Seputar Islam Sygma Daya Insani

Ringkasan Sejarah Aisyah Binti Abu Bakar

Ringkasan Sejarah Aisyah Binti Abu Bakar

Oleh administrator | Jum'at, 30 September 2016 04:22 WIB | 318555 Views

Ayah Bunda, setelah kita mengenal 2 istri Rasulullaah Shallallahu Alaihi Wassallam yaitu Khadijah dan Zainab. Kini kita akan mengenal istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam yaitu Aisyah. Aisyah ini satu-satunya istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam yang masih gadis. Seperti apa ceritanya? Yuk kita simak.

Ayah Bunda, setelah kita mengenal 2 istri Rasulullaah Shallallahu Alaihi Wassallam yaitu Khadijah dan Zainab. Kini kita akan mengenal istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam yaitu Aisyah. Aisyah ini satu-satunya istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam yang masih gadis. Seperti apa ceritanya? Yuk kita simak.
 
  • Silsilah
Aisyah binti Abu Bakar adalah istri dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassallam. Aisyah adalah putri dari Abu Bakar (khalifah pertama), hasil dari pernikahan dengan istri keduanya yaitu Ummi Ruman yang telah melahirkan Abd al Rahman dan Aisyah. Beliau termasuk ke dalam ummul-mu'minin (Ibu orang-orang Mukmin). Aisyah terlahir empat atau lima tahun setelah diutusnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam.
 
  • Sebelum Menikah dengan Nabi Muhammad SAW
Abu Bakar merasa Aisyah sudah cukup umur untuk menikah, karena hal itu, Aisyah akan dinikahkan dengan Jubayr bin Mut'im, tetapi pernikahan tersebut tidak terjadi karena istri Mut'im bin Adi mengatakan tidak mau keluarganya mempunyai hubungan dengan para muslim, yang dapat menyebabkan Jubair menjadi seorang Muslim.
 
  • Setelah Menikah dengan Nabi Muhammad SAW
Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun, dimana Aisyah menjadi istri ketiga Muhammad setelah Khadijah dan Saudah binti Zam'ah.
 
  • Keutamaan Aisyah – Wanita Pembelajar
Selama Sembilan tahun  hidup dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam. Beliau dikenal sebagai pribadi yang haus akan ilmu pengetahuan. Ketekunan dalam belajar menghantarkan beliau sebagai perempuan yang banyak menguasai berbagai bidang ilmu. Diantaranya adalah ilmu al-qur’an, hadist, fiqih, bahasa arab dan syair.

Aisyah juga dikenal sebagai perempuan yang banyak menghapalkan hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam. Sehingga beliau mendapat gelar Al-mukatsirin (orang yang paling banyak meriwayatkan hadist). Ada sebanyak 2210 hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah.

Hisyam bin Urwah meriwayatkan hadis dari ayahnya. Dia mengatakan: “Sungguh aku telah banyak belajar dari Aisyah. Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih pandai daripada Aisyah tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah diturunkan, hukum fardhu dan sunnah, syair, permasalahan yang ditanyakan kepadanya, hari-hari yang digunakan di tanah Arab, nasab, hukum, serta pengobatan."
 
  • Keutamaan Aisyah – Wanita yang Tegas
Aisyah juga dikenal sebagai pribadi yang tegas dalam mengambil sikap. Hal ini terlihat dalam penegakan hukum Allah, Aisyah langsung menegur perempuan-perempuan muslim yang melanggar hukum Allah.

Aisyah pun pernah menyaksikan adanya perubahan pada pakaian yang dikenakan wanita-wanita Islam setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam wafat. Aisyah menentang perubahan tersebut seraya berkata, “Seandainya Rasulullah melihat apa yang terjadi pada wanita (masa kini), niscaya beliau akan melarang mereka memasuki masjid sebagaimana wanita Israel dilarang memasuki tempat ibadah mereka.”

Di dalam Thabaqat Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul-Mukminin Aisyah. Ketika itu Hafsyah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal.
 
  • Keutamaan Aisyah – Wanita yang Dermawan
Dalam hidupnya Aisyah juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Aisyah pernah menerima uang sebanyak 100.000 dirham. Kemudian beliau meminta para pembantunya untuk membagi-bagikan uang tersebut kepada fakir miskin tanpa menyisakan satu dirhampun untuk beliau. Padahal saat itu beliau sedang berpuasa.

Harta duniawi tidak menyilaukan Aisyah. Meskipun pada saat itu kelimpahan kekayaan berpihak kepada kaum muslimin. Aisyah tetap hidup dalam kesederhanaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam.
 
  • Keutamaan Aisyah – Wanita Pejuang Dakwah
Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam meninggal dunia, Aisyah menghabiskan hidupnya untuk perkembangan dan kemajuan Islam. Rumah beliau tak pernah sepi dari pengunjung untuk bertanya berbagai permasalahan syar’iat . Sampai-sampai Khalifah Umar bin khatab dan Usman bin Affan mengangkat beliau menjadi penasehat. Hal ini merupakan wujud penghormatan  Umar dan Ustman terhadap kemuliaan Ilmu yang dimiliki oleh Aisyah.
 
  • Wafatnya ‘Aisyah
‘Aisyah meninggal pada malam selasa, tanggal 17 Ramadhan setelah shalat witir, pada tahun 58 Hijriyah. Yang demikian itu menurut pendapat mayoritas ulama. Ada juga yang berpendapat bahwa beliau wafat pada tahun 57 H, dalam usia 63 tahun dan sekian bulan.

Para sahabat Anshar berdatangan pada saat itu, bahkan tidak pernah ditemukan satu hari pun yang lebih banyak orang-orang berkumpul padanya daripada hari itu, sampai-sampai penduduk sekitar Madinah turut berdatangan.

Aisyah dikuburkan di Pekuburan Baqi’. Shalat jenazahnya diimami oleh Abu Hurairah dan Marwan bin Hakam yang saat itu adalah Gubernur Madinah.
 

Produk Pilihan

Paket Buku Pintar Iman & Islam (B.

Detail
Rekomondasi Blog