al Quran tak sekedar kitab suci tetapi juga jalan hidup muslim yang lurus. Orang tua juga sangat berharap anaknya bisa dekat dengan Al Quran. Tak jarang kita lihat, kala sore menyapa, beberapa orang tua yang mengantarkan anak-anaknya ikut TPA. Saya punya teman, setiap sore rumahnya tak pernah sepi dari anak-anak yang berlajar membaca Al Quran.

Al Quran tak sekedar kitab suci tetapi juga jalan hidup muslim yang lurus. Orang tua juga sangat berharap anaknya bisa dekat dengan Al Quran. Tak jarang kita lihat, kala sore menyapa, beberapa orang tua yang mengantarkan anak-anaknya ikut TPA. Saya punya teman, setiap sore rumahnya tak pernah sepi dari anak-anak yang berlajar membaca Al Quran.

Ada 50 anak berkumpul dari sore hingga isya. Tetangga depan saya demikian halnya, dari pagi sudah ada anak yang mengaji di rumahnya. Siang hari dan sore hari pun tak luput dari anak-anak yang belajar dan membaca Al Quran. Orang tua semakin menyadari bahwa mendekatkan anak dengan Al Quran adalah solusi bagi kehidupannya sekarang dan nanti.

Semakin dini mengajarkan Al Quran kepada anak maka itu akan semakin bagus. Hari-harinya hanya terisi oleh Al Quran. Lambat laun Al Quran menjadi tak asing lagi bagi anak anak.

Abu Ashim berkata “Aku pergi mengajak putraku menuju rumah Ibnu Juraij yang ketika itu usianya kurang dari 3 tahun agar bisa belajar Al Quran dan hadist darinya.”

Ada anak perempuan belum genap usianya 6 tahun, kini mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak. Meski demikian, Fayruz adalah anak yang mencintaiAl Quran. Di usianya yang sekarang, dia sudah berhasil mengkhatamkan Al Quran sebanyak 7 kali. Anak dari seorang ibu bernama Dwi Rahmawati ini sedang mengikuti program tahfiz. Alhamdulillah, surat an-naba dan an-naziat dia sudah berhasil menghafalkannya. Sekarang Fayruz sedang gencar menghafal surat selanjutnya yaitu Abasa. Orang tua mana yang tak bangga memiliki anak yang dekat dengan Al Quran? Apa resepnya hingga Fayruz begitu mudah dan cepat interaksinya dengan Al Quran?

Rupanya ada kue tart kesukannya yang selalu dihadiahkan orang tuanya untuknya ketika khatam Al Quran. Fayruz senang sekali. Dia tak menyangka akan mendapatkan hadiah seperti itu. Makin bersemangat dia membaca Al Quran. Pernah dia meminta hadiah lain dari kue tart namun tidak serta merta orang tuanya memenuhi. Mereka harus berunding dan bersepakat terlebih dahulu dengan Fayruz juga. Ketika orang tua tidak bisa memenuhi permintannya, Fayruz harus bisa menerimanya.

Peristiwa seperti inilah yang akhirnya membuat ibunya harus menjelaskan sesuatu yang penting terkait Al Quran.
“Nak, membaca Al Quran harus karena Allah. Kalau tidak membaca Al Quran dan tidak bisa mengaji maka di akhirat kelak kamu tidak akan bisa bertemu Ayah dan Ibu. Kau jadi orang yang merugi.”

Fayruz tampak sedih mendengarnya sehingga semangat mengajinya kembali membara. Setiap kali Fayruz berhasil membaca Al Quran dengan baik, ibu memujinya dengan bertepuk tangan keras tanda senang,”Alhamdulillah, Mbak Fayruz sholehah sudah membaca Al Quran dengan baik.” Tak lupa ciuman dan pelukan melayang lembut penuh kasih sayang dari ibunya.

Yang menarik adalah bagaimana kreatifnya orang tua fayruz agar anak perempuannya ini benar-benar memperhatikan Al Quran. Ayahnya sering meminta Fayruz untuk menyimak hafalan sang Ayah. Otomatis Fayruz menjadi seksama menyimak hafalan ayahnya dan mencocokkanya dengan apa yang tertulis di Al Quran.

Luar biasa bukan? Kedekatan orang tua dengan Al Quran akan menjadi stimulus bagi pikiran bawah sadar anak untuk dekat dengan Al Quran pula.
 

Produk Pilihan

Paket Balita Berakhlak Mulia (BBM).

Detail
Rekomondasi Blog