Tips Menarik Sygma Daya Insani

Menjadikan Rasulullah sebagai tokoh idola kids jaman now (1)

Menjadikan Rasulullah sebagai tokoh idola kids jaman now (1)

Rabu, 09 Mei 2018 10:05 WIB | 69473 Views

Bagai dua sisi mata uang, kemajuan teknologi memberikan kemudahan dan sisi positif bagi penggunanya. Namun, sisi negatifnya pun tak kalah berkembangnya, terutama untuk kids jaman now yang begitu akrab dengan gadget. Tak heran pula jika tokoh idola mereka mulai tokoh film kartun, selebgram hingga artis-artis yang sering mereka follow di akun media sosialnya. Lalu bagaimana dengan generasi Islam selanjutnya, akankah Rasulullah menjadi tokoh idola mereka?

Pernahkah menanyakan pada kids jaman now, siapakah tokoh idola mereka? Kebanyakan jawaban mereka adalah tokoh film kartun yang sedang tayang di televisi, artis sinetron muda yang sinetronnya sedang kejar tayang hingga selebgram muda dengan jutaan follower yang trend pakaian dan gaya hidupnya sedang booming saat ini. Miris memang, kemajuan teknologi informasi memang memberikan dampak positif dan negatif pada hampir semua lapisan umur manusia. 

Bagaimana dengan anak-anak generasi Islam? Akankah tokoh idola mereka juga sama dengan anak-anak kebanyakan? Lalu bagaimana dengan generasi Islam mendatang jika sebagai orang tua, kita tidak mengenalkan tokoh idola yang benar dan harus dijadikan panutan dan tuntunan dalam kehidupan kita. Ya, sebagai orang tua jaman now, tantangan kita sangatlah besar untuk menghadirkan tokoh idola Islam yaitu Rasulullah sebagai panutan bagi anak-anak muslim. Kita sebagai orang tua harus tetap berikhtiar semaksimal mungkin demi masa depan generasi Islam. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua sebagai bentuk ikhtiar untuk menjadikan rasulullah sebagai tokoh idola :

1. Mengurangi jadwal menonton televisi secara perlahan sampai akhirnya tidak ada televisi tayang di rumah.

Televisi yang awalnya dianggap sebagai media hiburan, kini telah berubah menjadi media wajib tayang di rumah. Televisi menjadi kebutuhan pokok bagi anak-anak, remaja dan dewasa. Padahal tidak seperti tayangan televisi jaman old yang banyak berisi pendidikan dan pengetahuan. Televisi dengan banyak stasiun telah menjadi komoditas bisnis yang menghasilkan pundi-pundi uang bagi pemiliknya. 

Padahal di usia anak-anak hingga remaja yang suka meniru apa yang dilihatnya, televisi menjadi media yang digemari. Kebanyakan orang tua juga menjadikan televisi sebagai media hiburan setelah seharian berjibaku dengan aktifitas rutin mereka. Padahal acara televisi saat ini banyak yang hanya mengejar rating jumlah penonton tanpa memperhatikan kualitas tayangan.

Dimulai dari orang tua sebagai teladan di lingkungan keluarga, mengalihkan dominasi televisi sebagai sarana hiburan di rumah dengan kegiatan lain yang bermanfaat untuk anak-anak. Kegiatan tersebut misalnya membuat kreatifitas seperti mainan dari kardus bekas, pernak pernik kerajinan tangan dari barang bekas dan membaca buku. Jika membuat kreatifitas dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas, bagaimana dengan membaca buku? Bukankah harus mengeluarkan uang lagi untuik membeli buku? Tentu saja awalnya orang tua bisa mengajak anak-anak ke perpustakaan untuk meminjam buku. Selain itu orang tua bisa juga memanfaatkan saat ada sale buku di toko buku terdekat untuk memperoleh buku berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu juga bisa memanfaatkan program arisan buku berkualitas, seperti halnya buku paket Muhammad Teladanku, yang terdiri dari 16 buku + bonus 2 buku hard cover. 

2. Membuat aturan kepemilikan dan waktu pemakaian gadget 

Saat ini anak-anak banyak yang sudah memiliki gadget, bahkan di usia anak TK pun ada orang tua yang memberikan anaknya keleluasaan untuk memiliki dan bermain gadget sesuka hati mereka. Padahal semakin dini anak-anak mengenal gadget maka akan semakin besar pengaruh gadget di kehidupannya. Dengan membuat aturan di keluarga tentang usia minimal memiliki gadget dan berapa lama diperbolehkan untuk bermain gadget, maka anak akan terbiasa mematuhi aturan yang ditetapkan. 

Saat ini terkadang orang tua yang tidak kuasa menolak kehendak anak-anak untuk menuruti kemauan mereka. Padahal sebagai orang tua, aturan-aturan yang disepakati bersama di keluarga sangatlah penting, sehingga ada kesadaran untuk dipatuhi bersama. Misalkan, aturan kepemilikan gadget untuk anak yang sudah sekolah di tingkat SMU, karena memerlukan sarana komunikasi saat harus les tambahan pelajaran atau sebagai sarana informasi untuk mengerjakan tugas sekolah. Itu pun juga harus ada aturan pemakaianya, misalkan hanya 1-2 jam saat hari aktif sekolah dan 3-4 jam saat hari libur sekolah. 

3. Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai sesuai usia anak-anak

Sarana dan prasarana yang dimaksudkan misalnya mainan edukatif, buku edukatif berkualitas seperti paket Muhammad Teladanku, murottal Al Qur'an, jadwal mengaji dan murojaah hafalan Al Qur'an. Pada awalnya anak-anak mungkin akan merasa terpaksa tapi jika dilakukan setiap hari dan orang tua konsisten melakukannya, Insyaa Allah anak-anak akan terbiasa dan akhirnya akan menjadi kebiasaan yang jika tidak mereka lakukan akan merasa menyesal.

4. Orang tua menjadi teladan untuk anak-anak

Anak-anak terlahir sebagai lembaran putih dengan fitrah muslim. Orang tua lah yang menjadikan lembaran itu menjadi lembaran penuh warna kehidupan. Orang tua juga lah yang menjadi teladan bagi anak-anak. Jika kita mendambakan memiliki anak-anak sholih sholihah, maka jadikanlah kita orang tua sholih sholihah terlebih dahulu. Jika kita mendambakan memiliki anak-anak suka membaca buku siroh nabi maka sebagai orang btua kita juga harus suka membaca siroh Nabi terlebih dahulu. Jika kita mendambakan anak-anak muslim kita menjadikan Al Qur'an dan Sunnah Nabi sebagai tuntunan hidup mereka, maka kita sebagai orang tua harus terlebih dahulu melakukannya. 

Demikian beberapa tips untuk menjadikan nabi Muhammad sebagai tokoh idola kids jaman now (1). Dan tak ada keberhasilan tanpa ikhtiar dan do'a serta ridho Allah. Sudah tugas kita sebagai orang tua untuk mengemban amanah dari Allah, menjadikan anak-anak kita sebagai generasi Islam yang kuat, semoga Allah ridho dengan ikhtiar kita. Aamiin Ya Allah.

 

Tips Menarik Lainnya
Produk Pilihan

Paket 64 Sahabat Teladan Utama (64 ST.

Detail
Rekomondasi Blog